Connect with us

Lifestyle

4 Tips Bijak Menghadapi Anak yang Ingin Bunuh Diri

Memiliki anak yang tumbuh remaja dan dewasa memang bukan hal yang mudah. Sebagai orangtua, Anda mungkin akan beberapa kali ‘diuji’ kesabarannya saat mendampingi dan menghadapi remaja yang terkadang labil. Pasalnya memasuki usia remaja, anak bisa saja mendapat tekanan dari lingkungan dan teman-temannya hingga mudah depresi. Kondisi ini tak jarang dapat menumbuhkan rasa ingin bunuh diri pada anak. Jika sudah begini, apa yang bisa dilakukan orangtua?

Tekanan dari lingkungan bisa picu rasa ingin bunuh diri pada anak

Alasan dibalik rasa ingin bunuh diri dari seorang anak mungkin beragam. Hal ini bisa tergantung dari lingkungannya, baik di rumah maupun di luar rumah seperti di sekolah, misalnya.

Banyak tekanan yang dirasakan oleh anak pada fase pertumbuhan, seperti tekanan untuk diterima di kalangan sosial dan pertemanan, untuk belajar dengan baik dan berprestasi di sekolah, serta untuk belajar bersikap lebih dewasa dan bertanggung jawab di hadapan orangtua.

Advertisement

Mungkin tekanan pada remaja terlihat sepele, jika Anda, sebagai orang dewasa, telah berhasil melaluinya. Tetapi, tidak semua anak bisa melalui masa remajanya dengan mudah. Ada juga yang memiliki tekanan lain seperti permasalahan keluarga di mana kedua orangtua bercerai, adaptasi dengan lingkungan baru karena orangtua dipindah tugaskan, atau orangtua mengalami kebangkrutan.

Masalah-masalah yang timbul dalam kehidupan seorang anak yang sedang dalam proses pertumbuhan dapat menimbulkan beragam masalah psikologis yang jika tidak diatasi dengan baik dapat membuat rasa ingin bunuh diri muncul pada anak.

Oleh karena itu, sebagai orangtua, Anda harus peka terhadap apa yang dirasakan oleh anak Anda agar Anda juga bisa membantu ‘menghapus’ keinginan bunuh diri yang timbul dalam diri seorang anak.

5 tips menghadapi rasa ingin bunuh diri pada anak

Sebagai orangtua, tentu ada banyak hal yang bisa Anda lakukan dalam menghadapi dan mencegah rasa ingin bunuh diri pada anak. Mulai dari membantu membesarkan hatinya, memotivasi, mendengarkan, serta memberi dukungan untuknya. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya berikut.

Advertisement

1. Jangan meremehkan masalah anak

Untuk memahami persoalan yang dimiliki oleh anak, Anda tidak bisa melihatnya dari kacamata Anda sendiri, melainkan cobalah untuk memosisikan diri sebagai seorang anak. Dengan begitu, Anda bisa lebih memahami bagaimana perasaan anak Anda.

Jika anak Anda terlihat murung dan tidak bersemangat, cobalah untuk mendekatinya dan bertanya apakah anak Anda memiliki masalah yang ingin diceritakan. Jangan menyepelekan kondisi seorang anak karena hal ini akan membuat mereka tertutup dengan Anda. Hal ini juga bisa berujung pada stres dan depresi jika dibiarkan berlarut.

Mengapa demikian? Ini karena anak belum tentu memiliki orang lain yang bisa memahami dan mendengarkannya. Kalau orangtuanya saja tidak mau mencoba mendengarkannya, lalu siapa lagi? Jadilah tempat ternyaman bagi anak Anda untuk membagi cerita dan masalah-masalahnya agar anak tidak merasa sendiri dalam menghadapinya.

2. Bantu anak dalam menghadapi masalah

Membantu bukan berarti mengambil andil yang lebih besar dalam menyelesaikan masalah. Membantu berarti menyediakan solusi-solusi yang bisa dipilih oleh anak Anda dalam menyelesaikan permasalahannya. Salah satunya, jika anak Anda mengalami kesulitan dalam bergaul.

Advertisement

Tidak mudah bergaul mungkin menjadi salah satu masalah yang banyak dihadapi oleh anak di usia remaja. Hal ini bisa berujung pada stres, apalagi jika ia dikucilkan oleh teman-temannya. Jika dibiarkan, mungkin keinginan bunuh diri anak bisa terpicu dari masalah ini.

