Connect with us

Nasional

KH Said Aqil Siroj Restui Gus Hery Haryanto Azumi Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU

Dukungan moral dari para tokoh senior Nahdlatul Ulama terus mengalir kepada Gus Hery Haryanto Azumi yang menyatakan kesiapan maju dalam kontestasi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-35.

Setelah bersilaturahim dengan sejumlah masyayikh di berbagai daerah, Kamis (25/6) malam Gus Hery bersama rombongan berkunjung ke kediaman Ketua Umum PBNU periode 2010–2021, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Pertemuan berlangsung hangat dalam suasana penuh kekeluargaan. Selain membahas dinamika Muktamar NU ke-35, dialog juga menyoroti tantangan kepemimpinan Nahdlatul Ulama pada abad kedua, penguatan peran pesantren, serta pentingnya menjaga persatuan warga nahdliyin di tengah proses regenerasi kepemimpinan organisasi.

Turut hadir dalam silaturahim tersebut Pendiri, Sekretaris Jenderal sekaligus Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Alumni Penerima Beasiswa Super Semar (KMAPBS) periode 1986–2002, KH. Taufik Rachman Abdul Syakur. Organisasi ini memiliki sejarah panjang dalam kaderisasi nasional, termasuk pernah dipimpin Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Majelis Pertimbangan KMAPBS periode 1990–2003.

Advertisement

Rombongan Gus Hery dipimpin Koordinator Tim Dr. H. Fadli Yasir, MA, didampingi Dr. Eng. Akhmad Khusyaeri, MT, Coach A. Syarief C., SE, QWP, CPC, Syaiful Anwar, SE, serta Dr. Waki Ats Tsaqofi.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Said Aqil Siroj menyampaikan doa sekaligus restunya atas ikhtiar Gus Hery untuk mengikuti kontestasi Ketua Umum PBNU. Menurutnya, setiap kader Nahdlatul Ulama yang memiliki niat tulus mengabdi kepada jam’iyah patut diberikan kesempatan untuk mempersembahkan pengabdian terbaiknya.

“Semoga Allah SWT memberikan jalan terbaik. Jika memang Allah mentakdirkan amanah kepemimpinan itu kepada Gus Hery, semoga diberikan kemudahan, kekuatan, dan keistiqamahan untuk memimpin NU dengan penuh keikhlasan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab,” doa KH. Said.

KH. Said menegaskan bahwa kepemimpinan NU membutuhkan sosok yang tidak hanya memahami tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga memiliki kemampuan merangkul seluruh elemen jam’iyah serta mampu menjawab tantangan zaman.

Advertisement

“Yang terpenting bagi seorang pemimpin NU adalah keikhlasan berkhidmat, keteguhan menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, serta kemampuan merangkul seluruh elemen jam’iyah. Pengalaman organisasi, jejaring yang luas, dan kemampuan membaca tantangan zaman merupakan bekal penting untuk membawa NU semakin maju,” tegasnya.

Sementara itu, KH. Taufik Rachman Abdul Syakur mengingatkan agar dinamika pemilihan Ketua Umum PBNU tetap dipahami sebagai jalan pengabdian kepada organisasi, bukan sekadar kompetisi politik.

“Saya berpesan kepada Gus Hery agar tetap menjaga keikhlasan dan kesungguhan dalam setiap langkah. Berjuanglah untuk NU dan umat dengan hati yang bersih. Jika niatnya benar-benar untuk kemaslahatan jam’iyah, insya Allah akan selalu ada pertolongan Allah dan dukungan dari para ulama serta warga nahdliyin,” ungkapnya.

Menanggapi doa dan nasihat para ulama, Gus Hery Haryanto Azumi menyampaikan rasa syukur atas kesempatan memperoleh wejangan langsung dari para tokoh sepuh NU.

Advertisement

Menurutnya, silaturahim tersebut bukan sekadar meminta dukungan, tetapi menjadi ikhtiar memohon doa, nasihat, dan keberkahan dalam menjalankan amanah pengabdian kepada Nahdlatul Ulama.

“Saya datang bukan sekadar memohon dukungan, tetapi lebih dari itu memohon doa, nasihat, dan keberkahan dari para masyayikh. Apa pun hasil Muktamar nanti, yang terpenting bagi saya adalah tetap dapat mengabdi kepada NU dengan penuh keikhlasan,” ujar Gus Hery.

“Amanah para ulama akan selalu menjadi pengingat bahwa perjuangan di NU harus dilandasi niat ibadah dan kemaslahatan umat,” tambahnya.

Silaturahim tersebut juga dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah, KH. Abdul Manan Ghani, yang juga menjabat sebagai salah satu Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat serta pernah menjadi Ketua PBNU pada masa kepemimpinan KH. Said Aqil Siroj.

Advertisement

KH. Abdul Manan Ghani menyampaikan apresiasi atas keberanian Gus Hery maju dalam kontestasi Ketua Umum PBNU. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan merupakan keniscayaan agar NU tetap menjadi organisasi yang dinamis, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Nahdlatul Ulama membutuhkan kader-kader terbaiknya untuk tampil dan siap memikul amanah kepemimpinan. Semakin banyak kader NU yang memiliki pengalaman organisasi, keluasan wawasan, kapasitas intelektual, dan integritas moral bersedia maju, semakin sehat pula proses kaderisasi dan regenerasi di tubuh jam’iyah. Muktamar bukan sekadar memilih seorang ketua, tetapi memilih arah masa depan NU,” katanya.

Ia menilai Gus Hery memiliki pengalaman organisasi, jejaring nasional maupun internasional, serta perhatian yang konsisten terhadap penguatan pesantren, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

“Saya melihat Gus Hery memiliki pengalaman yang cukup, jaringan yang luas, dan semangat pengabdian yang tulus. Yang paling penting adalah menjaga keikhlasan serta menjadikan kepentingan NU dan umat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” tuturnya.

Advertisement

“Siapa pun yang nanti terpilih, kita berharap mampu membawa NU semakin kuat, mandiri, dan berwibawa, baik di tingkat nasional maupun global,” jelasnya.

KH. Abdul Manan Ghani juga mengajak seluruh warga nahdliyin menjadikan Muktamar NU ke-35 sebagai momentum memperkuat ukhuwah dan mempererat soliditas organisasi.

“Kontestasi boleh berlangsung, tetapi persaudaraan harus tetap menjadi fondasi utama. Jangan sampai perbedaan pilihan mengurangi semangat khidmah kita kepada Nahdlatul Ulama. NU akan semakin besar apabila seluruh kadernya berlomba-lomba dalam pengabdian, bukan dalam perpecahan,” pintanya.

Silaturahim ditutup dengan doa bersama agar Muktamar NU ke-35 berlangsung damai, penuh ukhuwah, serta melahirkan kepemimpinan terbaik yang mampu membawa Nahdlatul Ulama semakin kuat sebagai organisasi keagamaan, kebangsaan, sekaligus kekuatan peradaban yang berpengaruh di tingkat nasional maupun global.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sport3 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport3 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport3 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport3 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional4 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan4 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport5 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport5 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport5 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan5 hari ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan5 hari ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan6 hari ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan1 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan1 minggu ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional1 minggu ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional1 minggu ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional1 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional1 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Nasional1 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Sport3 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional1 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport3 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Banten3 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis1 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport1 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis1 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis1 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis1 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis1 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis1 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis1 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional1 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Populer