Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) telah menggelontorkan dana Rp47 miliar untuk menangani Covid-19. Anggaran ini dialokasikan untuk membeli berbagai macam peralatan untuk tenaga medis dan paramedis menangani pasien Covid-19.
Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan Pemkot Tangsel bakal menambah anggaran penanganan Covid-19 jika kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jadi dilakukan.
Dana yang akan digunakan jika PSBB diberlakukan, kata dia, dialokasikan dari dana Pilkada Tangsel yang sejatinya akan diberikan KPU Tangsel sebesar Rp68 miliar.
Pengalihan dana Pilkada 2020, menurutnya dilakukan mengingat Pilkada ditunda hingga waktu yang belum ditentukan, karena situasi pandemi Covid-19.
“Bisa jadi dari Pilkada, karena ditunda anggaran dialihkan dulu. Tapi untuk teknisnya ke Sekda karena yang mengelola Pak Sekda,” ungkapnya.
Diketahui, kebijakan PSBB merupakan langkah pemerintah pusat untuk mengatasi bencana pandemi Covid-19 di Indonesia. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). (nlr/plp)
Banten6 hari agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional3 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional3 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf
Nasional3 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin













