Connect with us

Banten

Banten, Partai Golkar dan Pemilu 2014

Oleh: (@IndraJPiliang) Indra Jaya Piliang
Ketua Dewan Pelaksana Balitbang DPP Partai Golkar

Sejak Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penangkapan terhadap Wawan, adik kandung Ratu Atut, posisi Partai Golkar langsung terseret dan tersorot. Posisi itu bukan hanya bernuansa lokal, yakni di Banten saja, melainkan berimbas kepada konstalasi politik nasional. Pernyataan sejumlah politisi nasional tentang Banten ini menjadi primadona pemberitaan media. Puncaknya adalah pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang dinasti politik.  Polemik terjadi dalam pelbagai forum menyangkut dinasti politik ini.

Padahal, kalau dilihat, hasil pemilu 2009 menempatkan Partau Demokrat sebagai pemenang pemilu 2009 di Banten. Hal itu bisa dilihat pada tabel hasil pemilu DPR RI berikut yang dihitung dari partai-partai besar yang menjadi peserta pemilu 2009 dan sekaligus peserta pemilu 2014 nanti.

Hasil Pemilu DPR RI 2009 di Provinsi Banten

Advertisement

Untitled-1

Hasil pemilu DPR RI 2009 itu memperlihatkan bahwa kekuatan Partai Demokrat hampir sama dengan gabungan antara kekuatan Partai Golkar dengan PDI Per

Jadi, darimana analisa yang menyebutkan bahwa Banten adalah lumbung padi bagi Partai Golkar, melihat hasil pemilu yang demikian. Untuk “mengamankan” posisi Ratu Atut dalam proses persidangan di DPR Provinsi Banten, misalnya, Partai Golkar jelas tidak bisa sendirian. Partai Golkar juga perlu berkoalisi dengan partai-partai politik lain. Bahkan, ketika memenangkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten periode 2011-2016, Ratu Atut dan Rano Karno diusung oleh 33 partai politik, yakni 11 partai politik yang punya kursi di DPRD Banten dan 22 partai politik non parlemen.

Partai pengusung pasangan Ratu Atut dan Rano Karno itu antara lain Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Hanura, PAN, PKB dan PBB.juangan atau antara Partai Golkar dengan Partai Keadilan Sejahtera. Bahkan hasil yang diperoleh Partai Demokrat hampir sama dengan perolehan total hasil tujuh partai politik lain, yakni PPP, Partai Gerindra, Partai Hanura, PAN, PKB, PBB dan PKPI. Dari data itu juga terlihat bahwa kekuatan PKS dan PDI Perjuangan hampir mengejar kekuatan Partai Golkar.

***

Advertisement

Jadi, agak mengherankan beragam analisis yang menyebutkan bahwa Partai Golkar adalah satu-satunya partai politik yang secara politik berkaitan dengan Ratu Atut. Serangan sistematis yang ditujukan kepada Partai Golkar juga seakan menisbikan kondisi yang terjadi dalam tubuh elite-elite lainnya yang berasal bukan dari Partai Golkar. Secara perlahan, penulis akan mencoba menguak itu, guna mendapatkan gambaran yang lebih empiris menangkut gejolak politik yang terjadi di tanah Banten. Gejolak inipun sudah menjadi lahan empuk guna menyerang Partai Golkar secara kurang proporsional.

Pasangan Ratu Atut – Rano Karno memenangkan pilkada Banten dengan perolehan 2.136035 suara atau 49.65 persen dari total pemilih sebanyak 7.118.587 pemilih yang tersebar di 16.805 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di seluruh wilayah Banten. Sementara pasangan Wahidin Halim – Irna Narulita (Wahidin-Irna), yang diusung Partai Demokrat meraih sebanyak 1.674.957 suara (38,93 persen) dan Jazuli Juwaeni-Makmun Muzakki (Jazuli-Zakki) yang diusung PKS, PPP dan PKNU hanya memperoleh 491. 432 suara (11,42 persen).

Artinya, kalau kekuatan dua pasangan yang kalah digabungkan, sedikit melebihi kekuatan yang dimiliki oleh kekuatan Ratu Atut – Rano Karno. Dalam teori konflik (sosial, politik dan militer), apabila ada kekuatan yang berimbang, maka konflik dengan mudah bisa terjadi. Konflik itu juga bisa berlangsung lama, dibandingkan dengan wilayah yang dikuasai oleh kelompok yang lebih mayoritas (hegemonis) dibandingkan dengan kekuatan minoritas. Artinya lagi, kalau seluruh kekuatan partai politik di luar Partai Golkar melawan kekuatan Ratu Atut, maka mereka menjadi mayoritas dan hegemonis. Sedikit saja PDI Perjuangan menggeser kakinya kepada kelompok oposisi Banten, misalnya, dengan cepat bisa merubuhkan posisi Partai Golkar dan sekaligus juga Ratu Atut.

