Connect with us

Tokoh

Benyamin Davnie Bagikan Kisah Perjalanan Hidupnya di Podcast Ceritain Bang Ben

Tangkapan Layar Podcast CERITAIN BANG BEN

CERITAIN BANG BEN adalah ruang cerita dan refleksi bersama Benyamin Davnie, birokrat senior yang telah mengabdi puluhan tahun di pemerintahan. Lewat podcast ini, Bang Ben berbagi pengalaman, suka duka, hingga hikmah yang ia temui selama perjalanan kariernya. Channel ini hadir bukan sekadar untuk nostalgia, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan inspirasi bagi para ASN dan Generasi Muda dalam memahami makna pelayanan publik, etika birokrasi, dan semangat membangun daerah dengan hati. Dari kisah lapangan, keputusan penting, hingga obrolan santai penuh nilai hidup, CERITAIN BANG BEN akan mengajak kita belajar bahwa menjadi abdi negara bukan hanya soal jabatan, tapi soal pengabdian.

Podcast Ceritain Bang Ben hadir sebagai ruang dialog hangat antara ayah dan anak. Di satu sisi, ada Benyamin Davnie, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sekaligus birokrat senior dengan pengalaman puluhan tahun. Di sisi lain, ada Erlangga Yudha Nugraha, sang putra, yang menjadi pemandu sekaligus pewawancara di setiap episodenya. Ceritain Bang Ben episode 01 tayang pada Minggu (14/9/2025).

Kehadiran Erlangga membuat podcast ini berbeda dari sekadar bincang-bincang birokrasi. Hubungan ayah-anak menghadirkan suasana cair, hangat, sekaligus reflektif. Dengan pertanyaan-pertanyaan tajam namun santai, Erlangga berhasil menggali cerita-cerita dari sang ayah—kisah yang jarang diungkap ke publik, mulai dari masa awal menjadi honorer hingga keputusan besar saat memimpin Tangsel.

Erlangga bukan sekadar host, melainkan jembatan antara dua generasi. Ia mewakili rasa ingin tahu anak muda tentang arti pengabdian, kepemimpinan, dan perjalanan birokrasi, sementara ayahnya menghadirkan jawaban lewat pengalaman nyata di lapangan. Dari sinilah lahir podcast yang bukan hanya bernostalgia, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan inspirasi.

Advertisement

Benyamin Davnie Cerita Perjalanan Karier, Tantangan, dan Keputusan Besar Angkat 6.000 P3K di Tangerang Selatan

Obrolan dimulai ketika Erlangga penasaran dengan langkah sang ayah yang pada tahun 2024–2025 mengangkat lebih dari 6.000 tenaga honorer menjadi P3K.

“Latar belakang kebijakan itu apa sih, Yah?” tanya Erlangga.

Benyamin menjawab dengan nada empati. Ia mengingat pengalamannya sendiri sebagai tenaga kerja sukarela (TKS) sebelum akhirnya menjadi PNS. “Aku juga TKS dulu tahun 3 gitu loh. Tidak tiba-tiba jadi PNS. Jadi suka-duka TKS itu aku alami. Sekarang ketika memimpin, aku bisa bayangin gimana 6.000 teman-teman yang sudah menunggu bukan setahun dua tahun, tapi tujuh, delapan bahkan sebelas tahun. Mereka ingin sekali punya status,” jelasnya.

Menurutnya, keputusan itu adalah bentuk empati. “Kalau cuma sebagian yang diangkat, sisanya akan kecewa. Tapi kalau semuanya diangkat, konsekuensinya APBD harus menanggung beban gaji dan tunjangan mereka. Aku pilih jalan kedua, karena bagiku jalannya pemerintahan ini akan lebih baik kalau mereka punya kepastian,” ujarnya.

Advertisement

Benyamin Davnie, dari Honorer hingga Jadi ASN

Erlangga kemudian mengulik cerita awal sang ayah meniti karier sebagai honorer. Benyamin bercerita, ia masuk dunia pemerintahan setelah lulus kuliah dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik jurusan Ilmu Pemerintahan.

“Begitu lulus, Pemkab Tangerang butuh pegawai. Kebetulan jurusanku pas. Desember lulus, Maret langsung diterima jadi honorer,” kenangnya.

Namun, situasi saat itu jauh berbeda dengan sekarang. Jika kini seleksi ASN penuh aturan dan sistem digital, dulu jalannya lebih sederhana.

Benyamin juga mengenang pengalaman unik di awal karier. Karena rumahnya dekat kantor, ia sering berangkat kerja naik sepeda. “Orang heran, anak kolonel kok naik sepeda. Ya kenapa? Bagi aku itu biasa saja,” katanya sambil tertawa.

Advertisement

Perbedaan mencolok antara dulu dan sekarang, kata Benyamin, adalah soal teknologi. “Dulu semua manual. Pernah disuruh nganterin undangan rapat ke 32 kecamatan seharian penuh. Dari pagi sampai tengah malam baru selesai. Kalau sekarang, cukup kirim WA, selesai dalam hitungan detik,” ujarnya.

Ia menekankan, generasi sekarang beruntung dengan kemudahan teknologi. Namun, menurutnya, di masa lalu justru hal itu yang membentuk disiplin, ketekunan, dan tanggung jawab.

Tantangan untuk Membuktikan Diri

Benyamin juga mengungkap tantangan besar di awal karier. Sebagai anak seorang kolonel, ia sering dipandang sebelah mata. “Banyak yang mengira aku dipermudah karena anak siapa. Justru itu tantangan, aku harus buktikan bahwa aku mampu karena kerja keras, bukan karena ayahku,” katanya.

