Connect with us

Lifestyle

9 Komplikasi Akibat Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah kondisi terhalangnya aliran udara keluar dan masuk ke paru-paru yang disebabkan oleh peradangan paru yang berlangsung terus-menerus (kronis). Penyakit ini tak bisa disembuhkan, tapi gejala yang ditimbulkan PPOK bisa dikendalikan agar tidak memburuk dan menyebabkan komplikasi. Ada berbagai komplikasi yang dapat ditimbulkan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Simak ulasan lengkap tentang komplikasi PPOK di bawah ini.

Apa saja komplikasi PPOK yang mungkin muncul?

PPOK adalah penyakit paru-paru yang dapat mengakibatkan terhalangnya aliran udara keluar dan masuk ke paru-paru. Kondisi tersebut dapat menyebabkan sesak napas, batuk, bersin, hingga meningkatnya produksi lendir.

Penderitanya dapat mengalami sejumlah komplikasi jika penyakitnya dibiarkan terus berkembang dan tidak menjalani pengobatan PPOK.

Beberapa komplikasi PPOK yang mungkin muncul, antara lain:

Advertisement

1. Hipoksia

beda hipoksemia dan hipoksia adalah

Orang dengan penyakit paru obstruktif kronis biasanya memiliki kerusakan pada jaringan paru-parunya. Kesulitan bernapas jadi salah satu akibat yang muncul.

PPOK merupakan kondisi gangguan paru yang terdiri atas bronkitis kronis dan emfisema. Keduanya kondisi ini juga akan membatasi aliran udara yang masuk ke dalam tubuh.

Terbatasnya aliran udara yang masuk ke dalam tubuh akan membuat paru-paru mengalami kesulitan dalam mengambil oksigen dan melepaskan karbondioksida. Akibatnya, oksigen yang masuk ke dalam tubuh menjadi lebih sedikit. Keadaan ini dapat meningkatkan risiko hipoksia.

Advertisement

Hipoksia adalah kondisi kurangnya oksigen bagi sel dan jaringan tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan sejumlah komplikasi serius lainnya yang terkadang bisa mengancam nyawa. Itu sebabnya mengetahui tanda-tanda dan gejala hipoksia sangat penting agar dapat segera mengatasinya sebelum berkembang menjadi keadaan yang lebih membahayakan.

2. Infeksi pernapasan

pleuropneumonia

pleuropneumonia

Dikutip dari Mayo Clinic, orang dengan PPOK cenderung lebih mudah terserang pilek, flu, dan pneumonia. Infeksi pernapasan apa pun cenderung menyebabkan sesak napas dan kerusakan pada jaringan paru-paru yang lebih parah.

Dalam sebuah penelitian yang disebutkan di International Journal of Chronic Obstructive Pulmonary Disease, PPOK merupakan faktor risiko penting yang dapat memperburuk keadaan orang dengan infeksi influenza. Studi ini dilakukan pada pasien yang dirawat di rumah sakit dengan penyakit pernapasan akut.

Infeksi influenza diketahui merupakan salah satu penyebab umum pneumonia. Oleh karena itu, ketika pertahanan tubuh di sistem pernapasan melemah akibat PPOK, infeksi influenza yang mungkin menyerang cenderung lebih mudah mengakibatkan pneumonia.

Advertisement

PPOK dan pneumonia saling berhubungan karena kondisi PPOK menyebabkan melemahnya pertahanan sistem pernapasan. Akibatnya, Anda lebih berisiko kena pneumonia. Orang dengan PPOK yang kena pneumonia juga memiliki risiko lebih tinggi untuk meninggal dunia akibat lebih lemahnya sistem imun tubuh.

Pasien PPOK lebih rentan mengalami pneumonia karena kondisi medis yang mereka miliki. Menurut jurnal Tuberculosis and Respiratory Disease, kondisi-kondisi itu meliputi produksi lendir dan peningkatan jumlah bakteri selama eksaserbasi (ketika gejala PPOK dirasa semakin parah).

