Connect with us

Lifestyle

Sindrom Peradangan Multisistem, Gejala COVID-19 pada Anak

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat (CDC) mengeluarkan peringatan tentang munculnya kondisi langka terkait gejala COVID-19 pada anak.

Risiko gejala berat saat terinfeksi virus SARS-CoV-2 disebut bisa terjadi pada orang dengan penyakit penyerta dan usia lanjut. Tapi anak tanpa penyakit penyerta ternyata juga bisa mengalami gejala COVID-19 yang berbahaya, salah satunya karena sindrom peradangan multisistem atau disebut dengan Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C). 

Bagaimana sindrom peradangan multisistem menyerang anak yang terinfeksi COVID-19?

Advertisement

Sindrom peradangan multisistem pada anak terkait gejala dan komplikasi COVID-19

penyakit kawasaki covid-19 anak

Sindrom peradangan multisistem pada anak ini adalah penyakit serius yang baru dikenali dan diduga berkaitan erat dengan infeksi virus SARS-CoV-2. Sindrom ini tampaknya merupakan komplikasi tertunda dari infeksi COVID-19, tapi belum semua anak dengan gejala MIS-C dinyatakan positif COVID-19. 

Kamis (3/9) CDC menyebut telah menerima laporan 729 kasus terkait kondisi langka sindrom peradangan multisistem tersebut. Mayoritas kasus langka ini terjadi pada anak yang telah terkonfirmasi positif COVID-19, yakni sebanyak 783 atau 99 persen dari total kasus. Sisanya terjadi pada anak yang pernah berkontak erat dengan pasien positif COVID-19.

“MIS-C ini adalah sindrom baru,” tulis CDC dalam laporan tertulisnya. 

Advertisement

“Masih banyak yang perlu diketahui kenapa sebagian besar anak-anak mengalami gejala ini setelah mereka terkonfirmasi positif COVID-19 atau pernah berkontak erat dengan pasien COVID-19, tapi ada yang tidak (tidak berhubungan dengan COVID-19),” lanjutnya. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19

Negara: Indonesia

Advertisement

Tanda dan gejala

sindrom peradangan multisistem pada anak terkait infeksi covid-19 virus corona

sindrom peradangan multisistem pada anak terkait infeksi covid-19 virus corona

Sindrom peradangan multisistem ini menyebabkan peradangan pada jantung, paru, ginjal, otak, kulit, mata, atau organ pencernaan. 

Beberapa gejala lainnya mirip seperti penyakit sindrom kawasaki, yakni:

  • Ruam di banyak bagian tubuhnya
  • Mata merah, tangan dan kaki bengkak 
  • Bibir pecah-pecah
  • Lidah bengkak yang terlihat seperti stroberi
  • Sakit leher karena kelenjar getah bening di leher yang membesar

Karena menyerang sistem pencernaan, sindrom peradangan multisistem ini juga biasanya memperlihatkan gejala diare, muntah, perut bengkak, atau sakit perut.

Persatuan dokter anak Amerika Serikat mengatakan,karena informasi mengenai penyakit ini masih sangat baru, belum semua gejala terkait sindrom ini diketahui dan tercatat.  Kondisi gejalanya bisa saja berbeda antara satu anak dan anak lainnya. 

Advertisement

Hal utama yang harus diperhatikan Anak dengan sindrom peradangan multisistem ini mengalami demam minimal 37,8 derajat celsius selama minimal 24 jam dan terbukti mengalami peradangan pada setidaknya dua organ tubuh. 

Gejala gangguan pernapasan yang umumnya terjadi pada pasien infeksi COVID-19 mungkin bisa muncul atau mungkin juga tidak muncul dalam sindrom peradangan multisistem pada anak.

Penyebab

gejala covid-19, kesehatan jantung dan paru

gejala covid-19, kesehatan jantung dan paru

Penyebab MIS-C belum sepenuhnya dipahami dan sampai saat ini sedang diteliti secara aktif oleh beberapa rumah sakit dan lembaga di Amerika Serikat dan di negara lain.

Beberapa peneliti di Rumah Sakit Anak Boston menduga bahwa MIS-C disebabkan oleh respons kekebalan tubuh yang tertunda pada virus SARS-CoV-2. Entah bagaimana respon kekebalan timbul berlebihan dan  menyebabkan peradangan yang merusak organ. 

Advertisement

Ada juga kemungkinan reaksi kekebalan yang dibuat anak-anak terhadap virus yang berhubungan dengan faktor genetik.

Meski MIS-C ini menjadi gejala serius terkait COVID-19 pada anak, CDC mengatakan secara keseluruhan infeksi pada anak masih cenderung lebih ringan dibanding pada COVID-19 pada lansia.

Hanya sebagian kecil anak yang tampak mengalami tanda dan gejala MIS-C, dan sebagian besar sembuh dengan cepat.

Imunisasi di Tengah Pandemi COVID-19 Tetap Penting, tapi Amankah?

Bagaimana risiko COVID-19 pada anak yang sejauh ini telah diketahui?

anak demam dan ruam

anak demam dan ruam

Setelah seorang anak dinyatakan MIS-C, ia memerlukan pemantauan terus menerus terhadap tingkat peradangannya, pembekuan darah, fungsi hati, dan aspek lain penyakitnya. 

Advertisement

Anak juga harus dipasangkan ekokardiogram (pemeriksaan kondisi jantung) untuk mengevaluasi jantung dan pembuluh darah mereka.

Para dokter mengatakan kesehatan pasien yang terkena sindrom peradangan multisistem pada anak (MIS-C) ini harus terus dipantau hingga beberapa tahun ke depan, terutama kondisi kesehatan jantungnya. 

“Dengan gejala serupa penyakit kawasaki, sindrom ini dikhawatirkan membuat anak-anak berisiko mengalami masalah jantung koroner di kemudian hari yang dapat menyebabkan serangan jantung dini,” Dr. Michael Bell, kepala pengobatan dan perawatan kritis di Children’s National Hospital, United States.

Advertisement

Source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum2 hari ago

Dorong Generasi Muda Bijak dan Aman di Era Digital, Polres Tangsel Bekali Pelajar dengan Pemahaman AI

Nasional2 hari ago

Wapres Gibran Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana

Techno3 hari ago

Google Chrome Tidak Bisa Dibuka? Ini Cara Mengatasinya

Sport4 hari ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan5 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis6 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten7 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport1 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan1 minggu ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional1 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan1 minggu ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer