Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berencana untuk menerapkan sistem pemerintahan berbasis teknologi informasi dan komunikasi atau lebih dikenal dengan e-Government pada 2019 mendatang. Karena sistem e-Government atau e-Gov dapat membantu pemerintah dalam menyediakan informasi dan pelayanan publik yang lebih berkualitas, efektif, efisien dengan jangkauan tak terbatas karena menggunakan dunia maya atau cyber sebagai sarananya. Hal ini dapat mendorong terwujudnya good governance dan clean government di Pemprov Banten.
Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Hudaya Latuconsina pada Rabu (1/3/2017) di KP3B, Curug, Kota Serang. Menurutnya, penerapan e-Goverment di Provinsi Banten ditargetkan akan berlaku mulai 2019 mendatang. Saat ini Pemprov Banten tengah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana yang menunjang sistem e-Government dapat diterapkan secara menyeluruh oleh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Provinsi Banten.
“Kami sudah melakukan diskusi dan menjaring masukan dari seluruh OPD membahas e-Gov belum lama ini. Tujuannya, agar sistem informasi manajemen yang terpadu dan terintegrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten ini bisa terwujud dan terciptanya koordinasi, integrasi, sinkronisasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian serta terselenggaranya pemakaian sumberdaya secara efektif dan efisien dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang melibatkan pemerintah, masyarakat, stakeholder dan akademisi,”jelas Hudaya
Hudaya menjelaskan, banyak manfaat yang diperoleh pemerintah dari penerapan e-Gov tersebut. Diantaranya adalah memperbaiki kualitas pelayanan publik, terutama dalam hal efektivitas dan efisiensi, meningkatkan transparansi, kontrol serta akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka penerapan konsep good governance dan clean government, mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi dan interaksi yang dikeluarkan pemerintah, memberikan peluang pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru melalui interaksi dengan pihak-pihak yang berkepentingan, menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat secara cepat dan tepat menjawab berbagai permasalahan publik, memberdayakan masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam proses pengambilan kebijakan publik yang setara dan demokratis, memperluas partisipasi publik dimana masyarakat dimungkinkan untuk terlibat aktif dalam pengambilan keputusan atau kebijakan pemerintah, memperbaiki produktivitas dan efisiensi birokrasi serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“Saat ini posisinya sudah pada tahap pematangan yakni inventarisasi kebutuhan sarana prasarana (sarpras) dan daya dukung, setelah sebelumnya telah dibuat masterplan sebagai tahap persiapan. Tahap selanjutnya yang saat ini masih dalam proses adalah pematangan yakni penyediaan, pemenuhan dan pembangunan sarpras dan daya dukung, dan tahap pemanfaatannya. Ini terus kita kawal agar setiap pada saat pemanfaatannya nanti berjalan optimal,”pungkasnya.
Sementara, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten Komari menambahkan, sebagai OPD yang akan berperan penting dalam penyiapan sarana prasarana teknologi informasi dan komunikasi yang dibutuhkan untuk e-Gov, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan seperti kemampuan server yang memadai, aplikasi dan sarpras lainnya. Bahkan beberapa aplikasi layanan masyarakat yang terdapat di website resmi bantenprov.go.id sudah banyak yang dimanfaatkan publik untuk mendapatkan informasi dan pelayanan yang lebih cepat dan efisien tanpa perlu mendatangi kantor OPD yang bersangkutan.
“Dalam menunjang sarana prasarana e-Gov ini, beberapa hal yang sudah kami lakukan diantaranya menyediakan data centre, pembangunan jaringan interkoneksi fiber optik (FO) di lingkungan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), layanan pengaduan online, menyediakan website terpadu, email resmi (@bantenprov.go.id) untuk pegawai Pemprov hingga layanan akses intranet dan internet untuk OPD di lingkungan KP3B. Untuk selanjutnya, kami juga akan menyiapkan ruang command centre dan melakukan integrasi beberapa aplikasi, ”jelas Komari
Komari meyakini, dengan diterapkannya sistem e-Government di Pemprov Banten, pemberian informasi dan pelayanan pemerintah terhadap masyarakat akan lebih berkualitas dan tata kelola pemerintahan menjadi lebih profesional, efektif dan efisien. Oleh karena itu, pihaknya sangat siap dalam memfasilitasi segala hal yang diperlukan untuk e-Gov sesuai tupoksi dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian.
“Sehingga nantinya tidak ada lagi masyarakat yang tidak atau terlambat dilayani oleh pemerintah, karena e-Government ini kan sifatnya real time atau seketika. Makanya, SDM-nya juga yaitu ASN harus lebih sigap, cekatan dan tentunya berjiwa melayani.”tutupnya. (rls)
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan Tangsel One, Akses Layanan Kini Cukup Lewat WhatsApp Berbasis AI
Pemerintahan6 hari agoPilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan Normalisasi Drainase Hingga Penataan Kawasan Melati Mas
Bisnis5 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Nasional5 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Nasional5 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional5 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Nasional5 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Jabodetabek5 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall














