Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap para pedagang yang telah menerima suntikan dana pinjaman dari pemerintah, seperti melalui pembiayaan Ultra Mikro (UMi), omsetnya bisa bertambah. Jika sebelumnya jumlah pelanggannya hanya 100 orang, harus dibuat agar bisa menjadi 200.
“Jadi memang harus diperluas pasarnya, jangan sampai sudah pinjam karena omsetnya enggak tambah, enggak bisa nyicil, nah ini berbahaya. Jadi semuanya harus disiplin mengangsur, menyicilnya setiap bulan,” kata Presiden Jokowi saat bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi para pedagang penerima UMi, di Psar Sentral, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat (1/3) pagi.
Sebelumnya Presiden Jokowi berpesan, kepada para pedagang penerima UMi, agar hati-hati menggunakan uang pinjaman yang diterimanya. “Yang namanya uang pinjaman harus menyicil tiap bulan, disiplin. Karena kalau ini disiplin naik lagi kelasnya, naik. Jadi mungkin nanti kalau pinjam naik, bisa kita punya warung sendiri, meskipun masih tetap nitip di warung, punya warung juga sendiri, punya toko juga sendiri. Mestinya harus arah ke sana,” tuturnya.
Kepala Negara mengisahkan, dulu dirinya memulai usaha juga sama, kecil sekali, pinjam Rp10 juta, naik Rp30 juta, naik lagi Rp500 juta, naik lagi miliar. Tapi ya lunas akhirnya.
Untuk berusaha, lanjut Kepala Negara, dulu dirinya juga memulai dari nol dan pinjam, Tapi, ya disiplin mengangsurnya , sehingga dipercaya, kalau dipercaya pinjam lagi yang lebih gede gampang.
“Dulu tempat kerja ya seperti ini, separuhnya ini, kecil itu, tapi lama-lama gede, lama-lama gede, kemudian punya pabrik. Memang harus seperti itu. Enggak bisa tahu-tahu punya pabrik. Jadi memang harus kerja keras, jujur disiplin, harus seperti itu,” tutur Kepala Negara.
Presiden Jokowi menjelaskan, pemerintah saat ini sedang mengembangkan banyak sekali, ada Program Mekaar yang juga berkaitan dengan ekonomi-ekonomi kecil, ada UMi yang berkaitan dengan usaha-usaha ultra mikro, ada juga di pondok pesantren yang namanya bank wakaf mikro.
“Kita lakukan semuanya agar ekonomi-ekonomi kecil ini bisa tumbuh menjadi ekonomi menengah, harapan kita itu, bisa naik kelas,” ucap Presiden.
Kalau sudan masuk ke tengah, nanti bisa masuk lagi menjadi gede, besar, pasti. “Semuanya memang dimulai dari kecil, jangan ujug-ujug langsung gede, enggak ada. Rumus seperti itu enggak ada. Semuanya harus lewat kerja keras, disiplin, saya rasa kita akan bisa naik ke kelas yang lebih,” tutur Presiden Jokowi.
Tangsel4 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan3 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan3 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Pemerintahan3 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Tangerang Selatan3 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026
Pemerintahan3 minggu agoBenyamin Davnie: Pemkot Tangsel Dukung LANTIP Perkuat Program Kesehatan dan Pemberdayaan Lansia
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku














