Serba-Serbi
Meskipun Fitur Live Kembali Aktif, TikTok Panen Ulasan Negatif di Google Play

Fitur TikTok Live yang sempat dihentikan sementara pada Sabtu (30/9), kini kembali dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia. Juru bicara TikTok Indonesia mengonfirmasi bahwa layanan siaran langsung tersebut sudah dapat diakses kembali pada Selasa (2/9/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.
“Kami telah mengaktifkan kembali layanan livestream di Indonesia agar para pengguna dapat memiliki pengalaman TikTok yang lengkap,” ujar juru bicara TikTok.
TikTok menegaskan, langkah ini diiringi dengan peningkatan sistem keamanan. “Bersamaan dengan langkah ini, kami terus menempatkan upaya-upaya pengamanan tambahan selama beberapa waktu ke depan. Kami terus memantau situasi yang ada, dan memprioritaskan upaya dalam menyediakan platform yang aman dan beradab bagi para pengguna untuk berekspresi,” tambah pihak TikTok.
Sebelumnya, fitur TikTok Live dinonaktifkan menyusul eskalasi demonstrasi di Jakarta dan sejumlah wilayah lain di Tanah Air. Penonaktifan dilakukan pada Sabtu (30/9) sekitar pukul 21.00 WIB.
Kebijakan tersebut berdampak terhadap affiliator TikTok yang mengandalkan layanan Live sebagai sumber utama pendapatan. Seorang affiliator yang enggan disebutkan namanya mengaku pendapatannya turun hingga 50 persen selama fitur Live dinonaktifkan.
Aplikasi Dibanjiri Ulasan Negatif di Google Play
Aplikasi TikTok dibanjiri ulasan negatif dari pengguna Indonesia di Google Play setelah fitur siaran langsung (Live) tidak lagi tersedia sejak akhir Agustus 2025. Banyak pengguna memberikan rating bintang satu dan meluapkan kekecewaannya melalui kolom ulasan.
Berdasarkan pantauan di Google Play, mayoritas ulasan bintang satu yang muncul pada 31 Agustus hingga 1 September 2025 menyoroti hilangnya akses live streaming di aplikasi. Sejumlah pengguna bahkan menyebut TikTok “tidak profesional” karena menonaktifkan fitur yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama platform tersebut.
“Fiturnya hilang, kami cari makan lewat aplikasi ini,” tulis salah satu pengguna. Sementara pengguna lain mengungkapkan kekecewaannya: “Kenapa fitur live dimatikan, apa dibayar pemerintah?”
Keluhan juga datang dari para penjual dan kreator konten yang menggantungkan penghasilan pada fitur Live TikTok. Mereka menyebut kebijakan ini merugikan karena tidak bisa lagi berinteraksi langsung dengan audiens maupun melakukan penjualan melalui siaran langsung.
Selain soal hilangnya fitur Live, beberapa ulasan juga menyoroti bug, aplikasi yang kerap lag, hingga tudingan bahwa TikTok tidak berpihak pada pengguna. Beberapa komentar bahkan bernada politis, mengaitkan penonaktifan fitur dengan situasi demo yang tengah berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia.
Meski rating keseluruhan TikTok di Google Play masih bertahan di angka 4,0 dari total lebih dari 22 juta ulasan, tren bintang satu yang mendominasi dalam beberapa hari terakhir menunjukkan adanya penurunan kepuasan pengguna secara signifikan.
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026
Sport2 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak
Nasional4 hari agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib
Banten2 minggu agoHasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27
Sport5 hari agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Sport2 minggu agoPersijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1
Banten2 minggu agoSTAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”





































