Lifestyle
5 Cara Mengatasi Saraf Kejepit di Leher yang Mengganggu

Saraf kejepit terjadi ketika saraf pada tubuh mendapat tekanan berlebihan. Akibatnya, saraf mengirimkan sinyal peringatan ke otak dan Anda akan merasakan nyeri, sensasi kesemutan, dan lemah. Kerusakan saraf ini bisa terjadi di sekitar tulang belakang, yakni area leher dan ini dapat menyebabkan cervical radiculopathy. Lantas, bagaimana mengatasi saraf kejepit di leher? Simak ulasannya berikut ini.
Cara mengatasi saraf kejepit di leher
Cervical radioculopathy terjadi ketika saraf di leher yang terhubung dengan sumsum tulang belakang mengalami kerusakan. Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri menjalar ke bahu, disertai kelemahan otot yang merambat ke area lengan dan jari tangan.
Umumnya kondisi ini terjadi pada lansia karena menuanya saraf-saraf di tubuh. Namun, bisa juga menyerang orang dewasa atau lebih muda akibat adanya cedera mendadak.
Sebagian orang yang mengalami kondisi ini dapat sembuh dari waktu ke waktu. Ini membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk pulih bahkan lebih lama.
Akan tetapi, risiko kambuh tetap ada di kemudian hari, terutama di usia tua. Itulah sebabnya, pasien lebih baik melakukan konsultasi pada dokter untuk mendapatkan cara mengatasi saraf kejepit di leher yang tepat. Beberapa caranya meliputi:
1. Minum atau suntik obat pereda nyeri

Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, saraf kejepit di leher bisa diredakan gejalanya dengan obat antinyeri, seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Bisa juga dengan obat kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan di saraf. Namun, Anda hanya dapat menggunakan obat ini dalam jangka pendek.
Selain obat oral, Anda mungkin diminta untuk menjalai prosedur penyuntikan steroid di lamina, foramen, atau sendi facet di sekitar tulang belakang.
2. Kompres air dingin atau hangat bergantian
Selain minum obat, Anda bisa mengatasi gejala saraf kejepit di leher dengan menempelkan kompres secara bergantian. Gunakan es batu atau air hangat untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan.
Kombinasi antara suhu panas dan dingin, ternyata dapat meningkatkan sirkulasi darah ke area yang bermasalah sehingga bisa mengurangi rasa nyeri. Tempelkan kompres air hangat atau es ke area leher yang nyeri selama 15 menit. Lakukan ini sebanyak 3 kali atau sesuaikan dengan kebutuhan Anda.
3. Istirahat yang cukup


Cara selanjutnya untuk mengatasi saraf kejepit di leher adalah istirahat. Cobalah untuk beristirahat saat Anda merasa lelah. Jangan memaksakan untuk terus beraktivitas karena bisa memicu gejala saraf kejepit kambuh.
Pastikan Anda tidur dengan cukup karena selama tidur, saraf di tubuh Anda melakukan perbaikan. Saat tidur, carilah posisi yang nyaman. Dengan begitu, Anda bisa tidur lebih nyenyak.
4. Olahraga dan lakukan peregangan


Selama perawatan, Anda juga tetap perlu menerapkan gaya hidup sehat, salah satunya menjalani olahraga. Ada beberapa jenis latihan yang aman dan bisa membantu mengatasi gejala saraf kejepit di leher, seperti berjalan, berenang, atau bersepeda.
Latihan tersebut dapat menjaga kebugaran tubuh dan mengendalikan berat badan. Dengan berat badan yang ideal, tekanan pada saraf bisa berkurang. Itu artinya, risiko gejala kambuh akan menurun.
Selain itu, ada beberapa gerakan peregangan yang aman dan dapat menjaga fleksibitas tubuh Anda, seperti:
Trap stretch
Latihan dapat membantu melemaskan otot sekaligus melegakan saraf yang tertekan. Anda bisa mempraktikkan peregangan ini dengan mengikuti langkah berikut.
- Duduk di atas kursi dengan posisi tegak.
- Letakkan tangan kanan di bawah paha.
- Kemudian, angkat tangan kiri dan letakkan di atas kepala menyentuh telinga kanan.
- Tarik kepala Anda ke damping kiri dan tahan selama 30 detik. Lakukan gerakan ini 3 kali di setiap sisi.
Neck bend
Latihan peregangan ini bisa membantu Anda mengatasi gejala saraf kejepit di leher dengan mengurangi tekanan pada saraf. Untuk mempraktikannya, ikuti langkahnya berikut.
- Duduk dengan tegak. Lalu gerakkan dagu Anda ke bawah dan lebih ke bawah ke arah dada.
- Kembali ke posisi awal dan ulangi sebanyak 5 hingga 10 kali.
5. Pembedahan


Jika obat antinyeri dan penerapan gaya hidup sehat tidak memberikan hasil yang maksimal untuk mengatasi gejala saraf kejepit di leher, prosedur pembedahan jadi pilihan. Pembedahan dilakukan untuk menghalangi organ atau jaringan tertentu semakin menekan saraf.
Sebelum prosedur ini dilakukan, Anda perlu melakukan serangkaian tes untuk mengetahui lokasi dan area saraf mana yang bermasalah.
Kabartangsel.com
Pemerintahan2 minggu agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Serba-Serbi4 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport4 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Sport2 minggu agoJadwal Timnas Indonesia Piala AFF 2026
Otomotif2 minggu ago6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan
Sport2 minggu agoJadwal Lengkap Piala AFF 2026
Sport4 minggu agoJadwal Bola Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
Tips4 minggu agoReview Sepatu Padel Asics Sonic Smash Padel, Nyaman Dipakai Main Berjam-jam?

























