Lifestyle
3 Obat Kanker Mulut yang Ampuh dan Aman

Gejala kanker mulut sering dikira sebagai sariawan biasa. Alhasil, banyak orang yang terlambat mendapatkan diagnosis serta pengobatan yang tepat. Padahal semakin cepat kanker terdeteksi dan diobati, peluang kesembuhannya juga makin besar. Jika tidak, kanker ini dapat mengancam nyawa penderitanya. Berikut adalah beragam pilihan obat medis untuk mengobati kanker mulut.
Obat untuk kanker mulut
Kanker mulut atau kanker oral terjadi ketika sel kanker menyerang jaringan mulut yang sehat, dari lidah, gusi, pipi, sinus, bibir, langit-langit mulut, hingga tenggorokan.
Obat untuk kanker mulut biasanya akan disesuaikan dengan stadium kanker yang diidap oleh pasien. Anda mungkin hanya perlu menjalani satu pengobatan, atau malah beberapa pengobatan sekaligus.
Berikut pilihan obat untuk mengatasi kanker oral yang perlu Anda ketahui.
1. Obat kemoterapi

Kemoterapi adalah terapi kanker yang menggunakan obat-obatan. Obat kemoterapi untuk kanker mulut dapat diminum langsung atau diberikan lewat infus.
Sampai saat ini kemoterapi dianggap sebagai pengobatan yang cukup efektif untuk menghambat perkembangan sel kanker di dalam tubuh. Ada banyak sekali jenis obat kemoterapi. Beberapa yang paling umum termasuk cisplatin, carboplatin, paclitaxel, docetaxel, dan hydroxyurea.
Dokter biasanya akan menentukan obat kemoterapi yang tepat berdasarkan jenis kanker, stadium kanker, dan kondisi masing-masing pasien. Obat-obatan kemoterapi juga dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan berbagai pengobatan kanker lainnya.
Sama seperti obat medis lainnya, obat kemoterapi untuk kanker mulut juga memiliki potensi efek samping. Hal ini karena obat kemoterapi dapat merusak sel dan jaringan tubuh yang sehat. Rusaknya sel dan jaringan tubuh yang sehat inilah yang memicu beberapa efek samping.
Kemungkinan efek samping dari pengobatan kemoterapi yang paling umum meliputi:
- Mual atau muntah
- Rambut rontok
- Sariawan
- Merasa lemas, lesu, dan tidak bertenaga
- Nafsu makan menurun
- Tekanan darah rendah
- Sensasi mati rasa atau baal pada tangan dan kaki
- Gangguan pendengaran dan keseimbangan.
Kemoterapi juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Alhasil, Anda jadi lebih rentan terhadap infeksi penyakit. Biasanya berbagai efek samping yang sudah disebutkan tadi akan berhenti atau hilang setelah Anda selesai melakukan perawatan.
2. Cetuximab


Cetuximab adalah obat jenis antibiodi yang digunakan untuk pengobatan berbagai jenis kanker, termasuk kanker mulut.
Cara kerja obat kanker mulut ini dengan menghambat reseptor faktor pertumbuhan epidermal. Reseptor faktor pertumbuhan epidermal adalah protein pada permukaan sel kanker. Reseptor inilah yang merangsang pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.
Obat ini dimasukkan lewat suntikan langsung ke dalam pembuluh darah, biasanya setiap satu minggu sekali. Sebelum Anda mendapatkan suntikan Cetuximab, dokter biasanya akan memberikan obat lain seperti diphenhydramine untuk mengurangi risiko efek sampingnya.
Setiap orang mungkin membutuhkan dosis yang berbeda. Sebab, dosis obat ini diberikan berdasarkan berat badan, kondisi kesehatan, dan bagaimana tubuh Anda merespon pengobatan. Dosis awal dimulai dalam takaran yang besar dan diberikan selama 2 jam. Jika pasien dapat menolerir obat, dosis selanjutnya akan dikurangi dan diberikan selama 1 jam.
Dokter atau petugas medis akan mengawasi Anda setidaknya selama 1 jam setelah infus diberikan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tubuh Anda tidak bereaksi negatif terhadap obat. Tanda-tanda bila Anda mengalami reaksi negatif terhadap Cetuximab di antaranya:
- Muncul ruam di kulit mirip jerawat
- Kulit memerah, bengkak, atau mengembung
- Mata belekan atau mata kering
- Tidak enak badan seperti mau sakit flu
- Mengalami haus yang amat sangat
- Sensasi panas dingin pada kulit
3. Imunoterapi


Imunoterapi adalah pengobatan menggunakan bantuan sistem kekebalan tubuh Anda sendiri untuk melawan sel-sel kanker. Sistem kekebalan tubuh adalah sekumpulan organ, sel khusus, dan zat yang membantu melindungi tubuh Anda dari infeksi dan berbagai penyakit. Salah satunya kanker.
Sayangnya, protein yang dihasilkan dari sel kanker memiliki protein yang membuat sel-sel imun sulit untuk mendeteksinya. Imonuterapi bekerja menghambat hal ini. Dengan kata lain, imunoterapi membuat sel-sel imun lebih peka terhadap keberadaan sel kanker sehingga lebih cepat dan efektif untuk menghancurkannya.
Biasanya imunoterapi diperuntukkan bagi pasien kanker mulut yang sudah tidak mempan lagi dengan obat maupun terapi lainnya.
Efek samping yang paling terasa dari pengobatan imunoterapi adalah rasa sakit, gatal, atau bengkak di bagian tubuh yang disuntik. Anda mungkin juga akan mengalami beberapa efek samping lain, seperti:
- Mual dan muntah
- Nyeri sendi dan otot
- Demam
- Sakit kepala
Kabartangsel.com
Sport3 minggu agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Sport3 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Lengkap
Bisnis4 minggu agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Nasional4 minggu agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden
Sport4 minggu agoShin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Kepala Persija Jakarta untuk Musim 2026/2027
Pendidikan4 minggu agoCreative Portfolio Showcase 2026, Terobosan SMK Budi Luhur dalam Penilaian Kompetensi Siswa
Banten3 minggu agoLamiPak Bersama Frisian Flag Resmikan Program Pengelolaan Sampah Kemasan Aseptik di Kabupaten Serang
Komunitas4 minggu agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel


