Untuk perimbangan kekuatan politik di skala nasional, biasanya para analis atau pengamat politik lebih ahli. Analisis itu muncul setiap saat ketika menyinggung Presiden SBY dan nasib pengambilan keputusan di DPR RI. Karena itu, keputusan Presiden SBY merangkul banyak partai politik bergabung di pemerintahan dengan mudah “bisa dimengerti”. Padahal, kedudukan seorang Gubernur jauh lebih lemah daripada seorang Presiden RI kalau dilihat dari sisi perimbangan politik. Bagaimanapun, gubernur adalah wakil pemerintahan pusat yang ada di daerah, sekaligus menghadapi beban dan tekanan politik dari pemerintahan pusat.

Advertisement

***

Indonesia bukan negara federal dan Banten bukan negara bagian. Bahkan di negara-negara federalpun terdapat dinasti politik lokal yang memiliki pengaruh dari pemerintahan negara bagian dengan negara federal. Cara berpikir yang kini coba diterapkan di Indonesia, khususnya terhadap Banten, seolah Banten adalah negara bagian yang sama sekali imun dari kekuatan dan tangan pusat. Seakan-akan seluruh anggaran yang mengalir ke Banten sepenuhnya adalah hak dari gubernur, bukan rangkaian dari sistem keuangan yang memusat di Jakarta, lalu mengalir ke daerah dalam bentuk regulasi.

Minimal, terdapat tiga asas yang dijalankan pemerintahan provinsi, yakni asas desentralisasi (otonomi), dekosentrasi dan tugas perbantuan. Ketiganya berbeda sama sekali. Kalau pakai prosentase, desentralisasi berarti penyerahan (75%) urusan pemerintahan pusat ke daerah, dekosentrasi berarti pelimpahan (50%) urusan pemerintahan pusat ke daerah, dan tugas perbantuan berarti pelibatan (25%) pemerintahan daerah dalam mengatasi masalah nasional di daerahnya. Dengan tig asas pemerintahan itu saja sudah terlihat betapa gubernur bukanlah pemilik (owner) kekuasaan dalam arti yang nyata dan konstitusional.

Dengan banyaknya opini yang kini dipaksakan muncul di publik, kesan yang digagang-gadangkan adalah Banten merupakan satu kerajaan terpisah dari pemerintahan pusat di Indonesia. Opini ini sekaligus menunjukkan lemahnya pemerintahan pusat. Jauh lebih jelas lagi, pusat juga terlihat mencuci tangan atas permasalahan-permasalahan yang terjadi di Banten. Ketertinggalan Banten selama ini, terutama sebelum menjadi provinsi tersendiri, juga terjadi akibat pengabaian dari pemerintahan pusat ini. Banten hanya sejadikan sebagai wilayah pemusatan industri yang melayani kebutuhan warga Kota Jakarta dan sekaligus penduduk Indonesia lainnya. Banten juga hanya daerah hunian baik bagi penduduk elite Jakarta, apalagi bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang mencari hidup di Jakarta.

Advertisement

Guna kepentingan seluruh partai politik jelang Pemilu 2014, tentulah eksploitasi atas masalah-masalah yang terjadi di tanah Banten akan seluruhnya dibebankan kepada Partai Golkar (dan Ratu Atut). Begitulah yang terjadi selama ini. Sukarno dan Soeharto sudah pernah merasakannya. Bagian dari elite (lama) yang selama ini berkiprah, baik di tingkat nasional ataupun di Banten, akan dengan sendirinya mengambil posisi yang berseberangan dengan Partai Golkar. Perseberangan itu baik dilihat dari aspek kekalahan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur 2011, maupun posisi mengambil keuntungan guna memenangkan diri dalam pemilu 2014.

Kader-kader Partai Golkar di seluruh Indonesia, umumnya, dan Banten, khususnya, tentu perlu menyadari hal ini. Bukan malah ikut-ikutan memberikan komentar dan stigma negatif yang tak sesuai dengan prinsip-prinsip koalisi politik dan regulasi politik. Benar, Partai Golkar mengedepankan hukum sebagai panglima dalam menyelesaikan masalah apapun. Partai Golkar tidak akan menghalangi upaya penegakkan hukum, bahkan membantu kalau diperlukan. Tapi Partai Golkar tentu tak ingin juga disudutkan dengan analisa dan perspektif yang sama sekali tanpa data. Apalagi kalau itu dilakukan oleh sejumlah konsultan pemenangan yang menyaru menjadi pengamat netral.

Sumber : Indrapiliang.com

Advertisement
Sport8 jam ago

Hasil PSIM vs Dewa United 1-2: Banten Warriors Geser Persija dari Puncak Klasemen BRI Super League 2026/2027

Sport10 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 6 November 2026: PSIM vs Dewa United, Madura United vs Arema FC

Banten1 hari ago

HIPPI Banten Gelar Diskusi Bisnis Syariah bersama Pengusaha Nasional Ir. Pramono Dewo

Hukum1 hari ago

Mutasi Polri Terbaru: Ini Daftar Lengkap 264 Pati dan Pamen Beserta Jabatan Baru

Hukum1 hari ago

Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, PP Polri Sampaikan 7 Pesan Moral kepada Kapolri Suyudi Ario Seto

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan ke-9 6- November: Persija vs Persebaya, Persib Hadapi Java United

Pemerintahan1 hari ago

MTQ XVII Tangsel Digelar 6-8 November 2026

Politik1 hari ago

Sufmi Dasco Ahmad Soal Kabar Jadi Cawapres: Saya Pastikan Itu Hoax!

Cara Mengetahui Harga Jual dan Beli Kurs Dollar di Money Changer
Tips2 hari ago

Cara Mengetahui Harga Jual dan Beli Kurs Dollar di Money Changer

Sport2 hari ago

Hasil Melbourne Victory vs Persib 1-2: Remontada Dramatis Maung Bandung di ACL Two

Sport2 hari ago

Hasil Melbourne Victory vs Persib Bandung 1-2 di ACL 2

Pendidikan2 hari ago

Program CATAR Dwiwarna Bantu Persiapan Tes Masuk IPDN

Hukum3 hari ago

Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Bareskrim Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta dan Eko Hadi Jadi Tersangka

Nasional3 hari ago

Konferensi Pers Polri soal Isu Penyadapan Presiden dan Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal Polisi

Hukum3 hari ago

Presiden Prabowo dan Seskab Teddy Disebut Jadi Target Penyadapan, Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap

Hukum3 hari ago

Sejumlah Jenderal Polisi Dikabarkan Ditangkap, Mabes Polri Angkat Bicara

Nasional4 hari ago

QUTB GLOBAL Apresiasi Doa Lintas Agama di Konser Andrea Bocelli

Jabodetabek5 hari ago

UIN Jakarta Gelar Seminar Kertas Tema SOM MABIMS ke-50

Sport5 hari ago

Hasil Persib vs Isenmulang Kalteng FC 4-0, Luka Menalo Cetak Brace dan Pangeran Biru Raih Kemenangan Terbesar Musim Ini

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Hari Ini, Minggu 1 November: PSIM vs Borneo FC, Persib vs Isenmulang FC, dan Garudayaksa FC vs PSS Sleman

Jabodetabek2 minggu ago

Wakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Sport3 minggu ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport3 minggu ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Serba-Serbi2 minggu ago

Link Download Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Persija vs Persik 2-1, Macan Kemayoran Tetap di Puncak Klasemen BRI Super League 2026/2027

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Banten2 minggu ago

80 Santri Mathla’ul Huda Kunjungi Perpusda Banten

Sport2 minggu ago

Prediksi Persija vs Persik Kediri di BRI Super League 2026/2027, Macan Kemayoran Diunggulkan

Sport3 minggu ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Pemerintahan2 minggu ago

Pemkot Tangsel Tunda Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya, Penutupan Jalan Belum Berlaku

Nasional3 minggu ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Serba-Serbi1 minggu ago

Teks Sumpah Pemuda

Pemerintahan2 minggu ago

Cegah TPPO, Pemkot Tangsel Terus Perkuat Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat

Pemerintahan2 minggu ago

Pemkot Tangsel Perkuat Pencegahan TPPO bagi Calon Pekerja Migran

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Senin 26 Oktober: Persebaya vs Madura United, Bhayangkara FC vs PSM Makassar, dan Persija vs Persik

Pemerintahan3 minggu ago

Aspal Jalan Rawa Buntu Dikupas, Dinas SDABMBK Tangsel Tangani Dua Titik Beton Rusak

Pemerintahan3 minggu ago

Pilar Saga Ichsan Resmikan Pos Gizi di Lengkong Gudang, Tangsel Perkuat Pencegahan Stunting

Pemerintahan2 minggu ago

Pascaledakan Ruko Pasar Cimanggis, PIlar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Pedagang

Pemerintahan2 minggu ago

Bali Tech Week 2026, Diskominfo Tangsel Dukung Transformasi Digital

Populer