Bisnis
75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial

FWD Consumer Outlook Survey, studi yang dilakukan FWD Group Holdings Limited yang berkolaborasi dengan Ipsos, mengungkapkan hasil kajian tentang kesejahteraan finansial, kekhawatiran, serta kesenjangan perlindungan kalangan kelas menengah Asia di berbagai generasi dan tahap kehidupan. Studi ini juga meneliti perbedaan kebutuhan dan perilaku antar generasi, serta bagaimana masyarakat mempersiapkan diri dalam menghadapi risiko finansial di masa depan.
Hasilnya, sekitar dua pertiga (75%) responden merasa tertekan secara finansial, khawatir, atau hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang terutama dipicu oleh kenaikan biaya hidup, ketidakstabilan pendapatan, dan tingginya biaya kesehatan.
Dituturkan Rudy F. Manik, Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, “Setiap generasi menghadapi tekanan dan memiliki prioritas finansial yang berbeda di setiap tahapan kehidupannya. Melalui FWD consumer outlook survey, kami ingin memahami kondisi, kebutuhan, dan kesenjangan perlindungan masyarakat kelas menengah secara lebih mendalam.”
Lebih jauh ia menegaskan, FWD melihat bahwa masyarakat Indonesia saat ini menghadapi tekanan finansial yang semakin kompleks. Sementara itu, terdapat kecenderungan untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan. “Banyak individu yang belum sepenuhnya siap untuk menghadapi implikasi finansial dari usia hidup yang lebih panjang di tengah meningkatnya biaya kesehatan. Temuan ini menjadi hal yang penting untuk membantu industri dalam menghadirkan solusi yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan nasabah,” ungkap Rudy.
Dari hasil survey, masyarakat kelas menengah di Indonesia saat ini cenderung berada dalam posisi berhati-hati secara finansial, dengan sekitar 66% responden merasa stres, khawatir, atau hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini dipicu oleh kenaikan biaya hidup (70%), ketidakpastian pendapatan (43%), dan tingginya biaya kesehatan (40%), sehingga mendorong masyarakat untuk lebih fokus pada menjaga stabilitas finansial dibandingkan pertumbuhan.
Sementara itu, setiap generasi memiliki kebutuhan dan kekhawatiran finansial yang berbeda. Generasi Z (lahir di tahun 1996–2010) berfokus pada upaya dalam mencapai kemandirian finansial dengan dukungan proteksi yang sederhana dan terjangkau.
Generasi Y (lahir di tahun 1981–1995) menghadapi tekanan sebagai sandwich generation di mana generasi ini harus menanggung biaya hidup untuk keluarga inti dan keluarga besar seperti orangtua dan saudara kandung, serta mempertahankan penghasilan hingga risiko inflasi.
Selanjutnya, Generasi X (lahir di tahun 1965-1980) memprioritaskan stabilitas jangka panjang dan mempertahankan kesejahteraan di usia pensiun.
Survei ini juga mengidentifikasi adanya kesenjangan antara harapan hidup, kesiapan finansial, dan kondisi kesehatan di masa depan, di mana rata-rata responden memperkirakan hidup hingga usia 79 tahun, namun tabungan hanya cukup untuk menopang sekitar 19 tahun setelah pensiun. Selain itu, terdapat potensi periode kerentanan kesehatan selama dua hingga empat tahun di masa tua, yang menegaskan pentingnya perencanaan finansial jangka panjang dan solusi perlindungan yang relevan.
Menanggapi hasil survey tersebut, FWD Insurance memahami apa yang menjadi perhatian masyarakat lintas generasi, dengan menghadirkan produk asuransi yang relevan.
FWD Insurance memiliki sejumlah produk tradisional, baik produk asuransi konvensional maupun syariah, antara lain FWD Asuransi Jiwa, produk asuransi jiwa yang dipasarkan lewat platform digital commerce di website fwd.co.id. Produk ini menawarkan manfaat meninggal dunia dengan pilihan uang pertanggungan yang fleksibel. Produk ini dapat dipilih oleh Generasi Z yang mencari perlindungan yang mudah dan cepat dengan premi yang terjangkau.
Ada juga FWD Rencana Sejahtera, produk asuransi jiwa syariah yang memberikan perlindungan jiwa hingga 25 tahun dengan manfaat ekstra selama bulan Ramadan, perjalanan haji dan umrah, dan Manfaat Akhir Masa Asuransi sebesar 100% Uang Pertanggungan yang dipasarkan lewat jalur pemasaran keagenan. Produk ini dapat dipilih oleh masyarakat Generasi Y yang mencari perlindungan multifungsi untuk dirinya dan keluarga.
Selain ii, ada FWD Whole Life Protection, produk asuransi jiwa seumur hidup terhadap risiko meninggal dunia dan penyakit yang tidak tersembuhkan (terminal illness) dengan pilihan Manfaat Hidup sebesar 50 persen Uang Pertanggungan yang akan dibayarkan di usia 55 atau 65 tahun. Produk ini dapat dipilih oleh masyarakat Generasi X yang mencari perlindungan dengan manfaat pasti untuk masa pensiun.
Untuk menjawab kebutuhan akan fleksibilitas dan kemudahan yang terus bertumbuh, FWD Insurance memiliki aplikasi FWD Omne, yang memungkinkan nasabah mengakses berbagai layanan dalam satu platform, mulai dari melihat informasi polis, mengakses kartu asuransi digital (eCard), hingga pengajuan klaim dan pemantauan status transaksi.
“Hasil survei ini semakin memperkuat komitmen kami untuk menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai pusat dari segala hal yang kami lakukan dengan dukungan teknologi. Kami ingin menghadirkan pengalaman berasuransi yang lebih sederhana, mudah diakses, dan relevan, dan memberdayakan nasabah untuk celebrate living,” pungkas Rudy.
Pemerintahan5 hari agoWakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan Resmikan Rumah Pastori GPIB Jurang Mangu
Bisnis7 hari agoIndah Kiat Tangerang Raih PROPER Hijau 2025
Nasional5 hari agoMomen Wapres Gibran Rakabuming Raka Dampingi Presiden Prabowo pada Rapat Kerja Pemerintah
Hukum5 hari agoPolsek Pagedangan Polres Tangsel Dampingi Pemasangan Larangan Buang Sampah di TPS Ilegal Jatake
Tips7 hari agoRekomendasi AC Low Watt Terbaik 2026 untuk Di Rumah yang Hemat Listrik dan Cepat Dingin
Pemerintahan5 hari agoSekda Bambang Noertjahjo Tegaskan Pentingnya Penguatan dan Inovasi Layanan BLUD Kesehatan di Tangsel
Banten5 hari agoPetani Muda Banten Diberangkatkan Magang ke Jepang, DPRD Banten Dukung Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian
Nasional5 hari agoKemhan Siap Dukung SDM Program Prioritas Presiden

















