6 Penyebab dan 5 Cara Mengatasinya

By on Minggu, 5 April 2020

Sendi merupakan tempat bertemunya dua tulang. Selain menjadi penghubung antar tulang, sendi juga membantu memudahkan tubuh bergerak. Maka ketika persendian terganggu oleh sebuah kondisi atau penyakit tertentu, aktivitas Anda pasti akan terganggu. Apalagi jika nyeri sendi terasa pada kaki. Jangan meremehkan sendi kaki yang terasa sakit karena masalah ini bisa berpengaruh pada kesehatan Anda nantinya. Simak macam-macam penyebab nyeri sendi kaki dan cara mengatasi yang bisa dilakukan.

Penyebab nyeri sendi kaki

Dikutip dari Foot Health Facts, satu sisi kaki memiliki 26 tulang yang terhubung oleh lebih dari 30 sendi. Banyak orang mengalami rasa sakit yang melibatkan satu atau lebih dari persendian ini.

Penyebab nyeri sendi itu secara umum dapat dipicu oleh trauma, infeksi, atau peradangan kronis. Lantas, apa saja penyebab nyeri pada sendi kaki?

1. Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah peradangan kronis yang menyebabkan pengapuran sendi. Pengapuran mengakibatkan persendian terasa nyeri dan kaku sehingga sulit digerakkan.

Penyakit ini terjadi akibat tulang rawan yang seharusnya melindungi ujung-ujung tulang dalam persendian menjadi aus dan mengalami kerusakan secara bertahap.

Osteoarthritis cenderung terjadi di usia 60 tahun ke atas. Namun, pengapuran sendi juga bisa mulai terjadi di sekitar 20-30 tahun terutama jika memiki berat badan berlebih.

Osteoarthritis terbilang cukup sulit disembuhkan. Bahkan pada kebanyakan kasus, pengapuran tidak bisa diperbaiki. Namun, ada banyak cara untuk mengendalikan gejala osteoarthritis.

2. Infeksi pada sendi

Penyakit infeksi yang menyerang persendian merupakan kondisi yang cukup serius dan bisa terasa menyakitkan. Bakteri yang masuk ke dalam sendi dapat membuat kerusakan tulang serta tulang rawan yang cepat.

Persendian kaki yang rawan terinfeksi adalah sendi pergelangan kaki. Gejala nyeri sendi kaki yang disebabkan oleh infeksi dapat berupa rasa sakit hebat, pembengkakan, kemerahan, dan juga kehilangan rentang gerak (kaki sulit digerakkan). Di samping itu, ada gejala-gejala penyerta seperti demam tinggi, menggigil, nyeri otot, dan kelelahan.

Sebaiknya, segera dapatkan pengobatan medis agar tidak terjadi cacat sendi kaki permanen.

3. Penyakit jaringan ikat

Penyakit jaringan ikat seperti fenomena Raynaud (Raynaud’s phenomenon) merupakan masalah peredaran darah yang menyebabkan aliran darah ke bagian ujung-ujung tubuh menjadi berkurang drastis.

Kondisi ini biasanya terjadi pada orang-orang yang bermukim di daerah beriklim dingin. Gejala yang dapat dirasakan adalah rasa nyeri, kulit kaki dan tangan memucat, dan lama-lama mati rasa (kebas/baal).

Tanpa pengobatan, minimnya aliran darah yang berlangsung lama dapat menyebabkan jaringan daerah yang terkena mengalami kerusakan permanen.

Selain karena pengaruh suhu rendah, komplikasi rematik pada kaki juga dapat menyebabkan fenomena Raynaud.

4. Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis alias rematik adalah peradangan yang terjadi pada lapisan sendi. Peradangan ini menyebabkan sendi terasa nyeri, kaku, dan membengkak.

Persendian di kaki yang paling sering terdampak rematik adalah jari-jari kaki, pergelangan kaki dan lutut. Rematik juga dapat memengaruhi mata kaki.

Gejala rematik yang umum terjadi pada kaki adalah keusilitan berjalan, dan terasa hangat di sekitar sendi. Nyeri dan kekakuan sendi biasanya memburuk pada pagi hari setelah bangun tidur atau setelah duduk terlalu lama.

5. Asam urat

Penyakit asam urat (gout) adalah peradangan yang disebabkan oleh penumpukan serum asam urat dalam persendian.

Persendian kaki yang paling sering terkena asam urat adalah area pergelangan kaki, ibu jari (jempol, lutut, dan telapak kaki. Serum asam urat yang menumpuk dalam sendi lama-lama dapat mengkristal dan menyebabkan bengkak serta nyeri ketika kaki digerakkan. Rasa sakit pada sendi kaki akibat rematik dapat digambarkan sebagai rasa panas terbakar yang datang tiba-tiba

Gejala asam urat akut bisa berlangsung selama 3 – 10 hari.

