Jakarta, Kominfo – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika merebut penghargaan tahunan Better Satellite World Awards ke-6. Penghargaan itu diberikan kepada lembaga yang mengembangkan inovasi disruptif layanan telekomunikasi satelit untuk menjadikan dunia lebih sejahtera, lebih sehat, berpendidikan lebih baik, berkelanjutan, dan inklusif bagi umat manusia.
BAKTI Kominfo memperoleh penghargaan kategori Honorable Mention atas penyediaan layanan internet untuk sekolah. Penghargaan yang diumumkan Kamis (05/11/2020) itu juga menyebutkan inovasi BAKTI Kominfo membangun infrastruktur telekomunikasi bagi pemerintah daerah di pelosok serta mendukung telemedicine, e-health dan layanan penanggulangan bencana.
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyatakan kerja BAKTI Kominfo bersama mitra ditujukan untuk meningkatkan rasio internetifikasi yang digunakan dalam mendukung layanan pendidikan, pemerintah desa dan kesehatan di daerah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T. “BAKTI Kominfo menyediakan infrastruktur digital guna meningkatkan rasio internetifikasi di wilayah 3T,” tuturnya di Jakarta, Jumat (06/11/2020).
Menteri Johnny mengapresiasi perhatian lembaga dunia atas upaya pemerataan akses internet di Indonesia. “Ini mendapatkan perhatian lembaga dunia dan BLU Bakti Kominfo akan terus berkarya meningkatkan pemerataan sinyal 4G. Menjangkau yang tidak Terjangkau sinyal 4G,” tandasnya.
Pemilihan penerima penhargaan dilakukan juri internasional yang terdiri dari profesional dan pimpinan industri lintas sektor. Selain BAKTI Kominfo, Honorable Mention juga diberikan kepada Omanos Analytics atas inovasi dalam mengombinasikan data amatan bumi dan kompleksitas wilayh dalam kebutuhan akutabilitas kerisakan sosial dan lingkungan. Penghargaan itu menurut rencana akan diserahkan pada tanggal 7 Desember 2020.
Director of Development and Innovation Space & Satellite Professionals International, Louis Zacharilla menyatakan ada tiga penghargaan Better Satellite World Award 2020 yang diberikan oleh SPPI. Pertama, Avanti Communications lewat Bidi Bidi Project yang menggunakan teknologi satelit di seluruh Afrika Sub-Sahara, Eropa, dan Timur Tengah.
Kedua, SATMED sebuah platform berbasis satelit e-Health milik Pemerintah Luksemburg yang menggabungkan perawatan medis, pendidikan, dan manajemen kesehatan dalam satu platform yang bisa diakses dari mana saja.
Ketiga, SatSure AG yang merupakan startup aplikasi luar angkasa DeepTech yang menyediakan kecerdasan spasial untuk klien perbankan dan asuransi di seluruh dunia. “Ini adalah tiga transformasi penggunaan satelit di berbagai penjuru dunia yang membuat dunia menjadi lebih baik,” tuturnya.
SSPI merupakan organisasi yang ingin mempromosikan inovasi dan talenta industri luar angkasa dan satelit terbaik dunia. SSPI juga mempromosikan nilai luar biasa dari ruang dan satelit melalui kisah-kisah dramatis perusahan dan teknologi yang membuat dunia menjadi lebih baik, termasuk memprediksi pertumbuhan ekonomi antariksa senilai USD 1 Triliun di masa depan. (rls/fid)
Bisnis2 minggu agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan2 minggu agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Bisnis4 minggu agoSharp Indonesia Ajak Masyarakat Berpartisipasi di “Run for the Future” tanggal 21 Juni 2026
Tangerang4 minggu agoPN Tangerang Kabulkan Gugatan Developer atas Sengketa Lahan di Kadu Jaya Curug
Bisnis4 minggu agoAQUVIVA Berangkatkan Umrah 3 Marbot Masjid dan 6 Pemenang Kejutan Tutup Botol Ramadan ke Tanah Suci
Pemerintahan2 minggu agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Bisnis4 minggu agoKebijakan Bebas Pajak EV Dinilai Percepat Pertumbuhan SPKLU Swasta
Bisnis4 minggu agoLay’s Jadi Sponsor Resmi FIFA World Cup 2026














