Lifestyle
3 Aktivitas Menyenangkan untuk Membantu Anak yang Gagap

Mendapati buah hati gagap (stuttering), pasti membuat Anda jadi khawatir. Pasalnya, kondisi ini kerap kali membuat anak sulit berkomunikasi, sehingga ia jadi lebih sensitif, mudah tersinggung, dan menarik diri dari lingkungan. Sebagai orangtua, Anda dapat membantu meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui berbagai aktivitas di rumah. Memangnya, apa saja aktivitas menyenangkan yang sesuai untuk anak gagap? Lihat ulasannya berikut ini.
Aktivitas menyenangkan untuk anak gagap
Menurut Ikatan Dokter Indonesia, anak yang gagap biasanya ditandai dengan pengulangan sebagian atau keseluruhan kata ketika berbicara, seperti “sa…sa…sa…tu” atau “satu satu satu”. Bisa juga ditandai dengan keraguan saat berbicara sehingga melakukan pemanjangan pengucapan suatu kata, seperti “sssssatu”.
Pengucapan yang terbata-bata ini biasanya menyerang anak-anak usia 3 hingga 5 tahun. Anak akan bisa berbicara lancar dan kembali normal ketika memasuki usia sekolah. Akan tetapi, ada juga yang tetap mengalami kondisi ini hingga dewasa.
Penyebab gagap pada anak tidak diketahui secara pasti. Namun, kemungkinan besar ini berhubungan dengan faktor genetik dan lingkungan. Selain melakukan terapi wicara, orangtua juga bisa mengasah kemampuan anak yang gagap dengan beberapa aktivitas di rumah.
American Speech Language Hearing Association menyebutkan berbagai aktivitas menyenangkan untuk anak gagap, seperti:
1. Bermain kata dan tebak benda
Memasuki usia 2 tahun ke atas, anak-anak akan mempelajari berbagai kata baru. Meskipun ia sering melakukan pengulangan, Anda bisa melancarkan kata per kata yang didapat anak setiap hari. Lewat aktivitas, Anda bisa memilih permainan kata.
Dengan bermain kata, si kecil akan lebih banyak melatih diri untuk berbicara lebih sering. Ini memungkinkan anak jadi lebih jelas dan lancar menyebutkan suatu kata.
Aktivitas untuk anak yang gagap ini sangat mudah dan bisa dilakukan di mana pun. Misalnya, Anda menyebut “bola” dan meminta si kecil mengikutinya. Ucapkan kata ini dengan jelas, baik pelafalan maupun gerak mulut yang sesuai.
Selama melakukan permainan anak ini, pusatkan konsentrasi dan tubuh Anda pada si kecil, seperti berbicara dan menatap wajahnya sambil menunjukkan bola.
Setelahnya, tanyakan pada anak sambil menunjuk bola, “Apa ini?” Gunakan pertanyaan yang sederhana dan mudah dimengerti anak.
Lakukan secara berulang dengan berbagai benda yang ada di rumah. Setiap kali anak berhasil mengucapkan kata, beri ia senyuman atau tepuk tangan sebagai hadiah atas keberhasilannya. Ini dilakukan untuk memacu semangat dalam mengikuti permainan.
2. Baca buku cerita bersama
Membaca buku bisa jadi aktivitas menyenangkan untuk anak yang gagap. Dengan aktivitas ini, Anda dan si kecil memungkinkan bermain banyak kata. Namun, pilihan buku untuk anak dengan kondisi ini perlu disesuaikan dan cara penyampaian cerita juga perlu diperhatikan.
Pilih buku yang berisi pengenalan berbagai hal yang ada di sekitar anak, seperti jenis warna, nama benda atau hewan.
Jika buku berbentuk cerita, cara menyampaikan isi buku tidak boleh terburu-buru. Anda tidak harus membaca isi cerita secara menyeluruh. Cukup mengenalkan siapa saja tokohnya, apa yang dilakukan tokoh, atau bunyi khas dari hewan yang ada di dalam buku.
3. Minta anak mengatur benda dengan kategori tertentu
Aktivitas menyenangkan untuk anak yang gagap selanjutnya adalah mengorganisasi benda. Kumpulkan berbagai benda yang ada di rumah, seperti apel, pisang, permen, bola, boneka, dan pesawat mainan menjadi satu.
Kemudian, minta anak untuk menyebutkan nama setiap benda beserta warnanya. Jelaskan pada anak bahwa benda tersebut merupakan makanan dan mainan. Lalu minta si kecil untuk menentukan mana benda yang termasuk dalam kategori mainan dan makanan.
Hal yang harus diperhatikan orangtua
Meskipun aktivitas ini bisa Anda praktekan sendiri di rumah, Anda tetap butuh kerja sama dengan dokter atau terapis yang menangani kondisi anak. Laporkan setiap perkembangan anak yang Anda amati selama melakukan aktivitas. Supaya tidak lupa, buat catatan setelah aktivitas tersebut dilakukan.
Selain merespons setiap kata yang diucapkan anak, Anda harus berbicara dengan jelas dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya ketika melakukan permainan saja. Luangkan waktu lebih untuk si kecil agar Anda bisa mengamati perkembangan anak lebih baik. Hindari memarahi atau memotong pembicaraan anak.
Kabartangsel.com
Pemerintahan3 hari agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Pemerintahan4 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Serba-Serbi3 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport3 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Bisnis3 minggu agoMengenal Lebih Jauh Perseroda PITS: PAM Kota Tangsel
Hukum3 minggu agoIPW Sebut Kortastipidkor Polri Sedang Bongkar Kejahatan Besar, Diduga Libatkan Mafia Perkara
Pemerintahan4 minggu agoDipimpin Pilar Saga Ichsan, Tangsel Angkat Keberagaman Budaya Daerah di Karnaval APEKSI 2026
Jabodetabek3 minggu agoSama-sama Raih Warta Kota Awards, PAM Tangsel dan PAM Depok Berangkat dari Fondasi Berbeda




























