Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKP2) meresmikan bedah rumah tidak layak huni menjadi layak huni di Jalan Salak 9,RT 03/2, Kelurahan Pondok Benda, Pamulang, Jumat (16/11).
Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, menjelaskan, ini merupakan tahun ketujuh dalam pelaksanaan bedah rumah, menggunakan dana APBD, disamping juga ada dana CSR baik dari Bank BJB maupun dari Polres Tangsel.
“Ini yang sangat dibutuhkan dan dirasakan oleh masyarakat. Tangsel sebagai wilayah baru, dan Insyallah menginjak usia 10 tahun dengan tema satu dekade. Salah satu yang ingin kita lakukan adalah membuat kota agar lebih baik. Tangsel berkembang dengan sendirinya, tugas kita menata Tangsel untuk lebih baik lagi,”ungkapnya.
Airin berharap, dengan dilakukannya bedah rumah menjadi surga untuk penghuninya. “Rumah merupakan surga bagi kita, mudah-mudahan kita punya rumah yang bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi kita, melepas kelelahan kita untuk bisa menikmati kebahagiaan di dunia maupun di akhirat,mudah-mudahan apa yang kami bangun, bisa memberikan manfaat untuk bapak-ibu, dan ibu serta bapak bisa tinggal ditempat yang nyaman,” harapnya.
Airin pun berpesan kepada pemilik rumah yang dibedah, jangan sampai rumahnya dikontrakan kembali ke orang lain, dan bapak-ibu malah tinggal ditempat yang jelek. “Ini tugas bapak lurah, camat untuk melakukan pembinaan dan pengecekan, jangan sampai, rumah yang dibedah dijual atau dikontrakan kembali,”pesannya.
Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKP2), Mukodas, menjelaskan, peresmian bedah rumah ini dilakukan secara simbolis bertempat di rumah milik Maulana di Jalan Salak. Sedangkan hingga akhir tahun ini sudah 151 rumah tidak layak huni dibedah oleh pemerintah kota Tangsel.
“Kita sudah membedah sebanyak 151 rumah, dan tahun depan akan membangun 220 rumah, dan insyallah target RPJMD kita yang 550 terwujud di Tahun depan,”ungkapnya.
Dia menjelaskan, untuk pembangunan bedah rumah ini, pagu pembangunan masing-masing rumah dikisaran Rp 71 juta. “Pagu anggaran 71 juta namun untuk yang dipamulang terpakai sebesar Rp 69 juta,”jelasnya.
Sementara Maulana Yusuf (38) pemilik rumah mengucapakan terima kasih banyak kepada Pemerintah Kota Tangsel yang telah membangun rumahnya menjadi rumah layak huni. “Senang akhirnya rumah saya menjadi bagus,”ungkapnya.
Maulana Yusuf mengatakan, selama dibangun dia bersama istrinya Ratna Komala (31) tinggal dirumah orangtuanya. “Kebetulan rumah orangtua saya disebelah rumah saya, jadi selama proses pekerjaan saya menumpang dirumah orangtua. Pas lihat hasilnya, senang banget jadi bagus,” singkatnya.
Nasional1 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport2 minggu agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Nasional2 minggu agoG30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia
Sport2 minggu agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport1 minggu agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Bisnis2 minggu agoBogasari Baking Center Latih Puluhan UKM
Sport1 minggu agoTimnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2
Bisnis2 minggu agoIndustri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi












