Sekretariat Bersama Rakyat (Sekber) Banten menggelar diskusi politik dengan tema “Mengupas Pilkada Banten” di RM Saung Serpong, Lengkong Wetan, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu, (29/10/2016). Bertindak sebagai ketua penyelenggara adalah Trio Adisyahputra (Ketua Sekber Provinsi Banten).
Ada tiga pembicara yang hadir dalam diskusi tersebut, antara lain Jazulli Abdillah (Tim pemenangan paslon WH-Andhika), Adi Prayitno (Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah), dan Sukri Rahmatullah (Penasehat Sekber Banten).
Jazulli Abdillah dalam diskusi itu mengatakan, meskipun Rano Karno memiliki tingkat popularitas yang cukup tinggi namun kepuasan publik terhadap kepemimpinannya masih rendah.
“Masyarakat masih belum puas terutama dibidang Infrastruktur, pelayanan kesehatan, dunia pendidikan dan juga tata kelola pemerintahan,”jelasnya.
Hal-hal tersebut, lanjut Jazulli, menjadi perhatian dari Wahidin Halim untuk melakukan pembenahan di Banten ini.
Penasehat Sekber Banten Syukri Rahmatullah mengungkapkan, keprihatinan masyarakat saat ini adalah pembangunan Banten seperti infrastruktur dan juga pelayanan manajerial pemerintahannya.
“Banten terbagi dua wilayah yaitu Tangerang Raya. Permasalahan yang timbul disini adalah bagaimana membangun infrastruktur yang baik. Wilayah Tangerang Raya secara keuangan sudah cukup mendukung tapi sayang pembangunan infrstrukturnya masih belum baik. Sedangkan wilayah Banten lainnya saat ini masih bergulat dengan kemiskinan,” ungkapnya.
Sementara pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menilai kepemimpinan Rano Karno belum masih menunjukan figur yang mampu membawa perubahan bagi Banten. Hal ini tidak dapat dipungkiri yang terjadi di Banten. Sementara itu masyarakat juga tidak boleh menghilangkan fakta bahwa Andhika Hazrumy merupakan putra mahkota dari Atut Chosiyah.
“Banten bukan saja Ciputat, Serpong dan BSD saja, tetapi Banten itu juga Pandeglang dan Lebak dimana banyak sekolah yang roboh. Untuk itu pihaknya menantang siapapun yang menang nanti agar dapat membenahi kondisi Banten sekarang,” kata Adi.
Terkait politik dinasti, Adi Prayitno beranggapan bahwa bahwa politik dinasti saat ini terjadi hampir diseluruh dunia.
“Sebenarnya tidak masalah dengan politik dinasti namun politik dinasti jangan sampai menghancurkan demokrasi dimasyarakat,” ulasnya. (hpt)
Banten2 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional2 minggu ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoProfil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari
Sport1 minggu agoFerry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?
Sport2 minggu agoJersey Home & Away Musim 2026/27 Persita Tangerang, Angkat Filosofi “Zirah Pendekar Cisadane”













