Serba-Serbi
Kemenkominfo Wajibkan Platform Pesan Instan Punya Chatbot Tangkal Hoax


Kabartangsel.com, JAKARTA – Hoax yang banyak beredar lewat aplikasi instant messaging atau platform chatting sudah menjadi musuh pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Pemerintah pun meminta penyedia layanan seperti Line, WhatsApp, dan layanan pesan instan lainnya memiliki chatbot antihoaks. Hal tersebut dilakukan agar platform media sosial itu cepat memberikan verifikasi atas informasi yang diduga hoaks melalui chatbot atau robot percakapan.
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, ada tiga cara pengguna internet di Indonesia memverifikasi data yang mereka dapat. Pertama mereka akan browsing kebenaran data tersebut. Kedua melalui media sosial. Sama seperti browsing, pengguna internet di Indonesia juga memverifikasi kebenaran data lewat media sosial. “Ketiga lewat chatting, inilah yan agak sulit,” katanya saat peluncuran chatbot antihoax untuk platform Telegram di Jakarta, Jumat (12/4).
Lebih jauh, dia menuturkan, sulitnya menangkal hoaks lewat aplikasi chatting lantaran sempitnya akses informasi orang-orang di dalamnya. “Sumber verifikasinya lebih sempit lagi di sana. Makanya kita buat ini (chatbot). Ini bisa berguna untuk pengguna aplikasi chatting memverifikasi kebenaran informasi yang beredar,” terangnya.
Saat ini, lanjut Semuel, baru Telegram yang punya chatbot antihoaks. Namun ke depan pihaknya akan mewajibkan semua platform chatting harus memiliki fitur ini. “Dalam waktu dekat semua platform harus punya fitur ini,” tegasnya.
Kapan waktunya? Semuel menyebut harus secepatnya. Adapun alasan mengapa baru Telegram yang memiliki chatbot anti hoaks ini, hal tersebut karena faktor teknis. “Ada mekanisme yang perlu mereka jalankan. Ini terkait masalah teknis misalnya menyesuaikan Aplication Programming Interface (API) mereka yang harus mereka setting. Harusnya seminggu atau dua minggu ke depan platform lain sudah punya,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kemenkominfo baru saja meluncurkan fitur chatbot antihoaks di platform Telegram. Chatbot tersebut akan bertindak sebagai pengecek fakta atau hoaks berdasarkan temuan dan laporan dari masyarakat lewat akun Telegram @chatbotantihoaks.
Adapun informasi klarifikasi hoaks yang akan disajikan melalui chatbot berasal dari database atau pangkalan data Mesin AIS Kemenkominfo berdasarkan laporan dari masyarakat tentunya. Kemenkominfo juga menggandeng Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan beberapa media yang ditunjuk sebagai pengecek fakta atau fact checker.
Saat ini, chatbot antihoaks di Telegram baru bisa menerima informasi dalam bentuk artikel tulisan saja. Untuk gambar dan bentuk lainnya masih belum bisa dan dikatakan sedang dalam pengembangan.
(JPC)
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta
Sport2 minggu agoPSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Sport2 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Sport2 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Nasional5 hari agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport2 hari agoDaftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya








































