Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang sangat vital dan strategis dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di negara-negara berkembang seperti Indonesia tetapi juga di negara-negara maju.
”Di Indonesia, UMKM selain berperan dalam pertumbuhan pembangunan dan ekonomi, juga memiliki kontribusi yang sangat penting dalam mengatasi masalah pengangguran, itu sudah terbukti,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif Erik Hidayat di sela-sela gelaran Rapat Kerja Nasional Kadin di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta (21/11).
Tumbuhnya usaha mikro, kata Erik, menjadikannya sebagai sumber kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan dengan banyak menyerap tenaga kerja. Dengan posisi demikian artinya UMKM punya peran strategis dalam memerangi kemiskinan dan pengangguran.
Seperti diketahui, kekuatan sektor UMKM sudah terbukti tatkala Indonesia mengalami krisis keuangan pada tahun 1997 – 1998. Hanya sektor UMKM yang masih tumbuh. Pasca krisis ekonomi jumlah UMKM tidak berkurang, justru meningkat terus, bahkan mampu menyerap 85 juta hingga 107 juta tenaga kerja sampai tahun 2012.
Berdasarkan catatan Kadin Indonesia, kontribusi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap produk domestik bruto meningkat dari 57,84 % menjadi 60,34 % dalam 5 tahun terakhir. Serapan tenaga kerja pada sektor ini juga meningkat dari 96,99 % menjadi 97,22 % pada periode yang sama.
Sementara itu, pada tahun 2014 mengacu pada data Kementerian Koperasi dan UKM RI, jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai sekitar 57,9 juta. Diperkirakan pada tahun 2016 ini jumlah pelaku UMKM terus bertambah. Pemerintah menargetkan kontribusi PDB Ekonomi Kreatif mencapai 7 %-7,5 % dan peningkatan devisa negara mencapai 6,5 % – 8 % hingga tahun 2019.
”Kami optimistis, peningkatan kontribusi PDB dari sektor UMKM, meningkatnya devisa dari sektor ekonomi kreatif juga dapat menjadi motivasi untuk lebih mengembangkan sektor ini yang akan menjadi salah satu sektor unggulan Indonesia di masa depan,” ungkap Erik.
Ia mengatakan, pengembangan UMKM sangat terkait dengan inovasi dan daya dukung Ekonomi Kreatif. Tanpa upaya untuk lebih meningkatkan kreatifitas yang inovatif, peningkatan pertumbuhan UMKM akan terhambat dan kalah bersaing dengan produk UKM dari luar negeri.
Untuk itu upaya pengembangan kedua sektor ini yang terintegrasi sangat penting bagi upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Atas dasar dan berbagai potensi yang ada di Indonesia, Kadin Indonesia khususnya Bidang UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan melibatkan para pemangku kepentingan terkait.
Melalui Rakernas ini diharapkan para pemangku kepentingan terkait dapat lebih memperoleh kesamaan misi dalam mendorong dan mengembangkan UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif melalui program dan kegiatan yang terintegratif. Akan juga dirumuskan masukan dan rekomendasi kepada pemerintah terkait kebijakan untuk mempercepat pertumbuhan dan pengembangan UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif agar makin mampu bersaing pada tingkat nasional, regional dan internasional serta mengkoordinasikan, dan mengupayakan sinergi dalam rangka penyusunan program bersama dalam kerangka percepatan pengembangan UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif. (mri/fid)
Sport2 hari agoVeda Ega Pratama Crash di Moto3 GP Amerika 2026
Techno5 hari agoAplikasi WhatsApp Resmi Hadir di Smartwatch Garmin
Techno5 hari agoTrafik Data Indosat Melonjak 20 Persen Selama Mudik Lebaran 2026
Bisnis5 hari agoAmartha Financial Rilis Amartha Empower
Hukum5 hari agoRespons Layanan 110, Polres Tangsel Evakuasi Pohon Tumbang dan Atur Lalin di Pamulang
Bisnis5 hari agoLink Group Rilis Film Horor “Aku Harus Mati”
Bisnis5 hari agoParagon Corp Luncurkan Bright Now by Wardah
Sport2 hari agoGagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 GP Amerika 2026














