Connect with us

Lifestyle

Obat Eksim Kering dan Basah yang Paling Ampuh

Eksim atau dermatitis atopik merupakan penyakit kulit tidak menular yang bisa kambuh sewaktu-waktu. Orang Indonesia sendiri mungkin lebih familier dengan istilah eksim kering dan basah. Lantas jika eksim basah dan eksim kering adalah dua kondisi berbeda, apakah obat yang digunakan juga akan berbeda?

Rekomendasi obat untuk eksim basah dan kering

Banyak orang yang menggangap eksim basah dan eksim kering adalah dua kondisi medis yang berbeda. Namun kenyataannya, dunia kedokteran tidak mengakui kedua istilah tersebut. Baik eksim basah dan eksim kering bukanlah penyakit yang terpisah.

Istilah eksim kering merujuk pada tahapan awal penyakit yang membuat kulit menjadi kering kemerahan dan gatal. Di sisi lain, eksim basah menggambarkan kemunculan bintil lepuhan berair pada kulit yang terdampak pada tahapan lebih lanjut. Bintil lepuhan tersebut dapat pecah atau mengelupas yang kemudian mengeluarkan cairan.

Eksim kering dan eksim basah hanyalah penyebutan awam bagi perbedaan gejala eksim yang muncul pada kulit. Oleh karena itu, pengobatan yang digunakan untuk mengatasi eksim kering dan basah masih termasuk obat yang sama dengan pengobatan eksim atau dermatitis atopik pada umumnya.

Penggunaan obat bisa membantu mengendalikan gejala eksim basah dan kering sekaligus menyembuhkannya dengan cepat agar tidak mudah kambuh lagi.

Advertisement

Eksim kering biasanya merujuk pada kondisi peradangan yang tidak atau belum terlalu parah. Gejala eksim kering pada tahap awal biasanya dapat diatasi menggunakan obat oles ataupun dengan pemakaian pelembap yang rutin.

Sementara itu, eksim basah kemungkinan menunjukkan tahap penyakit sudah lebih parah, atau bahkan sudah menimbulkan luka terbuka tanda dermatitis atopik yang terinfeksi. Maka, mengatasi kulit yang terdampak eksim basah biasanya memerlukan obat dengan potensi steroid yang lebih kuat, bahkan pengobatan tambahan melalui injeksi atau obat oral.

Secara umum, berikut adalah pilihan obatnya:

1. Obat kortikosteroid

Berbagai jenis obat kortikosteroid baik dalam bentuk salep, krim, tablet, ataupun pil sering diresepkan dokter untuk membantu mengurangi gatal dan peradangan kulit akibat eksim. 

Advertisement

Dosis obat jenis ini umumnya disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala eksim. Jika gejala eksim menunjukan kulit yang teriritasi, basah, dan merah  dokter dapat meresepkan dosis obat eksim yang lebih tinggi.

Satu yang perlu diingat dari cara mengobati eksim dengan salep kortikosteroid adalah penggunaannya tidak ditujukan untuk pengobatan jangka panjang melihat potensi efek samping dari kortikosteroid.

Menurut studi yang dipublikasikan Indian Dermatology Online Journal, efek samping yang paling umum dari obat eksim jenis kortikosteroid dalam varian krim atau salep adalah penipisan dan perubahan warna kulit pada area yang sering dioles obat.

Itu sebabnya, penting untuk selalu mengikuti anjuran dokter dan baca petunjuk yang ada pada label kemasan sebelum Anda mulai menggunakan obat eksim ini.

Advertisement

2. Salep antiradang NSAID

Beberapa jenis salep NSAID, seperti jenis obat crisaborole, yang dioleskan dua kali sehari dapat mengobati eksim dengan gejala kering hingga basah.

Diskusikan dulu dengan dokter mengenai penggunaan obat eksim jenis ini untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun.

3. Pelembap

Salah satu gejala khas dari eksim adalah kulit kering. Untuk membantu mengobati eksim gunakan pelembap kulit agar kulit tidak cepat menjadi kering atau mengalami pecah-pecah.

Namun, Anda sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter untuk mencari jenis pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit Anda, terutama jika memiliki alergi terhadap kandungan kimia tertentu.

Advertisement

Menggunakan pelembap paling tidak dua kali per hari untuk melembapkan dan melindungi kulit Anda. pilihlah pelembap yang memiliki kandungan minyak tinggi, namun tidak mengandung banyak bahan kimia dan pewangi.

