Connect with us

Opini

Berkah Kejujuran

Oleh: @verimulis

“Orang jujur pasti mujur”. Ungkapan ini cukup terkenal dalam khazanah kebudayaan kita. Sejak kecil kita sudah ditanamkan bersikap jujur. Tanpa disadari, kita menganggap bahwa kejujuran itu baik dan kebohongan itu jahat. Walaupun kita tidak tahu landasan setiap penilaian, sampai sekarang kita tetap percaya bahwa kejujuran adalah budi pekerti luhur yang harus dipertahankan.

Memang, bersikap jujur tak butuh alasan. Sifatnya imperatif dari dalam diri yang paling mendasar. Kita hanya butuh berdamai dengan diri sendiri untuk melakukannya. Semua perkataan dan perbuatan yang akan dilakukan konon sudah disuarakan dalam satu bahasa “kejujuran”. Suara itu memerintahkan kita agar menghindar dari setiap alasan-alasan kebohongan. Suara yang menyembul dalam hati, lirih dan tersembunyi.

Karenanya, kejujuran tidak dapat kita lakukan sebelum kita jujur pada diri sendiri. Kita harus mengamini suara hati terlebih dahulu untuk kemudian bersikap jujur pada orang lain. Selama kita mengambil jarak dari suara hati, ucapan dan perilaku kita akan mengapung di atas alasan-alasan klise tak mendasar. Kepribadian kita juga akan mengalami keretakan karena sudut yang saling bersilangan.

Advertisement

Lalu apa arti kejujuran bagi kita dan orang lain? Bagi diri kita, kejujuran mendatangkan ketenangan, kedamaian, dan ketenteraman. Tidak ada orang yang lebih tenang di dunia ini kecuali orang yang jujur pada diri sendiri. Begitu pula tidak ada orang lebih cemas kecuali orang yang hatinya sedang bergejolak. Ini disebabkan manusia memiliki kebutuhan yang bersumber dari dua unsur, yakni hasrat/nafsu (passion) dan jiwa (spirite).

Unsur hasrat mendorong manusia untuk meraih kepuasan, kenikmatan atau kesenangan hidup yang bersifat lahir. Sedangkan unsur jiwa mendorong pada kedamaian, ketenangan, dan ketenteraman batin. Pemenuhan kebutuhan hasrat tidak menuntut manusia jujur pada diri sendiri. Ia hanya butuh dipenuhi tanpa kurang sedikit pun. Namun, pemenuhan kebutuhan jiwa mengharuskan manusia berdamai dengan suara hati.

Suatu waktu, kedua kebutuhan tersebut kadang tarik menarik di atas satu gelombang berlawanan. Satu sisi, kebutuhan hasrat kita memuncak ingin dipuaskan tapi pada sisi lain hati kita berontak melawan. Hasrat mendatangkan beribu alasan namun pendirian hati tetap tak terjungkal. Saat itu kepribadian kita bergejolak seperti ditawan kebimbangan. Maka pada posisi ini, memilih jujur pada hati nurani lebih menguntungkan ketimbang memenuhi hasrat semata.

Mengikuti hati nurani tidak lantas menghilangkan kesempatan meraih kepuasan dan kesenangan. Sebab, hati nurani tidak pernah melarang kita untuk memenuhi tuntutan hasrat. Yang ditentang hanyalah jika pemenuhan itu membuat kita lupa pada jati diri. Misalnya, ingin kaya dengan cara mengambil hak orang lain, makan dengan cara mencuri, mendapat kekuasaan dengan cara culas dan licik, kepuasan seksual dengan pemerkosaan, dan semacamnya. Meraih kepuasan dengan cara seperti ini tidak membuat kita tenang. Segera setelah mendapatkannya hati kita akan cemas, getir dan gelisah berkepanjangan.

Advertisement

Sementara itu, arti kejujuran buat orang lain sangatlah penting. Kejujuran membuka dan mempererat jalinan cinta kasih (silah al-rahm) antar sesama. Hubungan yang dijalani dengan kejujuran menumbuhkan rasa saling percaya sehingga menghasilkan sesuatu yang menguntungkan. Ada timbal balik yang bisa kita dapatkan, baik berbentuk perlakuan moral (misalnya, dipandang sebagai orang baik sehingga diterima di tengah keluarga dan masyarakat) maupun harapan peran (misalnya, dipercaya mampu mengemban tugas dan tanggung jawab tertentu, dll).

Tanpa kejujuran, hubungan tidak akan pernah bertahan lama. Hubungan juga tidak berkualitas karena cenderung merugikan salah satu pihak (parasit). Sekuat apa pun kita mempertahankannya, tali hubungan pasti mengelupas perlahan. Apalagi jika suatu saat kebohongan terbongkar secara nyata. Maka seketika itu juga rasa saling percaya hancur berantakan.

Sekali seseorang diketahui berbohong, sulit untuk kembali mendapat kepercayaan. Sebab biasanya, satu kebohongan akan berusaha ditutupi dengan kebohongan lain. Kita mungkin bersedia memberi kesempatan kedua bahkan ketiga bagi setiap kegagalan, tetapi kita tidak rela membiarkan diri dibohongi walau satu perkataan. Dibohongi itu menyakitkan. Kita pasti kecewa mendapatkannya.

Banyak kasus di mana hubungan yang sudah dibangun bertahun-tahun hancur karena hilangnya rasa kepercayaan. Seorang bos besar memecat bawahannya karena dikhianati, seorang suami bercerai dengan istri karena melanggar janji suci, dua teman karib bermusuhan karena didustai, dan sebagainya. Ini menunjukkan betapa kepercayaan sangat mahal. Sekali mendapat kepercayaan tak berarti dapat dipercaya selamanya. Kepercayaan senantiasa diuji seiring perjalanan waktu.

