Bisnis
Allianz Group Investors Indonesia Berbagi Tips Investasi yang Relevan di 2026

Allianz Group Investors Indonesia baru saja menggelar kegiatan bertajuk “Igniting Opportunity: Partnership, Prosperity & The Fire Horse Year Ahead”. Kegiatan itu ditujukan untuk pelanggan yang berasal dari sejumlah bank partners dan pimpinan mitra bisnis Allianz Life Indonesia. Christiaan Tuntono, Ekonom Senior Allianz Global Investors, serta Angelina Fang selaku Co-Founder Feng Shui Consulting Indonesia, hadir sebagai pembicara.
Dari paparan kedua pembicara itu, Allianz merangkum tips investasi 2026 yang relevan untuk individu maupun pelaku bisnis. Pertama, Pilih yang “Siap Lari”, Bukan yang Sekadar Ramai. Dalam ekonomi Asia, pertumbuhan 2026 diperkirakan selektif. Artinya, tidak semua sektor atau aset akan naik bersamaan. Sejalan dengan energi Kuda Api, investor disarankan memilih instrumen atau bisnis yang sudah punya fundamental kuat, arus kas jelas, dan model bisnisnya dipahami. Selain itu, fokus pada sektor teknologi dan AI, karena revolusi AI akan tetap menjadi pendorong utama sepanjang 2026 — tidak hanya di raksasa teknologi AS, tetapi juga di pusat‑pusat inovasi di Asia dan Eropa.
Kedua, Manfaatkan Momentum Suku Bunga, Tapi Jangan Terburu-buru.
Christiaan Tuntono menyoroti bahwa real interest rates di Indonesia baru belakangan ini menjadi kurang restriktif. Ini membuka peluang untuk investasi, baik di pasar keuangan maupun bisnis riil. Namun, Feng Shui Kuda Api juga mengingatkan, terlalu cepat bisa berujung ceroboh.
Oleh karena itu, strategi untuk menghadapinya adalah masuk ke pasar secara bertahap, melakukan diversifikasi portfolio-hindari menempatkan seluruh dana sekaligus menjaga likuiditas agar dapat memanfaatkan peluang saat pasar menghadapi koreksi. Di tahun 2026, timing adalah faktor krusial.
Ketiga, Asia dan Indonesia Masih Punya Cerita Jangka Menengah. Outlook Allianz Global Investors melihat bahwa pertumbuhan di Asia diproyeksikan tetap memiliki fundamental yang kuat, meski menghadapi tekanan dari kebijakan perdagangan dan tensi perang dagang. Hal ini didorong oleh beberapa faktor, yakni Pasar berkembang seperti India, ASEAN, dan Tiongkok memiliki basis konsumsi yang besar; Urbanisasi dan digitalisasi terus berlanjut dan memperluas peluang ekonomi; Kebijakan fiskal di banyak negara Asia relatif lebih terkendali, sehingga memberikan ruang stabilitas.
Sementara itu, outlook ekonomi Indonesia 2026 menunjukkan kombinasi antara risiko dan peluang. Beberapa lembaga seperti MSCI dan Moody’s menyoroti risiko kebijakan dan isu tata kelola yang belakangan menekan sentimen pasar Indonesia. Hal ini membuat pelaku investasi perlu lebih memperhatikan arah kebijakan domestik, kondisi makro, serta volatilitas pasar modal. Meski begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap berada pada level moderat, ditopang oleh konsumsi domestik dan struktur demografi yang relatif menguntungkan. Indonesia juga memiliki keunggulan berupa defisit fiskal dan rasio utang yang rendah, yang memberikan stabilitas dalam jangka menengah.
Keempat, Hindari Investasi Berbasis Emosi dan FOMO. Tipsnya, jangan berinvestasi hanya karena “semua orang ikut”; pahami risikonya, bukan hanya potensi keuntungannya; dan tetapkan target dan batas kerugian sejak awal untuk menjaga disiplin.
Kelima, Untuk Pebisnis: Investasi Terbaik Ada pada Eksekusi. Bagi pemilik bisnis maupun profesional, investasi di 2026 tidak selalu identik dengan produk keuangan. Tahun ini justru menjadi momentum ideal untuk berinvestasi pada hal‑hal yang memperkuat fondasi bisnis, seperti peningkatan efisiensi operasional; digitalisasi proses kerja; dan penguatan tim, kultur, dan kepemimpinan.
Keenam, Seimbangkan Keberanian dan Perlindungan. Kuda Api identik dengan keberanian, tetapi tetap membutuhkan keseimbangan elemen. Dalam konteks investasi, prinsip ini dapat diterjemahkan menjadi portofolio yang terdiversifikasi; memastikan proteksi dasar tetap ada, seperti asuransi dan dana darurat; tidak mengorbankan keamanan hanya demi mengejar return yang tinggi; dan melakukan rebalancing secara berkala — fleksibilitas adalah kunci; lakukan review portofolio dan sesuaikan sesuai kebutuhan serta kondisi pasar yang berubah.
Tangsel4 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan4 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan3 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Pemerintahan4 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Tangerang Selatan4 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoBenyamin Davnie: Pemkot Tangsel Dukung LANTIP Perkuat Program Kesehatan dan Pemberdayaan Lansia
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku























