Kabupaten Tangerang
BPOM Kabupaten Tangerang Imbau Warga Waspada Kosmetik Palsu

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Tangerang mengimbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati membeli kosmetik baik secara online maupun offline.
“Pastikan bahwa produk tersebut sudah terdaftar di Badan POM dan selalu ingat Cek KLIK (Pastikan Kemasan dalam Kondisi Baik, Baca Informasi pada Label, memiliki Izin Edar dan tidak melebihi masa
Kedaluwarsa),” kata Kepala BPOM Kabupaten Tangerang, Wydia Savitri, pada Kamis, (4/8/2022).
Kata Widya, Loka POM di Kabupaten Tangerang terus berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari peredaran obat dan makanan ilegal dan beresiko terhadap kesehatan dan keselamatan dengan meningkatkan kerjasama lintas sektor dan semua pemangku kepentingan, termasuk meningkatkan peran serta masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu cek-KLIK.
“Loka POM di Kabupaten Tangerang selama semester I tahun 2022 juga melakukan Operasi Gabungan Daerah (Opgabda) yang melibatkan unsur dari Pemkab Tangerang yang tergabung dalam Tim Koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan,” icap Widya.
Ia menjelaskan Loka POM menemukan sebanyak 12.562 butir obat terlarang dengan total estimasi nilai ekonomi Rp 38.156.416. Terhadap temuan tersebut dilakukan penertiban dengan pemberian sanksi administrasi dan penyegelan oleh Satpol PP.
Selain itu, dalam dua minggu terakhir di bulan Juli tahun 2022, Tim Koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan juga telah melakukan Aksi Penertiban Pasar dari Kosmetik Ilegal dan/atau mengandung bahan berbahaya. Aksi penertiban tersebut ditargetkan kepada sarana importir kosmetik maupun sarana distribusi kosmetik di Kabupaten Tangerang.
“Dari 15 sarana distribusi yang diperiksa, diperoleh hasil 12 sarana (80%) tidak memenuhi ketentuan. Dengan temuan produk kosmetik impor telah kedaluwarsa sebanyak 5 item (3%), kosmetik lokal kedaluwarsa sebanyak 7 item (4%), kosmetik impor tanpa izin edar sebanyak 47 item (28%), dan kosmetik lokal tanpa izin edar sebanyak 110 item (65%). Jumlah temuan total 3451 pcs dengan nilai ekonomi sekitar Rp 254.968.500-,” tandas Wydia. (RIK/WT)
Bisnis6 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Bisnis6 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Banten6 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Bisnis6 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Nasional6 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis6 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Bisnis6 hari agoPINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda
Nasional5 hari agoJaringan Muslim Madani: Langkah Menteri IMIPAS Cegah Haji Non Prosedural Sejalan dengan Visi Prabowo Benahi Tatakelola Haji





















