Lifestyle
Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

IBS (irritable bowel syndrome) atau sindrom iritasi usus besar menyebabkan kerja usus besar terganggu. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan sistem kerja usus. Meski begitu, IBS tidak menunjukkan adanya kerusakan jaringan pada usus. Stres dan cemas diketahui sebagai salah satu pemicu munculnya gejala IBS. Namun, mengapa demikian?
Stres dan cemas bisa memperparah IBS
Stres dan rasa cemas merupakan bagian dari respons tubuh. Keduanya, muncul ketika Anda merasa tidak aman atau sedang dalam bahaya. Namun, ini tidak melulu berkaitan dengan situasi yang membahayakan jiwa karena berbagai tantangan yang Anda hadapi setiap hari, seperti ujian sekolah atau penilaian karyawan juga bisa memicunya.
Pada sebagian orang, stres dan kecemasan tersebut bisa atasi tanpa masalah. Akan tetapi, ini berbeda dengan orang yang memiliki IBS.
IBS (irritable bowel syndrome) menandakan adanya kerusakan pada sistem kerja usus sehingga menimbulkan berbagai masalah pencernaan. Ternyata, stres dan cemas bisa jadi pemicu munculnya gejala IBS, bahkan memperparah kondisinya.
Sebuah studi yang diterbitkan pada World Journal of Gastroenterology menjelaskan keterkaitan antara IBS dengan stres dan cemas.
Otak dan saraf bersamaan mengendalikan tubuh dan ini disebut dengan sistem saraf pusat. Sistem ini terbagi menjadi dua, salah satunya sistem saraf simpatik. Sistem ini aktif ketika Anda merasakan stres atau cemas dan merangsang pelepasan hormon yang dapat meningkatkan denyut jantung dan memompa lebih banyak darah ke otot-otot tubuh.
Aktifnya sistem simpatik ini juga bisa memperlambat atau bahkan menghentikan proses pencernaan. Hasilnya, pasien IBS yang sedang cemas dan stres akan mengalami gangguan keseimbangan antara otak dengan usus.
Usus bisa menjadi sangat aktif sehingga menyebabkan diare. Bisa juga sebaliknya, menjadi lebih lambat sehingga menyebabkan susah buang air besar. Kedua masalah pencernaan inilah yang nantinya memicu dan memperparah gejala umum IBS, meliputi diare atau sembelit yang bergantian, perut kram serta kembung.
Stres dan cemas pada orang dengan IBS juga melepaskan banyak hormon corticotropin-releasing factor (CRF). Hormon ini dapat mengaktifkan respons kekebalan tubuh. Jika kadarnya berlebihan, respons sistem imun terhadap makanan jadi berlebihan sehingga sering kali menimbulkan reaksi alergi.
Pada orang tanpa IBS, stres kronis bisa menyebabkan jumlah bakteri di usus jadi tidak seimbang. Kondisi ini disebut juga dengan dysbiosis dan dapat meningkatkan risiko IBS di kemudian hari.
Kiat mengatasi stres pada orang dengan IBS
IBS memang tidak disembuhkan, tapi Anda bisa mencegah kemunculan gejala sekaligus keparahan kondisinya. Caranya, mengikuti pengobatan IBS yang direkomendasikan dokter, seperti minum obat antidiare loperamide, suplemen serat, pereda nyeri pregabalin, dan obat lainnya.
Selain itu, dokter juga meminta Anda untuk menghindari makanan yang mengandung kafein, alkohol, gluten, dan bergula. Anda juga harus bisa mengontrol rasa stres dan cemas agar IBS tidak kambuh. Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa Anda pilih untuk mengurangi stres dan cemas, di antaranya:
- Belajar teknik relaksasi pernapasan dan relaksasi, seperti meditasi, yoga, dan olahraga.
- Melakukan kegiatan yang disukai atau bisa mengalihkan konsentrasi dari rasa stres, seperti membaca, melukis, bermain alat musik, atau menonton film.
- Mengikuti konseling pada psikolog jika Anda kesulitan untuk mengatasinya.
Kabartangsel.com
Pemerintahan1 minggu agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Serba-Serbi3 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport3 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Bisnis4 minggu agoMengenal Lebih Jauh Perseroda PITS: PAM Kota Tangsel
Hukum4 minggu agoIPW Sebut Kortastipidkor Polri Sedang Bongkar Kejahatan Besar, Diduga Libatkan Mafia Perkara
Otomotif7 hari ago6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan
Jabodetabek4 minggu agoSama-sama Raih Warta Kota Awards, PAM Tangsel dan PAM Depok Berangkat dari Fondasi Berbeda
Sport1 minggu agoJadwal Timnas Indonesia Piala AFF 2026




























