Connect with us

Lifestyle

Bantu Anak Mengatasi Rasa Cemas dengan 4 Cara Ini

Rasa cemas merupakan dari emosi yang Anda rasakan setiap hari. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun juga merasakan kecemasan dan kekhawatiran. Sayangnya, kebanyakan anak masih belum mampu mengatasi rasa cemas dengan baik sehingga membutuhkan bantuan Anda.

Lantas, bagaimana cara Anda mengajarkan anak mengatasi rasa cemas? Simak ulasannya berikut ini.

Kenapa anak merasa cemas?

Rasa cemas hadir dapat muncul dalam kehidupan anak. Perasaan ini bisa hadir karena berbagai hal, seperti takut ditinggal sendirian atau menghadapi ujian. Bahkan, beberapa di antara juga merasa cemas karena siaran televisi yang berisi perang, penculikan, atau bencana alam.

Adanya kecemasan ini memang membuat anak jadi tidak percaya diri dengan kemampuannya. Namun, secara diam-diam, kecemasan membantu anak untuk fokus pada suatu hal dan melakukan sesuatu dengan hati-hati.

Advertisement

Munculnya rasa cemas pada anak adalah hal yang wajar. Akan tetapi, si anak harus mampu mengatasinya. Bila tidak, kecemasan akan terus bertumpuk dan dapat menimbulkan stres maupun perasaan tertekan.

Tips membantu anak mengatasi rasa cemas yang mengganggu

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, ada beberapa anak yang berhasil menghadapi kecemasan dengan baik, ada pula yang tidak. Anda tidak perlu khawatir.

Sebagai sosok yang sangat dekat dan dipercaya oleh anak, Anda memiliki peran penting untuk membantunya mengatasi rasa stres. Coba ikuti beberapa cara berikut ini dalam membantu anak untuk mengatasi rasa cemas, yang dilansir dari laman Kids Health.

1. Cari tahu apa yang mereka cemaskan

Advertisement

menghadapi anak diskors

Kecemasan yang dirasakan anak dapat disebabkan oleh berbagai hal. Untuk membantu si kecil mengatasinya, Anda perlu mencari tahu lebih dahulu penyebabnya. Anda mendapatkan hal ini dari mengamati bagaimana kegiatannya di sekolah, menanyakan pada guru, pengasuh, atau temannya.

Untuk memastikan, tidak ada salahnya menanyakan kecemasan tersebut langsung pada si kecil. Dorong anak untuk belajar mengungkapkan apa yang ia rasakan dan dengarkan baik-baik penjelasannya.

Membantu anak mengungkapkan apa yang dirasakannya bisa menjadi salah satu cara mengajarkan anak mengatasi rasa cemas.

Saat Anda bertanya, pilih kata-kata yang tidak mengintimidasinya. Ketimbang bertanya, “Kamu takut ujian besok, ya?” akan lebih baik jika Anda bertanya, “Menurut Adek ujian besok, gimana?”

Advertisement

Memberi pertanyaan yang menyudutkan bisa membuatnya jadi merasa “kecil”. Untuk itu, ajukan pertanyaan yang lebih terbuka sehingga anak bisa memandangnya dari sisi baik dan buruknya. Pada beberapa kasus, menjadi pendengar yang baik bisa membantu meringankan rasa cemas yang dirasakan si kecil.

2. Tunjukkan rasa peduli

cara mengatasi anak tidak mau mendengarkan orangtua

cara mengatasi anak tidak mau mendengarkan orangtua

Kiat selanjutnya yang bisa Anda terapkan untuk membantu anak mengatasi rasa cemas adalah menunjukkan kepedulian. Menganggap remeh hal yang dicemaskan anak, tidak akan membuat perasaannya jadi lebih baik. Sebaliknya, ia akan semakin menjadi tidak percaya diri dan kesulitan untuk melawan rasa cemas.

Setelah Anda mendengarkan ungkapan kekhawatiran di kecil, tunjukkan bahwa Anda mengerti apa yang dirasakan dan siap sedia membantunya menghadapinya. “Iya, ibu ngerti kok, ujian besok itu gak gampang. Kalau gitu, ayo kita belajar. Nanti, ibu bantu, oke?”

Memberikan komentar demikian, menempatkan posisi Anda sebagai sosok bagi si kecil untuk bersandar. Dengan begitu, anak akan merasa mendapat dukungan dan kenyamanan sehingga bisa menghadapi kecemasan dengan lebih positif.

Advertisement

Selain membantunya untuk melawan kecemasan, membuka percakapan seperti ini juga bisa mempererat hubungan satu sama lain.

3. Arahkan anak untuk memikirkan solusi

mengembangkan kemampuan anak

mengembangkan kemampuan anak

Agar kecemasan yang dirasakan anak dapat berkurang, tentu harus ada tindakan yang ia lakukan. Namun, terkadang anak-anak yang mudah cemas cenderung memikirkan berbagai hal yang sebenarnya belum tentu akan terjadi.

Ketimbang sibuk memikirkan hal-hal yang buruk yang akan terjadi, lebih baik Anda mengarahkan untuk fokus pada satu masalah saja.

Memusatkan anak pada satu hal yang dicemaskan, membantunya mengurangi pikiran negatif. Tentunya, hal ini bisa membantu anak dalam mengatasi rasa cemas.

Advertisement

Saat rasa cemasnya mulai berkurang, inilah saat yang tepat bagi Anda untuk mengarahkan dirinya untuk memecahkan masalah.

Contohnya, anak yang khawatir dengan ujian yang akan ia hadapi, bisa Anda ajak untuk belajar bersama. Bahas soal-soal ujian yang menurut si kecil sulit untuk dikerjakan dan temukan cara termudah untuk mengerjakannya.

4. Jadikan diri Anda sebagai contoh baginya

anak menerima kekalahan

anak menerima kekalahan

Pelajaran penting yang paling kuat dalam membantu anak untuk mengatasi rasa cemas adalah menjadi sosok yang bisa dijadikan panutan. Setiap Anda menghadapi sesuatu di luar rencana, hadapi ini dengan tenang.

Jangan marah maupun terburu-buru karena ini bisa memperlihatkan bahwa Anda tidak bisa mengatasi kecemasan dengan baik.

Advertisement

Selain dari tindakan, ada kalanya Anda menceritakan kecemasan yang Anda alami dan bagaimana cara Anda menghadapinya pada anak. Dari percakapan inilah, si kecil akan lebih memahami sikap Anda dalam melawan kecemasan.

Jika anak masih kesulitan mengatasi kecemasannya walaupun Anda sudah membantunya, sudah waktunya Anda minta bantuan dokter atau psikolog anak. Jangan biarkan kecemasan tersebut mengganggu aktivitas anak hingga membuatnya stres dan jatuh sakit.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Tangerang Selatan1 hari ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan1 hari ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional1 hari ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional1 hari ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional2 hari ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional2 hari ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Pemerintahan2 hari ago

Gantikan Mukroni, H Ika Resmi Jadi Plt Kepala Dispora Tangsel

Pemerintahan2 hari ago

Alasan Mukroni Mundur dari Jabatan Kadispora Tangsel

Pemerintahan2 hari ago

Kadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan

Pemerintahan2 hari ago

Ular Sanca Masuk Permukiman Warga di Rempoa, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Pemberitahuan3 hari ago

Perizinan Tangsel Makin Mudah, SIMPONIE V3 Hadir dengan Fitur Ramah Difabel dan Real-Time

Tangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan3 hari ago

Tangsel One Tambah Fitur Baru, Warga Tangsel Bisa Cari Loker hingga Cek Harga Pasar

Sport3 hari ago

FAM Tuntut Penjelasan FIFA soal Perubahan Waktu Tambahan Indonesia vs Bangladesh

Sport3 hari ago

Tamatlah Sudah Alkisah Kami: Malaysia Cetak 6 Gol ke Gawang Singapura, tapi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 hari ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport3 hari ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Otomotif3 hari ago

iCAR V27, SUV Listrik Bergaya Offroad untuk Perjalanan Kota dan Luar Kota

Opini3 hari ago

Anak Remaja Makin Jarang Bercerita? Jangan-Jangan yang Dibutuhkan Bukan Nasihat, tetapi Kehadiran

Nasional3 hari ago

Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

Otomotif3 hari ago

Motor Suzuki Access 125, Matic Klasik dengan Gaya Elegan dan Nyaman

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional3 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional3 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Obituari3 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Banten2 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport4 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Nasional2 minggu ago

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Bermasalah, Mentan Andi Amran Sulaiman: Tarik, Cabut Izin, Proses Hukum!

Bisnis3 minggu ago

ParagonCorp dan BRIN Eksplorasi Mikroalga Lokal

Populer