Advertisement

Oleh karena itu, rasa saling percaya harus dijaga dengan konsistensi kejujuran dan sikap bertanggungjawab. Apa pun keadaan yang dihadapi, tak ada kerugian untuk tetap berkata jujur. Hal-hal yang kita anggap merugikan sebelum berkata jujur sebenarnya bukan kenyataan. Ia hanya sebentuk ketakutan yang menjelma menjadi alasan bagi setiap kebohongan. Dan, realita hidup menunjukkan kebohongan adalah awal dari kegagalan pun kehancuran.

Ada sebuah cerita di mana salah satu perusahaan telekomunikasi ternama sedang mencari tenaga teknis untuk ditempatkan di satu departemen. Banyak pelamar yang datang mengisi formulir untuk kemudian menjalani tes tulis dan psikotes. Namun setelah semua ujian dan prosedur formal diikuti, perusahaan memberi satu pekerjaan rumah: setiap orang dibawakan semangkok bibit kacang hijau untuk disemayamkan dalam jangka waktu tertentu. Peserta yang berhasil merawat hingga tumbuh segar akan mendapat pekerjaan dimaksud.

Setelah sampai batas waktu yang ditentukan, para pelamar kembali lagi ke perusahaan seraya membawa hasilnya. Mereka memamerkan hasil usaha masing-masing sembari membandingkan satu sama lain. Nampak seketika, manajer kesulitan memutuskan siapa yang lolos karena mayoritas membawa bibit yang tumbuh segar.

Namun setelah didata, ternyata ada satu orang peserta membawa bibit yang belum tumbuh. Terlihat di bibit itu sedikit bekas dipupuk, disiram, dan ditanam. Manajer lalu bertanya:

Advertisement

“Kenapa berbeda dengan yang lain? Kenapa tidak tumbuh segar?”.

Dengan penuh penyesalan dan rasa bersalah, peserta itu menjawab:

“Maaf bapak, bibit yang diberikan hingga saat ini belum tumbuh. Padahal, saya sudah memupuknya dan memberi air yang cukup. Semua persyaratan agar bibit ini tumbuh subur dan segar sudah dipenuhi. Tapi anehnya, bibit ini seakan berkepala keras tak mau tumbuh,” jawabnya.

Mendengar penjelasan itu, sang manajer kemudian berkata:

Advertisement

“Engkaulah satu-satunya yang diterima di perusahaan kami,” ucapnya tegas.

Orang itu kaget tak percaya. Lalu manajer melanjutkan:

“Sesungguhnya bibit kacang hijau yang dibagikan kepada para peserta adalah bibit yang telah diproses sehingga tak bisa tumbuh lagi. Dengan begitu, perusahaan akan mudah mengetahui peserta mana yang jujur. Dan ternyata, andalah orangnya. Prinsip perusahaan kami, kejujuran dan tanggung jawab lebih ditinggikan ketimbang sebatas keberhasilan,” kata manajer menjelaskan.

Dari cerita tersebut dapat ditarik pelajaran bahwa kejujuran membuahkan berkah keberuntungan dan keberhasilan. Hasil yang didapatkan berkat kejujuran jauh lebih berarti ketimbang diraih dengan jalan kebohongan. Tentu masih banyak cerita serupa yang bisa kita dapatkan dalam kenyataan hidup sehari-hari.

Advertisement

 * H.Veri Muhlis Arifuzzaman (Ketua Perhimpunan Menata Tangsel dan Alumni pondok pesantren Daar el-Qalam)

Tangerang Selatan1 hari ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan1 hari ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional1 hari ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional1 hari ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional2 hari ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional2 hari ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Pemerintahan2 hari ago

Gantikan Mukroni, H Ika Resmi Jadi Plt Kepala Dispora Tangsel

Pemerintahan2 hari ago

Alasan Mukroni Mundur dari Jabatan Kadispora Tangsel

Pemerintahan2 hari ago

Kadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan

Pemerintahan2 hari ago

Ular Sanca Masuk Permukiman Warga di Rempoa, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Pemberitahuan2 hari ago

Perizinan Tangsel Makin Mudah, SIMPONIE V3 Hadir dengan Fitur Ramah Difabel dan Real-Time

Tangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan2 hari ago

Tangsel One Tambah Fitur Baru, Warga Tangsel Bisa Cari Loker hingga Cek Harga Pasar

Sport2 hari ago

FAM Tuntut Penjelasan FIFA soal Perubahan Waktu Tambahan Indonesia vs Bangladesh

Sport3 hari ago

Tamatlah Sudah Alkisah Kami: Malaysia Cetak 6 Gol ke Gawang Singapura, tapi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 hari ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport3 hari ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Otomotif3 hari ago

iCAR V27, SUV Listrik Bergaya Offroad untuk Perjalanan Kota dan Luar Kota

Opini3 hari ago

Anak Remaja Makin Jarang Bercerita? Jangan-Jangan yang Dibutuhkan Bukan Nasihat, tetapi Kehadiran

Nasional3 hari ago

Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

Otomotif3 hari ago

Motor Suzuki Access 125, Matic Klasik dengan Gaya Elegan dan Nyaman

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional3 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional3 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Obituari3 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Banten2 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Sport4 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Nasional2 minggu ago

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Bermasalah, Mentan Andi Amran Sulaiman: Tarik, Cabut Izin, Proses Hukum!

Bisnis3 minggu ago

ParagonCorp dan BRIN Eksplorasi Mikroalga Lokal

Populer