Connect with us

Lifestyle

Bahaya Efek COVID-19 pada Penderita Penyakit Jantung

Penelitian soal wabah COVID-19 terus berkembang dari segala sisi. Minggu ini, sebuah laporan menunjukkan bahwa risiko efek dan bahaya lebih besar bisa menyasar penderita sakit jantung jika terinfeksi COVID-19.

Laporan yang dipublikasi dalam buletin medis American College of Cardiology (ACC) tersebut menyatakan bahwa paparan COVID-19 pada penderita sakit jantung menyebabkan komplikasi hingga kematian.

Dengan diterbitkannya studi tersebut, para ahli mengingatkan mereka yang memiliki penyakit jantung untuk jauh lebih waspada terhadap paparan COVID-19. Penderita penyakit jantung diharapkan melakukan tindakan pencegahan COVID-19 lebih ketat daripada orang dengan kondisi tubuh sehat.

Kenapa efek COVID-19 lebih berbahaya pada penderita jantung?

Advertisement

nyeri dada

COVID-19 yang telah mewabah sejak Januari lalu telah memakan banyak korban jiwa. Tercatat korban meninggal akibat infeksi ini telah menembus 3.000 orang per Senin (2/3). Hingga kini lebih dari 88 ribu orang terinfeksi yang tersebar di seluruh benua. Di Indonesia, ada dua pasien yang terkonfirmasi positif.

Berdasarkan laporan ACC, 40 persen dari pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit memiliki penyakit kardiovaskular atau serebrovaskular.

Statistik ini menunjukkan bahwa orang penderita sakit jantung jika positif terinfeksi COVID-19 maka memiliki efek risiko yang lebih berbahaya. Virus tersebut dapat memengaruhi pasien penyakit jantung dalam beberapa cara.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa target utama COVID-19 adalah paru-paru, tapi sangat berpengaruh pada jantung. Terutama pada jantung yang sakit, yang bekerja lebih keras untuk mendapatkan darah dan menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. 

Advertisement

Jantung yang sakit sudah memiliki kendala dalam memompa secara efisien. Kondisi ini tentu saja membebani sistem tubuh secara keseluruhan.

Masalah lainnya adalah seorang penderita sakit jantung memiliki sistem kekebalan tubuh yang kurang kuat. Pada mereka yang memiliki kondisi medis kronis, respons sistem imun cenderung lemah dalam menghalau virus.

Melansir Medical Express, penasihat pada buletin ACC, Orly Vardeny mengatakan, virus juga dapat menimbulkan risiko khusus bagi orang yang memiliki penumpukan lemak atau plak di pembuluh darah.

Ia mengatakan, serangan dari virus serupa COVID-19 dapat menyerang kondisi plak-plak ini. Membuat potensi penyumbatan pembuluh darah semakin besar dan mengganggu aliran darah ke jantung. Hal ini tentu menimbulkan risiko besar terjadinya serangan jantung. 

Advertisement

Vardeny menekankan, informasi COVID-19 terus berkembang dan bisa berubah setiap saat. Tapi para ahli mengambil beberapa pelajaran dari pengalaman wabah coronavirus yang pernah terjadi sebelumnya, seperti SARS dan MERS. 

Seperti COVID-19, kedua virus tersebut juga menyebabkan efek dan masalah besar pada penderita sakit jantung. SARS dan MERS juga berpotensi lebih berbahaya pada penderita jantung karena menimbulkan masalah seperti peradangan otot jantung (myocarditis), serangan jantung (heart attack), dan gagal jantung (heart failure).

Penderita sakit jantung bukan berarti mudah tertular COVID-19

Vardeny mengatakan, statistik ini menunjukkan bahwa penderita jantung memiliki risiko efek lebih besar saat terinfeksi COVID-19. Namun tidak berarti penderita jantung memiliki kemungkinan lebih besar tertular.

“Ini tidak berarti orang dengan penyakit jantung lebih mungkin untuk terkena coronavirus,” Vardeny. “Itu hanya berarti bahwa orang-orang itu lebih cenderung mengalami komplikasi begitu mereka terinfeksi,” jelas profesor fakultas kedokteran di University of Minnesota tersebut.

Advertisement

Buletin ACC ini merekomendasikan orang-orang dengan penyakit kardiovaskular terus memantau perkembangan informasi seputar COVID-19 dan perhatian dengan kondisi dirinya.

Beberapa kasus COVID-19 yang berisiko lebih parah

pasien positif COVID-19

pasien positif COVID-19

COVID-19 seringkali hanya menimbulkan gejala ringan, dalam beberapa kasus tidak ada gejala sama sekali. Tetapi sebagian kecil kasus sangat parah dan 2,3 persen diantaranya menyebabkan kematian.

Para ilmuwan sedang berusaha memahami mengapa beberapa pasien lebih parah daripada yang lainnya. Juga tidak jelas mengapa COVID-19 –seperti sepupunya SARS dan MERS– tampaknya lebih mematikan daripada coronavirus lain yang secara berkala menyerang saat musim hujan atau musim dingin, seperti yang menyebabkan pilek.

Cecile Viboud seorang ahli epidemiologi di National Institute of Health’s Fogarty International Centre Amerika mengatakan, dengan berkembangnya COVID-19, mereka yang memiliki risiko kematian karena infeksi ini juga semakin terlihat. 

Advertisement

Viboud mengatakan di antara mereka yang terinfeksi, orang tua penderita sakit  jantung atau hipertensi menghadapi risiko yang lebih tinggi. 

Statistik ini termasuk data dari 72 ribu kasus COVID-19 di Tiongkok. Dari 72 kasus tersebut, 80 persen diantaranya berusia setidaknya 60 tahun, lebih dari setengahnya berusia dari 70.

Di Italia, 12 korban pertamanya sebagian besar berusia 80-an dan tidak ada yang berusia di bawah 60. Beberapa di antaranya yang menerima efek mematikan dari COVID-19 adalah penderita jantung atau yang memiliki masalah sakit jantung.

Hanya satu persen kasus dari antara 10-19 tahun dengan satu kasus kematian. Sedangkan kasus infeksi COVID-19 yang menimpa anak-anak usia di bawah 10 mencapai kurang dari satu persen, tanpa satu pun kasus kematian.

Advertisement

“Kami masih berusaha untuk meneliti beberapa kasus pada mereka yang berusia di bawah 20,” kata Viboud. “Apakah karena anak-anak tidak rentan terinfeksi atau karena mereka hanya memiliki sedikit penyakit?” tutur Viboud.

Para ilmuwan belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada kelompok usia yang lebih tua. Tetapi berdasarkan penelitian pada kasus coronavirus lainnya, seperti SARS dan MERS, ahli berpendapat bahwa memburuk atau tidaknya seseorang yang terinfeksi COVID-19 adalah tergantung pada respon sistem imun seseorang.

Data kasus kematian pasien COVID-19 dengan penyakit penyerta

WHO dan Center for Disease Control and Prevention (CDC) Tiongkok mencatat data kasus kematian pasien terinfeksi COVID-19 dengan penyakit penyerta, sebagai berikut :

  1. Kardiovaskular 13,2%
  2. Diabetes 9,2 %
  3. Hipertensi 8,4%
  4. Penyakit pernafasan kronis 8,0%
  5. Kanker 7,6%

Source

Advertisement
Opini7 jam ago

Anak Remaja Makin Jarang Bercerita? Jangan-Jangan yang Dibutuhkan Bukan Nasihat, tetapi Kehadiran

Nasional11 jam ago

Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

Otomotif12 jam ago

Motor Suzuki Access 125, Matic Klasik dengan Gaya Elegan dan Nyaman

Suzuki XL7, Mobil SUV Keluarga dengan Interior Nyaman, Fitur Lengkap, dan Desain Gagah
Otomotif12 jam ago

Suzuki XL7, Mobil SUV Keluarga dengan Desain Gagah dan Fitur Lengkap

Nasional12 jam ago

Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?

Nasional13 jam ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Nasional14 jam ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Nasional14 jam ago

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo

Nasional14 jam ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional14 jam ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Pemerintahan1 hari ago

DSDABMBK Tangsel Bangun Median dan Dua U-Turn di Jalan Rawa Buntu

Nasional1 hari ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport1 hari ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis1 hari ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis1 hari ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis1 hari ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis1 hari ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis1 hari ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis1 hari ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Banten3 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional3 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Populer