Pemerintahan
60 Ribu Bibit Ikan Sepat Siem dan Tawes di Sebar di Tandon Ciater Serpong

Dalam rangka konservasi sumber daya alam hayati di Tandon Ciater, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menyebar 60 ribu bibit ikan tawar berupa sepat siem dan tawes.
“Kedua jenis ikan ini hampir punah dan sulit untuk dicari. Bahkan ini saja kita mendapatkannya dari daerah Cianjur. Oleh sebab itu, kita coba budidayakan di Tandon Ciater ini,” ungkap Kepala DPKP Kota Tangerang Selatan Dadang Raharja, Rabu, 6 April 2016.
DPKP Tangsel menebarkan sekitar 1,5 ton ikan yang ukurannya masih sekitar 2 sampai 3 jari. Nantinya beberapa bulan ke depan kedua jenis ikan tersebut akan semakin besar dan bisa dipancing oleh masyarakat Tangsel.
“Tujuan utamanya kita menebar benih untuk memanfaatkan tandon yang ada, kemudian ketika ikan besar bisa dipancing. Karena nantinya lokasi ini menjadi pusat hiburan wisata masyarakat sekitar,” jelasnya.
DPKP Tangsel juga sudah pernah menebarkan benih ikan di beberapa Situ. Hal ini dilakukan dalam menjaga ekosistem yang ada. Ikan–ikan yang ditebar tidak akan merusak ekosistem, justru malah memakan tumbuhan dan plankton yang ada.
Dadang juga mengatakan bahwa ini merupakan pemanfaatan lokasi Tandon. Nantinya bukan hanya menanam bibit ikan saja. Namun lahan yang ada akan ditumbuhi pepohonan dan pemeliharaan hewan.
“Ini bagian dari kawasan pertanian terpadu. Sebagian sudah dimanfaatkan untuk blandongan. Tapi nanti di belakang blandongan akan dilakukan pertanian terpadu yang ke depannya akan membuat edu-agrowisata,” jelasnya.
Dilokasi tersebut nanti ada cluster khusus pertanian, peternakan, perikanan, dan berbagai jenis hewan sebagai sebuah percontohan untuk pusat pembelajaran anak-anak.
Sementara itu di tempat yang sama, Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menjelaskan bahwa bibit yang ditebarkan sudah jarang diternakkan oleh masyarakat, makanya Pemkot mencoba untuk melestarikannya dengan ditebar di Tandon Ciater.
“Kegiatan ini juga sekaligus untuk melestarikan tandon dan membantu unsur pariswisata. Mudah-mudahan dalam beberapa bulan kedepan ikan sudah besar dan bisa diadakan mancing bersama,” jelas Benyamin.
Selain menjadi pengendalian banjir, kata Wakil Walikota ini juga menjadi objek wisata. Nanti pemkot akan atur dan bentuk UPT untuk pengelolaan lokasi tersebut.
“Karena ini harus dipelihara, mulai dari debit air, sampah, kebersihan dan lainnya di sini harus dipelihara dengan baik. Saat ini masih di Bina Marga, namun ke depan akan dibentuk UPT khusus mengelola lokasi ini,” pungkasnya. (ris/hms/fid)
Banten1 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Sport6 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional6 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional6 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional6 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Techno2 minggu ago3 Cara Kerja eSIM XL untuk Koneksi Tanpa Kartu Fisik
Nasional6 hari agoProfil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari
Sport1 minggu agoJersey Home & Away Musim 2026/27 Persita Tangerang, Angkat Filosofi “Zirah Pendekar Cisadane”






