3. Gagal jantung

mencegah gagal jantung

mencegah gagal jantung

Salah satu komplikasi yang paling fatal dari PPOK adalah gagal jantung. Hal ini terjadi karena fungsi paru-paru sangat berkaitan dengan fungsi jantung. Ketika paru-paru bermasalah, jantung juga akan terpengaruh seiring berjalannya waktu.

Dikutip dari American Thoracic Society, gagal jantung terjadi pada 5-10% orang dengan PPOK parah. Selain itu, PPOK juga dapat meningkatkan penyakit jantung lainnya, seperti serangan jantung. Namun, alasan terjadinya hal tersebut belum sepenuhnya dipahami.

Advertisement

4. Kanker paru-paru

Kanker paru

Kanker paru

Orang dengan PPOK memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker paru-paru. Mereka juga cenderung mendapatkan hasil buruk setelah didiagnosis dan melalui pengobatan kanker.

Hubungan antara PPOK dengan kanker paru-paru telah dilaporkan dalam banyak penelitian. Komplikasi PPOK yang satu ini juga tergantung pada usia dan seberapa parah kebiasaan merokok.

American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine menyebutkan bahwa risiko kanker paru-paru pada perokok dengan PPOK adalah dua hingga kali lipat lebih besar dibandingkan dengan perokok tanpa PPOK.

PPOK dan kanker paru sama-sama disebabkan oleh merokok dan telah banyak bukti yang menyebutkan bahwa kedua penyakit tersebut saling berhubungan.

Advertisement

Kanker paru-paru biasanya merupakan kondisi yang berakibat fatal. Itu sebabnya, penting untuk melakukan pencegahan komplikasi PPOK agar penyakit tak meluas dan semakin merusak paru-paru. Salah satu cara utama untuk melakukan pencegahan PPOK adalah berhenti merokok.

5. Diabetes

manfaat cek gula untuk neuropati diabetesi saat puasa

manfaat cek gula untuk neuropati diabetesi saat puasa

Diabetes muncul lebih sering pada orang dengan PPOK. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hubungan keduanya. Jurnal yang dipublikasikan oleh BioMed Central menyebutkan bahwa diabetes merupakan komplikasi yang dialami 2-37% pasien dengan PPOK.

Penderita PPOK dengan diabetes mungkin mengeluhkan gejala dari PPOK yang cenderung lebih buruk. Ini karena diabetes dapat merusak sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) yang dapat memengaruhi fungsi paru-paru mereka.

Dampak merokok terhadap orang PPOK dapat memperburuk gejala diabetes yang dimiliki. Itu sebabnya, berhenti merokok menjadi salah satu cara utama untuk mencegah komplikasi PPOK dan membuat penyakitnya meluas lebih jauh lagi.

Advertisement

6. Edema (retensi cairan)

sindrom angioedema

sindrom angioedema

PPOK sering menyebabkan komplikasi berupa edema atau pembengkakan pada kaki atau tangan. Penyebab orang dengan PPOK dapat menahan garam dan air dalam tubuhnya tidak sepenuhnya dapat dijelaskan. 

Jurnal yang dipublikasikan dalam National Center for Biotechnology Information menyebutkan bahwa kondisi itu mungkin disebabkan oleh beberapa kelainan pada ginjal. Umumnya, kelainan ini memburuk akibat keparahan PPOK. 

7. Osteoporosis

penyebab osteoporosis pada pria

penyebab osteoporosis pada pria

Banyak orang dengan PPOK mengalami kekurangan asupan oksigen. Hal ini kemudian dapat menyebabkan gangguan pada asupan oksigen dan nutrisi pada sel-sel tulang. Hal ini kemudian menyebabkan menurunnya kepadatan mineral tulang.

Studi yang disebutkan dalam International Journal of Chronic Obstructive Pulmonary Disease menyatakan bahwa penurunan kepadatan mineral tulang dan penurunan kualitas tulang dapat menyebabkan kerapuhan tulang, serta mengakibatkan patah tulang pada pasien PPOK. 

Advertisement

Risiko komplikasi osteoporosis dapat terjadi pada pasien PPOK yang berusia lebih tua, terlalu kurus, kurang aktivitas fisik, dan kurang vitamin D. Dokter perlu memeriksa risiko osteoporosis pada pasien PPOK untuk mencegah risiko patah tulang. 