6. Penyebab nyeri sendi kaki lainnya

Selain lima hal utama di atas, penyebab sendi kaki terasa sakit lainnya adalah:

Cara mengatasi nyeri sendi kaki

Kaki adalah salah satu bagian tubuh yang paling vital untuk memudahkan kita beraktivitas. Maka dari itu, jangan tunda mencari pengobatan ketika sendi kaki mulai terasa nyeri. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakkan untuk meredakan sakitnya:

1. Istirahat

Di luar dari kondisi-kondisi serius seperti di atas, nyeri sendi kaki kadang dapat diakibatkan oleh tekanan berlebih atau penggunaaan berulang. Jika ini adalah yang menyebabkan sendi kaki Anda sakit, Anda perlu untuk beristirahat terlebih dahulu.

Hindari menggunakan kaki untuk melakukan aktivitas apa pun yang membuatnya dapat menjadi semakin sakit. Saat beristirahat, coba ganjal kaki dengan bantal-bantal tebal untuk mengangkat posisi kaki lebih tinggi dari jantung.

2. Kompres bagian yang sakit

Sembari beristirahat, tidak ada salahnya sesekali mengompres sendi kaki yang sakit dengan handuk hangat. Kompres selama 10-15 menit dan beri jeda sekitar 15 menit sebelum mengulanginya lagi jika Anda merasa perlu.

Suhu hangat membantu melebarkan pembuluh sehingga aliran darah dari jantung akan lebih lancar menuju lokasi nyeri. Hal ini membantu meredakan nyeri dan peradangan.

Sementara jika sendi kaki yang nyeri membengkak, gunakan kompres dingin selama 15 menit. Suhu dingin membantu menghambat pelepasan zat pemicu radang dan mengempiskan bengkak.

3. Minum obat pereda nyeri

Apabila kompres dan istirahat belum cukup meredakan sakitnya, Anda dapat mengonsumsi obat antinyeri golongan NSAID. Obat jenis ini berfungsi meredakan rasa sakit juga pembengkakan pada sendi kaki yang terasa sakit.

Beberapa jenis obatnya adalah ibuprofen, aspirin, parasetamol, atau naproksen. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda agar mendapatkan dosis yang sesuai kebutuhan. Efek samping umum dari obat NSAID adalah sakit perut, gangguan pencernaan, pusing, dan terasa mual.

4. Terapi fisik

Terapi fisik di perawatan yang lebih intensif untuk nyeri sendi kaki? Coba untuk melakukan terapi fisik. Terapi fisik bermanfaat untuk memperkuat otot-otot di sekitar sendi, membuat sendi kaki menjadi lebih stabil, dan juga meningkatkan jangkauan gerak Anda nantinya.

Ada beberapa pilihan yang biasa dilakukan ahli terapi, seperti stimulasi saraf listrik, terapi panas atau dingin, dan lain-lain.

5. Lakukan peregangan dan olahraga

Seberapa sering Anda melakukan peregangan pada tubuh? Melakukan peregangan termasuk di area kaki secara teratur dapat membantu meminimalisir terjadinya nyeri sendi kaki sekaligus melatih otot di sekitarnya. Beberapa gerakan yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah:

  • Gerakkan jari-jari kaki dengan melengkungkannya ke luar dan ke atas telapak.
  • Sambil duduk, letakkan kaki kiri pada paha kanan. Tarik jari-jari kaki ke atas dan rasakan peregangan di sepanjang kaki. Lakukan pada kaki kiri.
  • Letakkan bola golf pada telapak kaki Anda, lalu coba tekan dan gerakkan kaki maju mundur. Gerakan ini akan membuat telapak kaki terasa seperti dipijat. Lakukan selama 2 menit.

Tidak hanya peregangan sederhana, Anda juga perlu berolahraga untuk meredakan sakit pada sendi kaki dan menguatkannya. Jenis olahraga yang bisa menjadi pilihan Anda ketika mengalami nyeri sendi adalah berenang, jalan kaki, dan olahraga lainnya dengan intensitas rendah.

Namun, lakukan olahraga rutin ketika nyeri pada sendi kaki sudah mereda. Berolahraga ketika kaki masih terasa sakit malah dapat memperburuk keadaan.

Selain itu, olahraga juga merupakan salah satu cara efektif untuk menurunkan berat badan. Penurunan berat badan ini diperlukan untuk meminimalisir tekanan berlebih pada sendi di area kaki Anda.

Cara mencegah nyeri sendi kaki

Anda bisa mencoba beberapa hal di bawah ini untuk membantu mencegah nyeri sendi kaki yang berkelanjutan:

  • Gunakan sepatu yang nyaman dengan bantalan yang tidak membuat kaki menjadi pegal.
  • Hindari sepatu dengan hak tinggi terlebih dahulu.
  • Jaga berat badan agar tidak mengalami berat badan berlebih.
  • Lakukan peregangan untuk merelakasasi otot, sendi, juga tulang.
  • Hindari melakukan hal yang berat dan membuat sendi kaki menjadi sakit.

Kabartangsel.com

Source