Connect with us

Tokoh

Tubagus Hendra Suherman, Baja dari Banten yang Menempa Transformasi PAM Tangsel

Berbekal pengalaman panjang di dunia korporasi dan badan usaha milik daerah (BUMD), Tubagus Hendra Suherman merupakan sosok profesional yang memiliki rekam jejak kuat dalam kepemimpinan, tata kelola perusahaan, serta pengembangan bisnis. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di berbagai sektor industri, ia dikenal memiliki komitmen tinggi dalam mendorong transformasi organisasi, peningkatan kinerja perusahaan, dan penguatan layanan publik. Kepemimpinannya berorientasi pada inovasi, profesionalisme, dan penciptaan nilai tambah guna mendukung pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Dari Dunia Organisasi, Transportasi hingga Air Minum

Tubagus Hendra Suherman bukan sosok yang dibentuk oleh satu bidang pekerjaan. Perjalanan hidupnya melintasi dunia organisasi, pengelolaan badan usaha milik daerah, transportasi publik, hingga akhirnya memimpin transformasi perusahaan daerah yang kini berfokus pada pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan.

Kariernya tidak selalu bergerak di medan yang nyaman. Ia pernah menghadapi bisnis transportasi publik dengan tekanan biaya operasional, tuntutan agar BUMD tidak terus bergantung pada modal pemerintah, hingga tantangan mengubah perusahaan daerah menjadi korporasi yang sehat tanpa kehilangan fungsi pelayanan publik. Dari perjalanan panjang itulah julukan “Baja dari Banten” menemukan konteksnya: seorang eksekutif yang ditempa oleh berbagai medan sebelum memimpin salah satu transformasi penting BUMD di Tangerang Selatan.

Di balik gaya kerjanya yang serius, orang-orang yang berinteraksi dengannya mengenal Hendra sebagai pribadi yang hangat, ramah dan mudah bergaul. Senyum menjadi bagian yang hampir selalu terlihat dalam perjumpaan sehari-hari. Ia mampu masuk ke banyak lingkungan, membangun percakapan dengan berbagai kalangan dan menciptakan suasana yang cair. Namun, keramahan itu tidak menghilangkan ketegasan ketika menyangkut pekerjaan dan tanggung jawab.

Advertisement

Karakter mengayomi juga menjadi salah satu warna kepemimpinannya. Hendra cenderung menempatkan dirinya sebagai bagian dari tim, bukan sekadar orang yang memberi perintah dari ruang direksi. Ia mendengar, membuka ruang komunikasi dan berusaha menjaga kebersamaan. Tetapi ketika keputusan harus diambil, ia dapat berdiri tegas pada garis yang diyakininya.

Jejak Aktivis Alam Bebas dari Bandung

Pemkot Tangsel Dukung Perseroda PITS Kembangkan SPAM Kali Angke untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat

Sisi lain Hendra terbentuk jauh sebelum ia menjadi pemimpin BUMD. Ketika menjalani masa kuliah di Universitas Padjadjaran, Bandung, Hendra tercatat pernah aktif dalam lingkungan Wanadri, organisasi penempuh rimba dan pendaki gunung yang dikenal memiliki tradisi kuat dalam pendidikan karakter, ketahanan fisik, disiplin, kepemimpinan dan kerja tim.

Pengalaman di dunia kegiatan alam bebas memberi konteks terhadap cara Hendra menghadapi tekanan dalam perjalanan kariernya. Alam tidak mengajarkan seseorang untuk selalu memperoleh keadaan ideal. Orang belajar membaca situasi, mengelola keterbatasan, menjaga kelompok dan mengambil keputusan ketika keadaan berubah. Nilai semacam itu kemudian terlihat dalam gaya kepemimpinannya: lentur dalam pergaulan, tetapi tidak mudah kehilangan arah.

Catatan mengenai aktivitasnya di Wanadri pada masa kuliah ini merupakan bagian dari riwayat personal Hendra yang perlu diperdalam lagi dalam versi profil panjang—terutama tahun angkatan, kegiatan, dan posisi organisasinya—karena penelusuran sumber terbuka yang tersedia belum memberikan dokumentasi rinci mengenai fase tersebut.

