Nasional
LamiPak Tawarkan Kemasan Aseptik sebagai Solusi Alternatif bagi Industri Minuman Nasional

PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak Indonesia) memperkenalkan berbagai keunggulan kemasan aseptik kepada puluhan pelaku industri minuman dalam negeri melalui sesi berbagi wawasan bersama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia. Kegiatan ini digelar di fasilitas produksi perusahaan di Cikande dan turut dihadiri pejabat Kementerian Perindustrian.
Dalam sesi tersebut, LamiPak menyoroti peran penting kemasan aseptik berbasis kertas karton sebagai solusi alternatif di tengah dinamika global yang memengaruhi rantai pasok bahan baku. Teknologi ini dinilai mampu menjaga kualitas dan keamanan produk tanpa bahan pengawet, sekaligus mendukung distribusi yang lebih fleksibel tanpa memerlukan rantai pendingin (cold chain).
Ketua Umum GAPMMI, Adhi S. Lukman, menegaskan bahwa workshop ini menjadi langkah penting untuk mencari solusi alternatif bagi industri makanan dan minuman agar tetap berkembang. Ia menyebutkan, sebelumnya pasokan kemasan aseptik masih bergantung pada satu pemasok dan impor, namun kini mulai dapat dipenuhi dari dalam negeri seiring investasi LamiPak di Indonesia.
“Dalam mengantisipasi situasi saat ini, terdapat dua aspek penting, yaitu procurement dan manufacturing. Industri perlu meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas sumber pasokan, termasuk kemasan,” ujar Adhi, Selasa (21/4).
Sementara itu, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijanti Punguan Pintaria, menyatakan dukungan pemerintah terhadap inovasi industri minuman nasional, termasuk penggunaan kemasan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa meskipun biaya kemasan aseptik berbasis kertas tidak dapat dibandingkan langsung dengan plastik, secara keseluruhan biaya bisa setara karena tidak memerlukan penyimpanan dingin dan memiliki stabilitas bahan baku yang lebih baik.
Managing Director LamiPak Indonesia, Hongbiao Li, menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen menghadirkan solusi kemasan yang tidak hanya menjawab tantangan saat ini, tetapi juga memperkuat daya saing industri ke depan.
“Kami ingin berkontribusi dalam mendukung industri minuman yang lebih adaptif dan berkelanjutan melalui kemasan aseptik,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, LamiPak juga menampilkan berbagai inovasi, termasuk penggunaan sedotan kertas (paper straw) sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Secara nasional, kebutuhan kemasan aseptik diperkirakan mencapai sekitar 8,3 miliar kemasan per tahun, dengan sebagian besar berasal dari segmen produk susu dan minuman berbasis nabati. LamiPak sendiri memiliki kapasitas produksi hingga 21 miliar kemasan per tahun, atau hampir tiga kali lipat dari kebutuhan nasional, sehingga berpotensi memperkuat pasokan domestik dan mengurangi ketergantungan impor.
Sejalan dengan tren global, aspek keberlanjutan juga menjadi fokus utama perusahaan melalui berbagai inisiatif, termasuk roadmap menuju net zero carbon serta pemanfaatan insentif pemerintah untuk modernisasi teknologi produksi.
Melalui inisiatif ini, LamiPak Indonesia berharap dapat terus menjadi mitra strategis bagi industri makanan dan minuman dalam menghadapi tantangan global, sekaligus mendorong transformasi menuju solusi kemasan yang lebih inovatif, efisien, dan berkelanjutan. (fid)
Banten1 hari agoDownload SPTJM SPMB Banten 2026
Bisnis6 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Bisnis6 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Banten6 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Nasional6 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis6 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Bisnis6 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Bisnis6 hari agoPINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda


















