Nasional
Jamu Mufti Besar Kroasia, Kemenag Perkenalkan Majelis Taklim hingga Dai Kebangsaan

Kementerian Agama (Kemenag) menerima kunjungan Mufti Besar Kroasia, Aziz EF. Hasanović di Gedung Kemenag, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Senin (18/11/2024). Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin memperkenalkan peran Majelis Taklim, Penyuluh Agama Islam, dan Majelis Dai Kebangsaan dalam menjaga keberagaman di Indonesia.
Kamaruddin menyampaikan, Majelis Taklim, Penyuluh Agama Islam, dan Majelis Dai Kebangsaan memiliki peran penting dalam memberi solusi di bidang keagamaan. “Peran-peran kelompok yang dibina pemerintah ini sangat membantu dan mampu memberi solusi, terutama dalam bidang keagamaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Majelis Taklim di Indonesia memiliki lebih dari 100 ribu kelompok terdaftar, sementara jumlah yang belum terdaftar diperkirakan mencapai dua kali lipat. Aktivitas mereka didukung oleh 50 ribu Penyuluh Agama Islam yang bekerja sama dengan pemerintah.
Majelis Dai Kebangsaan, yang terdiri dari sekitar 12 ribu dai, juga berkontribusi dalam mempromosikan Islam moderat. Kamaruddin menyebut, para dai ini dilatih oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) agar memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
“Mereka bertugas mempromosikan Islam yang moderat sekaligus menjaga stabilitas negara,” terangnya.
Aziz EF. Hasanović mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia dalam memelihara keberagaman melalui pendekatan Islam moderat. Ia menyebut Indonesia sebagai teladan dalam mengelola keberagaman di tengah populasi besar dengan latar belakang agama dan budaya yang beragam.
“Indonesia memiliki populasi besar, tetapi berhasil menjaga keberagaman. Kami berharap dapat belajar dari pengalaman ini,” ujarnya.
Aziz juga menjelaskan kondisi umat Muslim di Kroasia yang hanya 1,5 persen dari total populasi 4 juta jiwa. Meski minoritas, umat Muslim Kroasia aktif menjalin hubungan baik dengan pemerintah.
“Seperti di Indonesia, kami bekerja sama dengan pemerintah. Imam masjid di Kroasia bahkan menerima gaji dari pemerintah,” ungkapnya.
Kerja sama antara pemerintah dan lembaga keagamaan di Kroasia berjalan harmonis. Mufti terlibat dalam penyelesaian berbagai masalah sosial-keagamaan. Bahkan, pengadilan di Kroasia wajib meminta persetujuan Mufti dalam kasus tertentu. Umat Muslim di Kroasia juga mendapatkan hak libur pada Hari Idulfitri, dan khotbah hari raya disiarkan melalui televisi nasional.
Selain itu, pemerintah Kroasia tidak mendiskriminasi umat Muslim maupun agama lain. Dr. Aziz mengungkapkan, pada Hari Kemerdekaan Kroasia, sebanyak 670 orang masuk Islam secara sukarela. “Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada paksaan atau diskriminasi dalam memilih agama,” katanya.
Untuk itu, Ia berharap, hubungan erat antara Kroasia dan Indonesia dapat terus diperkuat melalui kerja sama di bidang keagamaan dan ilmu pengetahuan. “Kunjungan kami untuk mempererat silaturahmi antara kedua negara,” tandasnya.
Nasional4 minggu agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Jabodetabek4 minggu agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Jabodetabek4 minggu agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Kabupaten Tangerang4 minggu agoIntan Nurul Hikmah Ajak Masyarakat Kabupaten Tangerang Ciptakan Lingkungan Ramah Lansia
Tangerang4 minggu agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport3 minggu agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemerintahan4 minggu agoPRA SPMB 2026 Dibuka, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota SMP Negeri




