Untuk membantunya, Anda bisa mengundang teman-temannya ke rumah, atau mengajaknya ke acara di mana ia bisa bertemu dengan banyak teman sebayanya. Selain itu, coba libatkan anak Anda pada kegiatan-kegiatan di luar rumah yang memungkinkannya bertemu dengan banyak orang. Membiasakan diri dikelilingi banyak orang juga dapat membantunya lebih mudah berkomunikasi dengan banyak orang.

3. Jaga kesehatan fisik anak

Sama halnya dengan yang terjadi pada orang dewasa, kesehatan fisik juga berkaitan erat dengan kesehatan mental. Oleh karena itu, dengan menjaga kesehatan fisik anak, Anda juga telah membantunya menjaga kesehatan mentalnya.

Masalahnya, anak Anda sendiri yang terkadang belum dewasa dalam menjaga kesehatan dirinya sehingga sering kali tidur terlalu malam, makan junk food terlalu sering, atau bermain gadget tak kenal waktu.

Advertisement

Padahal, justru kegiatan tersebut yang kurang sehat untuk anak Anda. Maka, sebagai orangtua, Anda harus bisa membantu anak untuk mengatur waktu dan menjaga kesehatan fisiknya demi membebaskannya dari stres dan depresi yang dapat mengakibatkan timbulnya rasa ingin bunuh diri seorang anak.

Untuk mewujudkannya, sediakan makanan yang sehat untuk pertumbuhannya, serta untuk kesehatan otak dan makanan yang dapat meningkatkan suasana hatinya. Bantulah anak agar tidak terobsesi dengan gadget dengan ajak anak melakukan kegiatan produktif bersama. Di sisi lain, pastikan anak untuk tidur lebih lama mengingat anak membutuhkan jam tidur lebih lama (9-10 jam) dibanding orang dewasa.

4. Gunakan bantuan profesional untuk menghadapi depresi anak

Pada kasus tertentu, depresi yang dirasakan anak tidak dapat diatasi dengan mudah. Ada masa di mana Anda harus mencari bantuan medis profesional untuk menangani depresi yang dirasakan anak Anda demi menghindarkan keinginan bunuh diri pada anak.

Dalam mencari bantuan profesional yang tepat, jangan lupa libatkan anak, karena pada akhirnya, anak Anda yang akan menjalaninya. Jika anak Anda menyatakan bahwa ia tidak merasa nyaman dan tidak senang dengan terapis tertentu, hargai pendapatnya dan carilah bantuan medis atau terapis lainnya.

Advertisement

Jangan lupa untuk terlibat juga dalam terapi yang dijalani oleh anak Anda. Pastikan bahwa anak menjalani terapinya dengan baik dan jaga komunikasi dan hubungan baik dengan terapis anak Anda. Konsultasikan kepada terapis apa hal yang Anda bisa lakukan di rumah untuk membantunya menjalani terapi agar anak dapat terbebas dari kondisi tersebut.

Selain itu, sebisa mungkin hindari pilihan menggunakan antidepresan, karena penggunaan obat ini masih belum diketahui efek sampingnya pada anak. Sekalipun terapis anak Anda menyarankannya, hindari pilihan tersebut jika tidak dalam kondisi yang amat mendesak.

Sumber foto: South China Morning Post

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Pemerintahan50 menit ago

DSDABMBK Tangsel Bangun Median dan Dua U-Turn di Jalan Rawa Buntu

Nasional3 jam ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport7 jam ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport8 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis10 jam ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis10 jam ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis10 jam ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis10 jam ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis10 jam ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis10 jam ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis10 jam ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Bisnis10 jam ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Bisnis10 jam ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis10 jam ago

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Didorong Naik Kelas, Kapasitas Ekspor-Impor Perlu Diperkuat

Bisnis10 jam ago

Jarwinn Solar Panel Dorong PLTS Hybrid dan BESS untuk Efisiensi Energi Dunia Usaha

Bisnis10 jam ago

Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

Bisnis10 jam ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakarta Utara

Bisnis10 jam ago

MPXL Berhasil Membalikkan Kinerja, Laba Bersih Tumbuh Menjadi Rp4,11 Miliar

Pemerintahan10 jam ago

Mengenal Tangsel Siaga 112, Layanan Darurat Terintegrasi untuk Masyarakat

Nasional11 jam ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Banten3 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional3 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer