Connect with us

Lifestyle

Bahaya Obesitas Tak Sebatas Picu Penyakit, Tapi Juga Sebabkan Depresi

Sudah bukan rahasia lagi bila kelebihan berat badan alias obesitas dapat menimbulkan berbagai penyakit serius. Mulai dari tulang lebih mudah keropos, timbul penyakit jantung, hingga bisa menyebabkan masalah kesuburan pada pria dan wanita. Bahaya obesitas ternyata belum berhenti sampai disitu, lho. Jika tidak segera ditangani, obesitas juga dapat memicu depresi berkepanjangan. Kok bisa, ya? Cari tahu dalam ulasan berikut ini.

Bahaya obesitas hingga menjadi depresi

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Pediatric Health Care tahun 2006, orang yang obesitas berpeluang 25 persen lebih besar terkena gangguan jiwa kronis berupa depresi, dibandingkan dengan orang yang tidak obesitas.

Meskipun obesitas dan depresi dapat dialami oleh siapa saja tanpa pandang bulu, ternyata wanita yang obesitas justru lebih gampang terkena depresi daripada pria. Dikutip dari Medical News Today, risiko depresi akan meningkat sebanyak 21 persen pada wanita yang obesitas. Sedangkan pada pria, risiko depresinya juga meningkat tapi lebih sedikit, yaitu sebesar 8 persen.

Advertisement

Sayangnya, para ahli masih belum menemukan hubungan yang jelas antara obesitas dan depresi. Namun, menurut Dr. Jess Tyrrell dari University of Exeter Medical School, hal ini diduga dipengaruhi oleh stigma negatif masyarakat terhadap orang obesitas.

Setiap orang atau bahkan juga Anda pasti sering mencemaskan bentuk tubuh sendiri. Diam-diam, Anda berharap mempunyai tubuh yang bukan cuma sehat, tapi juga ideal dan enak dipandang orang lain. Semakin ideal postur tubuh, Anda tentu akan semakin percaya diri di depan banyak orang.

Sebaliknya, ketika seseorang merasa tubuhnya terlalu gemuk atau tidak ideal, biasanya orang tersebut akan merasa minder dan menarik diri dari lingkungan sekitar. Tak jarang pula, orang yang obesitas dianggap sebagai orang yang tidak normal karena bertubuh besar. Akibatnya, mereka sering kali dijauhi, dikucilkan, hingga di-bully oleh teman-temannya sendiri.

Ini jelas menambah beban pikiran penderita obesitas. Alhasil, bahaya obesitas bukan lagi sekadar memicu penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi, tapi juga memicu stres berat hingga depresi.

Advertisement

Sebaliknya, orang yang depresi juga rentan terkena obesitas

merasa kesepian

Faktanya, obesitas dan depresi punya hubungan timbal balik yang saling memengaruhi. Depresi memang menjadi salah satu bahaya obesitas yang tidak segera ditangani. Begitu juga sebaliknya, orang yang depresi juga rentan terkena obesitas.

Menurut sebuah studi yang dilakukan terhadap remaja di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat, remaja yang mengalami depresi cenderung lebih rentan obesitas. Kenapa bisa begitu?

Penjelasannya begini. Ketika sedang stres, Anda pasti akan mencari pelampiasan untuk mengalihkan perhatian supaya lebih tenang. Entah dengan menonton film, pergi jalan-jalan, atau malah banyak makan.

Faktanya, orang yang sedang stres berat atau depresi cenderung melampiaskan emosinya dengan melakukan pola hidup tak sehat. Mulai dari makan junk food dalam jumlah banyak, malas olahraga, atau bahkan minum alkohol. Nah, hal-hal seperti inilah yang lama-kelamaan memicu obesitas.

Advertisement

Terlebih lagi, orang yang sedang depresi mempunyai kadar hormon serotoin yang lebih sedikit. Serotonin adalah hormon dalam tubuh yang bertugas untuk mengendalikan nafsu makan.

Ketika hormon serotonin ini menurun, maka tubuh otomatis akan kehilangan kemampuan untuk menahan nafsu makan. Akibatnya, hasrat ingin makan akan muncul terus-menerus dan membuat Anda obesitas.

Lantas, apa yang harus dilakukan?

olahraga untuk orang gemuk

Nah, sekarang Anda sudah tahu bahwa bahaya obesitas juga bisa mengakibatkan depresi pada sebagian orang. Meskipun obesitas dan depresi saling berhubungan, penanganan keduanya pun tentu akan tetap berbeda.

Namun, ada 3 hal yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan risiko bahaya obesitas dan depresi sekaligus, yaitu dengan cara:

Advertisement

1. Olahraga rutin

Olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk menangkal bahaya obesitas sekaligus meredam stres dan depresi. Pasalnya, olahraga merupakan obat stres alami yang dapat meningkatkan endorfin (hormon bahagia) dalam tubuh.

Bukan cuma membuat suasana hati jauh lebih baik, banyaknya hormon endorfin dalam tubuh juga dapat membantu menjaga berat badan tetap stabil. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa olahraga setidaknya satu kali seminggu dapat menurunkan gejala depresi.