Pemeriksaan rutin dapat membuat dokter mendiagnosis osteoporosis pada pasien PPOK dalam tahap awal. Dengan begitu, dokter bisa memberikan pengobatan yang tepat untuk mencegah patah tulang. 

8. Demensia

perbedaan demensia dengan delirium dan depresi

perbedaan demensia dengan delirium dan depresi

Orang dengan PPOK diketahui punya risiko lebih tinggi dalam hal penurunan kognitif. Mereka juga memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami kerusakan saraf.

PPOK merupakan salah satu faktor risiko terjadinya demensia. Penurunan kognitif pada mereka yang menderita demensia, terutama pada orang lanjut usia, membuat penanganan gejala PPOK semakin sulit.

Advertisement

Orang dengan PPOK yang berusia lebih dari 75 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami komplikasi demensia daripada mereka yang berusia 65 tahun. Usia merupakan faktor risiko untuk demensia, dengan atau tanpa PPOK.

9.Depresi

gejala depresi

gejala depresi

Kesulitan bernapas akibat PPOK dapat membuat Anda tidak bisa melakukan kegiatan yang Anda sukai. Hidup dengan penyakit serius dan kronis, seperti PPOK, juga bisa mengembangkan komplikasi berupa depresi.

Secara khusus, gangguan suasana hati, seperti depresi berat, distrofia ( gejala depresi kronis dengan tingkah keparahan ringan), depresi ringan, dan gangguan kecemasan (gangguan kecemasan umum, fobia, dan gangguan panik) adalah komplikasi yang sering terjadi pada pasien dengan PPOK.

Jurnal yang dipublikasikan European Respiratory Society menyebutkan bahwa hubungan antara PPOK dan depresi cenderung tidak langsung. Depresi dapat menjadi penyebab dan konsekuensi dari PPOK. Namun, penjelasan yang menghubungkan PPOK dengan depresi belum ditemukan.

Advertisement

Merokok meningkatkan risiko dan keparahan PPOK, sehingga menyebabkan aktivitas sehari-hari menjadi berat dan membuat stres. Hal ini kemudian dapat meningkatkan risiko depresi atau kecemasan pada orang dengan PPOK.

Gangguan kecemasan dan depresi pada orang dengan PPOK yang tidak diobati dapat membuat kondisi semakin parah. Jika Anda mengalami kondisi ini, Anda perlu melakukan rehabilitasi paru, berhenti merokok, dan mengikuti terapi obat-obatan psikologis dan antidepresan.

Apa yang bisa saya lakukan untuk mencegah komplikasi Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)?

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat mencegah komplikasi akibat PPOK: 

1. Berhenti merokok

Cara utama untuk mencegah komplikasi akibat PPOK adalah dengan menghentikan penyebab utama PPOK, yaitu merokok. Langkah ini dapat membantu Anda mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker paru-paru. 

Advertisement

2. Vaksinasi

Ikuti vaksinasi flu tahunan dan vaksinasi rutin untuk pneumonia pneumokokus demi mengurangi risiko Anda terkena komplikasi infeksi pernapasan, seperti influenza dan pneumonia. 

3. Cari bantuan untuk mengatasi depresi

Bicaralah dengan dokter jika Anda merasa sedih atau tidak berdaya, atau jika Anda mungkin mengalami gejala gangguan kecemasan dan depresi. Anda juga membutuhkan bantuan untuk mengatasi stres akibat mengidap PPOK. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum14 jam ago

Dorong Generasi Muda Bijak dan Aman di Era Digital, Polres Tangsel Bekali Pelajar dengan Pemahaman AI

Nasional14 jam ago

Wapres Gibran Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana

Techno1 hari ago

Google Chrome Tidak Bisa Dibuka? Ini Cara Mengatasinya

Sport3 hari ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan3 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis4 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten5 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport7 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport7 hari ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport1 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan1 minggu ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional1 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan1 minggu ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport1 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport1 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Sport7 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Populer