4. Antibiotik

Menggaruk kulit gatal akibat eksim lama-lama bisa menyebabkan infeksi. Untuk mengobati eksim basah yang semakin parah akibat garukan, dokter dapat meresepkan obat eksim berupa antibiotik.

Antibiotik yang digunakan sebagai obat eksim basah biasanya berbentuk krim, salep, tablet, atau kapsul.

Untuk infeksi ringan biasanya menggunakan obat eksim dengan varian krim atau salep. Oleskan obat eksim berupa salep secara merata pada daerah yang terinfeksi.

Advertisement

5. Obat imunosupresan

Bila dicurigai adanya respon sistem kekebalan tubuh yang berlebihan sebagai penyebab munculnya penyakit ini, dokter mungkin akan meresepkan obat imunosupresan.

Sistem kekebalan tubuh pada penderita eksim dapat bereaksi tidak wajar dan menimbulkan peradangan. Akibatnya, Anda mengalami gejala berupa kulit merah dan gatal.

Eksim basah dan kering yang muncul akibat gangguan pada sistem imun dapat diatasi dengan obat imunosupresan. Obat eksim tersebut bekerja dengan cara mengendalikan atau menekan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Dengan obat ini, sistem kekebalan tubuh Anda tidak lagi bereaksi secara berlebihan dan menyebabkan timbulnya gejala eksim di wajah.

Advertisement

6. Calcineurin inhibitor

Cara mengobati eksim kering atau basah dengan obat berupa krim steroid sebenarnya tidak boleh dilakukan dalam jangka panjang. Risiko efek sampingnya dapat menipiskan lapisan kulit.

Bila pengobatan eksim diperlukan untuk jangka panjang, dokter mungkin akan mengganti dengan obat lain.

Sebagai alternatif, dokter dapat menyarankan penggunaan obat mengandung calcineurin inhibitor, seperti pimecromilus, yang bekerja menghambat senyawa kimia pemicu kambuhnya eksim.

7. Fototerapi

Apabila menggunakan obat saja tidak efektif meredakan gejala eksim kering dan malah berubah menjadi eksim basah, pengobatan fototerapi biasanya akan disarankan oleh dokter.

Advertisement

Fototerapi dilakukan dengan cara memancarkan sinar ultraviolet B (UVB) secara langsung pada kulit wajah Anda. Sinar UVB dapat mengurangi peradangan, merangsang produksi vitamin D, serta meningkatkan kemampuan tubuh melawan bakteri pada kulit.

Namun, Anda tidak disarankan untuk menjalani fototerapi dalam jangka panjang karena dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

Perawatan kulit sementara pakai obat untuk eksim kering dan basah

Selain obat, terdapat juga cara menjaga kesehatan kulit yang bisa Anda lakukan untuk melengkapi pengobatan eksim yang dijalani.

Cara mengobati secara sederhana ini bisa mencegah berkembangnya gejala eksim kering menjadi basah:

Advertisement
  1. Menghindari segala hal yang menyebabkan iritasi kulit, seperti tidak menggunakan bahan seperti kain wol atau nilon.
  2. Rutin memotong kuku untuk mengurangi risiko kerusakan kulit akibat terlalu sering digaruk.
  3. Menghindari paparan sinar matahari secara langsung, terutama untuk bagian kulit yang terdampak. Gunakan tabir surya khusus untuk eksim dengan kandungan SPF saat keluar rumah.
  4. Jangan mandi terlalu lama dan sering karena bisa menyebabkan kulit menjadi semakin kering sehingga rentan teriritasi.
  5. Kelola stres dengan memperbanyak melakukan aktivitas yang menyenangkan agar pikiran tetap sehat. Stres nyatanya bisa membuat gejala eksim semakin buruk.

Kabartangsel.com

Source

Banten7 jam ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport2 hari ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport2 hari ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten2 hari ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan3 hari ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional3 hari ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport3 hari ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport4 hari ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport4 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan4 hari ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport4 hari ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport5 hari ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport5 hari ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport5 hari ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport5 hari ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4–6 September 2026

Sport3 minggu ago

Bali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27

Sport3 minggu ago

Hasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027

Sport3 minggu ago

Laga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta

Sport3 minggu ago

Hasil Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Menang 4-0 di Pekan Perdana BRI Super League 2026/2027

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Jumat, 4 September: Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC, Bali United vs PSS Sleman

Sport3 minggu ago

PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul

Nasional3 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Terima 3 Tim Mahasiswa UB Termasuk Pembuat Rompi Anti Tantrum

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport5 hari ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport5 hari ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport5 hari ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Nasional1 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport5 hari ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Politik1 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Populer