2. Minta dukungan orang terdekat

Pada dasarnya, depresi yang terjadi akibat obesitas berasal dari pikiran si penderita. Ada banyak hal yang membuat penderita obesitas jadi gampang stres, mulai dari tekanan untuk menurunkan berat badan secepat kilat hingga berkutat dengan bully-an dari orang lain.

Memang tidak mudah untuk menghalau semua pandangan negatif dari orang lain terhadap Anda. Namun, supaya beban pikiran Anda jadi lebih ringan, jangan ragu untuk meminta dukungan dari keluarga maupun orang-orang terdekat.

Advertisement

Bila tak juga membantu, segera kunjungi psikiater yang punya sertifikat khusus dan terpercaya. Dari depresi hingga obesitas, para psikiater akan membantu mengatasi masalah hidup Anda dan pada akhirnya pikiran jadi jauh lebih tenang.

3. Konsultasikan ke dokter

Anda tentu sudah tahu bahwa obesitas dapat memicu penyakit jantung dan pembuluh darah. Bahkan, kalau Anda stres terus-terusan, Anda juga lebih mudah terkena depresi.

Karena akar masalahnya adalah obesitas, maka sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mencegah bahaya obesitas yang lebih parah. Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan medis untuk mencari tahu kemungkinan adanya penyakit dalam tubuh. Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan jantung, kolesterol, hipertensi dan sebagainya.

Setelah itu, dokter biasanya akan memberikan panduan diet sehat sesuai dengan kondisi Anda. Seimbangkan juga dengan rutin berolahraga supaya berat badan Anda lebih mudah dikendalikan. Dengan begitu, bahaya obesitas dapat ditekan sekecil mungkin dan tak lagi membuat Anda stres.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Pemerintahan2 hari ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan2 hari ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Sport3 hari ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan3 hari ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Serba-Serbi3 hari ago

Apa Itu DESIL?

Serba-Serbi3 hari ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Sport4 hari ago

Jadwal Brisbane Roar vs Dewa United dan Persija Jakarta

Sport4 hari ago

Brisbane Roar Gelar Tur Pramusim ke Indonesia, Siap Jajal Kekuatan Dewa United dan Persija Jakarta

Banten4 hari ago

Dewa United Siapkan Kekuatan Baru di Super League 2026/2027

Sport4 hari ago

Persita Tangerang Datangkan Tyronne del Pino di BRI Super League 2026/2027

Banten4 hari ago

Dewa United Basketball Academy Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Banten

Nasional4 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional

Kuota Haji Reguler Terisi 70%, Pelunasan Sampai 14 Maret 2025
Hukum4 hari ago

Dugaan Korupsi Haji, Gus Alex Bantah Tuduhan Memperkaya Diri

Sport5 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Bisnis5 hari ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakut

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin
Pemerintahan5 hari ago

Diskominfo Tangsel Perluas Literasi Digital: Sasar Santri, Pemuda hingga Masyarakat Kewilayahan

Banten5 hari ago

Andra Soni: Sekolah Rakyat Mengurangi Angka Putus Sekolah di Provinsi Banten

Hukum5 hari ago

Polsek Kelapa Dua Amankan Tiga Terduga Pelaku Peredaran Obat Daftar G Tanpa Resep Dokter

Hukum5 hari ago

Kapolres Tangsel Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba

Hukum5 hari ago

Sasar Lokasi Rawan Cegah Kejahatan Malam, Polsek Pondok Aren Patroli Razia Stationer

Pemerintahan3 minggu ago

Penataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi

Otomotif3 minggu ago

6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan

Sport6 hari ago

Daftar 18 Klub Peserta Super League 2026/2027, Lengkap dengan Kode Tim

Pemerintahan2 minggu ago

Transformasi Posyandu di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

Sport5 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Otomotif3 minggu ago

GIIAS 2026 Digelar 30 Juli sampai 9 Agustus

Sport6 hari ago

Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4-6 September 2026

Techno2 minggu ago

Dugaan Penipuan Neva Convert, Banyak Korban Keluhkan Tukar Pulsa ke Saldo DANA Tidak Masuk

Bisnis3 minggu ago

PNM Excellence Awards 2026, Apresiasi 70 Ribu Insan di Usia 27 Tahun

Bisnis3 minggu ago

Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

Bisnis3 minggu ago

SCG Dorong Inovasi Konstruksi Berkelanjutan dan Perluas Kapasitas Produksi

Bisnis3 minggu ago

Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan, Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi

Bisnis3 minggu ago

Bersama PNM Mekaar Mesin Jahit Tua Utari Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bisnis3 minggu ago

Cetaphil Derm On Tour Hadirkan Edukasi Kulit Sensitif

Bisnis3 minggu ago

Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular

Bisnis3 minggu ago

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persebaya Surabaya vs Arema Malang

Nasional3 minggu ago

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Kepala BPOM Teken MoU, Luncurkan Program SAPA SEMESTA UMK Pangan Olahan

Otomotif2 minggu ago

Suzuki Access 125, Rekomendasi Motor Matic 125cc yang Nyaman, Awet, dan Bergaya Retro

Nasional3 minggu ago

Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional, Kementerian UMKM Sambut Baik Terbentuknya PEWIRA

Populer