Advertisement

Memimpin Pendekar Banten

Hubungan Hendra dengan akar budaya Banten juga bukan sekadar perkara nama. Ia tercatat memimpin organisasi Persatuan Pendekar Persilatan Seni Budaya Banten Indonesia untuk wilayah DKI Jakarta, Bekasi Raya dan Karawang. Jejak kepemimpinannya dalam organisasi tersebut telah muncul dalam pemberitaan sejak 2017 dan pengukuhan kepengurusan pada 2018.

Sebagai Ketua Umum PPPSBBI Korda I, Hendra membawa tiga pilar yang menjadi arah organisasi: syiar dan ukhuwah Islamiah, pelestarian seni budaya dan tradisi luhur bangsa, serta pemberdayaan ekonomi. Ia pernah menyatakan bahwa perjuangan organisasi tidak berhenti pada pelestarian pencak silat, tetapi juga harus menyentuh persoalan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.

Jejak ini membantu menjelaskan mengapa pergaulan Hendra melintasi banyak kelompok. Dunia korporasi mengajarkannya tentang target dan tata kelola. Organisasi budaya mempertemukannya dengan masyarakat akar rumput. Sementara pengalaman alam bebas membentuk tradisi kebersamaan dan daya tahan.

Ditempa di BUMD Transportasi

Sebelum memimpin perusahaan air minum di Tangerang Selatan, Hendra telah melewati pengalaman panjang mengelola BUMD di Kota Bekasi. Ia pernah memimpin PD Mitra Patriot, perusahaan daerah yang antara lain berhadapan dengan pengembangan transportasi publik Transpatriot.

Advertisement

Medan itu bukan pekerjaan ringan. Transportasi publik selalu berada di antara dua tuntutan yang sering bertabrakan: masyarakat menginginkan pelayanan yang murah dan baik, sementara perusahaan harus menanggung biaya armada, bahan bakar, tenaga kerja dan operasional. Hendra pernah berada dalam situasi ketika pendapatan layanan belum mampu menutup seluruh biaya perusahaan.

Justru fase tersebut penting dalam membaca perjalanan kariernya. Ia mengalami sendiri bahwa perusahaan milik pemerintah tidak dapat hanya hidup dari slogan pelayanan publik. BUMD juga membutuhkan model bisnis, efisiensi, tata kelola dan keberanian mencari jalan keluar agar tidak selamanya menjadi beban anggaran daerah.

Tahun 2023, Titik Balik Besar PITS

Babak terpenting dalam perjalanan Hendra di Tangerang Selatan terjadi pada 2023. Sebelum tahun itu, PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan atau PT PITS pada dasarnya dibentuk sebagai BUMD investasi daerah. Akar kelembagaannya berasal dari Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2013.

Di bawah kepemimpinan Hendra, perusahaan memasuki perubahan mendasar. Melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023, bentuk badan hukum PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan berubah menjadi Perusahaan Perseroan Daerah Pembangunan Investasi Tangerang Selatan atau Perseroda PITS. Perubahan itu sekaligus memperkuat arah perusahaan untuk berfokus pada pelayanan penyediaan air minum bagi masyarakat.

Advertisement

Transformasi tersebut lebih besar daripada pergantian nama di papan kantor. Hendra ikut membawa perusahaan investasi daerah menuju identitas baru sebagai BUMD air minum—atau BUMDAM—yang kini dikenal publik melalui layanan PAM Kota Tangsel. Perusahaan yang sebelumnya memiliki mandat bisnis lebih luas dipusatkan pada salah satu kebutuhan paling mendasar sebuah kota: memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap air minum.

Perubahan arah itu membutuhkan restrukturisasi cara berpikir perusahaan. Orientasi investasi harus dipertemukan dengan budaya pelayanan. Perusahaan harus tetap sehat secara keuangan, tetapi ukuran keberhasilannya tidak dapat berhenti pada laba. Ada kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan air yang harus dipenuhi. Strategi PITS kemudian diarahkan pada perluasan cakupan, peningkatan kapasitas produksi, pengembangan jaringan dan kerja sama dengan badan usaha.

Mengubah Perusahaan, Bukan Sekadar Mengganti Nama

Hendra memahami bahwa transformasi BUMD tidak selesai setelah peraturan daerah disahkan. Tantangan sesungguhnya justru dimulai ketika identitas baru harus diterjemahkan menjadi organisasi, investasi dan pelayanan.

Di bawah kepemimpinannya, PITS mendorong pengembangan sistem penyediaan air minum melalui sumber Kali Angke dan Cisadane. Strategi kerja sama dengan badan usaha digunakan untuk memperbesar kapasitas tanpa sepenuhnya menggantungkan seluruh kebutuhan investasi kepada pemerintah daerah.

Advertisement

Transformasi itu kemudian mulai mendapat pengakuan. Setelah memasuki babak baru sebagai BUMD yang berfokus pada air minum pada 2023, Perseroda PITS meraih predikat TOP BUMD Bintang 4 pada 2024. Setahun kemudian predikatnya meningkat menjadi Bintang 5, lalu kembali dipertahankan pada 2026. Hendra sendiri meraih penghargaan TOP CEO BUMD dalam rangkaian pencapaian tersebut.

Prestasi itu tidak berarti seluruh pekerjaan selesai. Penghargaan hanyalah penilaian dari luar. Ukuran paling keras tetap berada di rumah-rumah warga: apakah air mengalir, apakah kualitasnya terjaga, apakah gangguan dapat ditangani, dan apakah cakupan layanan terus bertambah.

Pemimpin yang Hangat, tetapi Tegas

Orang dapat mempelajari laporan keuangan untuk memahami kinerja seorang direktur utama. Namun, karakter kepemimpinan sering kali terlihat dari hal yang lebih sederhana: bagaimana ia berbicara kepada staf, menghadapi orang yang berbeda pendapat, menerima tamu, atau mengambil keputusan ketika keadaan tidak berjalan sesuai rencana.

Hendra dikenal memiliki kemampuan bergaul yang kuat. Ia hangat, mudah tersenyum dan tidak membangun jarak secara berlebihan. Karakter itu membuatnya dapat bergerak di antara dunia yang sangat berbeda—dari komunitas pendekar, jaringan alumni, lingkungan bisnis, pemerintahan hingga pegawai perusahaan.

Advertisement

Namun, sifat mengayomi bukan berarti menghindari ketegasan. Dalam mengelola perusahaan, seorang direktur utama tetap harus menentukan prioritas, menuntut hasil dan mengambil keputusan yang tidak selalu menyenangkan semua pihak. Pada titik inilah dua sisi Hendra bertemu: keramahan dalam hubungan manusia dan ketegasan dalam tanggung jawab.

Baja yang Ditempa Banyak Medan

Tubagus Hendra Suherman bukan produk dari satu jabatan. Ada jejak aktivisme alam bebas pada masa kuliah, kepemimpinan organisasi Pendekar Banten, pengalaman mengelola transportasi publik, tekanan membangun BUMD yang sehat, dan akhirnya tanggung jawab mengubah perusahaan investasi menjadi perusahaan pelayanan air minum.

Baja tidak menjadi kuat karena dibiarkan dalam keadaan nyaman. Ia dibakar, dipukul dan ditempa sebelum menemukan bentuknya. Perjalanan Hendra memiliki pola yang serupa. Ia berpindah dari satu medan sulit ke medan berikutnya dan membawa pengalaman dari setiap fase ke pekerjaan selanjutnya.

Kini ujian terbesarnya berada di Tangerang Selatan. Kota ini tumbuh cepat, sementara kebutuhan air tidak pernah menunggu. Penghargaan dapat disimpan di lemari, laba dapat dicatat dalam laporan tahunan, dan proyek dapat diresmikan dengan seremoni. Namun, warisan seorang pemimpin BUMD pada akhirnya jauh lebih sederhana.

Advertisement

Apakah perusahaan yang ditinggalkannya lebih sehat daripada ketika ia datang? Apakah pegawainya tumbuh? Apakah tata kelolanya lebih kuat? Dan yang paling penting, apakah lebih banyak warga membuka keran di rumah lalu menemukan air benar-benar mengalir?

Jika jawaban atas pertanyaan itu kelak adalah ya, maka julukan “Baja dari Banten” tidak hanya menggambarkan seorang lelaki yang tahan ditempa. Ia akan menjadi cerita tentang seseorang yang berhasil mengubah tempaan panjang hidupnya menjadi pelayanan bagi sebuah kota.

Catatan untuk naskah final media: Klaim mengenai aktivitas Wanadri saya tulis dengan atribusi sebagai riwayat personal karena belum menemukan dokumentasi publik yang cukup rinci untuk tahun angkatan dan posisinya. Sementara transformasi PITS pada 2023 dan kepemimpinan Pendekar Banten memiliki jejak sumber terbuka yang lebih kuat.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer