Ciputat Timur
Benyamin Davnie: 43 Rumah Dibedah di Kecamatan Ciputat Timur

Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus berkomitmen memperbaiki rumah warga yang tidak layak huni menjadi layak. Setelah melakukan sosialisasi persiapan pelaksanaan bedah rumah di Kecamatan Serpong dan Setu, kali ini giliran Kecamatan Ciputat Timur, Kamis (16/03).
Wali Kota Benyamin menjelaskan di tahun 2023, Pemkot Tangsel akan memperbaiki 500 rumah tak layak huni. Dan untuk Kecamatan Ciputat Timur akan menyasar 43 rumah untuk diperbaiki.

“Insyaallah pekerjaannya dilakukan selama sebulan ya pak bu,” ucap Benyamin.
Ia menegaskan program ini akan terus dilanjutkan karena dampaknya sangat dirasakan masyarakat. Dan tiap tahunnya mengalami peningkatan untuk rumah yang dilakukan perbaikan.
“Tahun lalu 200 ya, tahun ini 500, artinya ini pemerintah hadir untuk membantu bapak ibu semua menanggulangi kesulitan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa syarat perbaikan rumah tak layak huni, rumah tersebut adalah milik sendiri yang jelas secara administrasinya.

“Tanahnya harus punya sendiri, jangan punya PT, punya orang, ngontrak, itu tidak boleh ya bapak ibu,” jelasnya.
Program bedah rumah ini kata Benyamin, untuk meningkatkan taraf hidup kesejahteraan masyarakat, dan pemerintah kota hadir untuk merealisasikan itu semua. (fid)
Nasional7 hari agoMendagri Tito Karnavian Dukung Hadirnya Perpukadesi, Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia
Nasional7 hari agoAirin Rachmi Diany Raih Penghargaan Outstanding Influential Woman Leader in Regional Development dari CNN Indonesia
Sport2 hari agoHasil Akhir Persija Jakarta vs Persib Bandung1-2 di BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-32
Opini4 hari agoKetika Makanan Juga Relasi
Banten2 hari agoHasil Persita Tangerang vs Persijap Jepara 0-3 di BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-32
Sport7 hari agoIndonesia vs China 1-0 di Piala Asia U-17 2026
Pemerintahan5 hari agoBenyamin Davnie Lanjutkan Program Bedah Rumah, Targetkan 329 Unit Diperbaiki Sepanjang 2026
Techno3 hari agoAplikasi HRD Terbaik di Indonesia untuk Tingkatkan Efisiensi Pekerjaan HR hingga 80 Persen
