Ia bahkan diuji mental oleh atasannya. “Undangan rapat pernah dilempar ke aku, seolah-olah dimarahi. Tapi aku pungut satu-satu, tetap aku kerjakan. Aku belajar dari OB bagaimana prosedurnya. Itu membentuk mental,” kenangnya.

Advertisement

Filosofi Hidup: Seperti Memancing

Dalam podcast itu, Benyamin juga membagikan filosofi hidup yang diajarkan ayahnya. “Kalau mancing ikan emas, umpannya harus sesuai ikan emas. Kalau mancing lele, umpannya beda lagi. Artinya, kalau berhadapan dengan pemimpin, anak muda, atau masyarakat, kita harus tahu cara mendekati mereka sesuai karakter masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, prinsip utama yang ia pegang adalah tanggung jawab. “Sekecil apa pun tugas yang diberikan, harus diselesaikan tuntas. Dari tanggung jawab itu lahir kerja keras, kesetiaan, dan kejujuran,” ujarnya.

Gaya Kepemimpinan

Erlangga penasaran, ayahnya termasuk tipe pemimpin yang detail atau membebaskan. Benyamin menegaskan ia lebih percaya pada staf. “Aku enggak mendikte. Aku percaya mereka punya kemampuan. Yang penting pekerjaan selesai, benar, dan sesuai aturan. Teknisnya, biar mereka tentukan. Aku lebih membimbing dan mengarahkan agar tidak keluar jalur,” kata Benyamin.

Benyamin Davnie Jadi Camat Termuda

Benyamin kemudian menceritakan titik balik kariernya. Tahun 1983 ia masih honorer, tapi terpilih menjadi Ketua FKPPI Kabupaten Tangerang. Dua tahun kemudian, ia memimpin KNPI Kabupaten Tangerang. Dari situ, kiprahnya makin terlihat hingga akhirnya di usia 29 tahun ia dilantik sebagai Camat Ciledug, menjadikannya camat termuda saat itu.

Advertisement

“Itu turning point. Dari situ aku sadar masa depanku di pemerintahan. Aku harus total. Bahkan waktu itu keluarga sering dikorbankan karena harus melayani tamu sampai larut,” kisahnya.

Menghadapi Kepala Desa Senior

Sebagai camat muda, Benyamin menghadapi tantangan memimpin para kepala desa yang jauh lebih tua dan berpengalaman. Ia mengaku tak pernah bersikap instruktif berlebihan. “Aku dekati mereka dengan empati. Aku dengarkan kesulitan mereka. Dari situ mereka menghargai aku. Itu kembali ke filosofi memancing tadi,” ungkapnya.

Inspirasi dan Mentor

Selain orang tua, banyak sosok yang menginspirasi Benyamin. Di pemerintahan, ia menyebut nama almarhum Pak Yitno dan Pak Masduki sebagai mentor. Dari dunia politik, ia belajar dari tokoh-tokoh lokal, ulama karismatik, hingga bupati saat itu, Tadjus Sobirin.

“Mereka membentuk kepemimpinan aku. Aku belajar banyak dari cara mereka bekerja dalam keterbatasan,” katanya.

Advertisement

Didikan Keras, Tapi Membentuk

Percakapan juga menyinggung soal pola asuh. Erlangga mengingat betapa sang ayah kadang keras, tapi justru membuat anak-anaknya lebih mandiri. Benyamin mengaku memang sejak dulu tidak suka memanjakan. “Aku cuma pesen ke anak-anak: jangan berantem, jangan narkoba. Itu aja. Sisanya biar kalian belajar sendiri dari pengalaman,” ucapnya.

Pesan untuk ASN

Dalam percakapan tersebut, Erlangga bertanya secara langsung tentang nasihat ayahnya untuk generasi muda yang bercita-cita menjadi ASN. Menanggapi hal itu, Benyamin memberikan jawaban yang penuh makna.

“Jangan hanya mengejar status. ASN itu pengabdian. Harus disiplin, bertanggung jawab, dan rendah hati. Kalau menang, bersyukur. Kalau kalah, sabar. Jangan sombong dengan kekuasaan. Ingat, jabatan itu amanah,” tegas Benyamin.

Pernyataan ini menggambarkan filosofi kepemimpinan yang ia pegang teguh sepanjang perjalanan kariernya, mulai dari honorer, camat termuda, hingga menjabat sebagai Wali Kota Tangsel. Benyamin menekankan bahwa kesuksesan seorang ASN tidak diukur dari jabatan tinggi yang diraih, melainkan dari seberapa besar kontribusinya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa kekuasaan bersifat sementara, sehingga pejabat publik tidak boleh terjebak pada kesombongan.

Advertisement

Di akhir obrolan, Erlangga menyampaikan rasa terima kasih kepada ayahnya atas cerita panjang dan refleksi hidup yang dibagikan dalam podcast tersebut.

“Terima kasih banyak, Yah, sudah cerita panjang di Ceritain Bang Ben. Semoga jadi inspirasi buat semua yang dengar,” ujar Erlangga.

Benyamin pun menutup dengan kalimat sederhana namun penuh makna.

“Sama-sama. Mudah-mudahan bermanfaat,” pungkas Benyamin. (fid)

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sport2 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport2 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport2 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport2 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional3 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan3 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport3 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 hari ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport3 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport3 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 hari ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan4 hari ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan4 hari ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan4 hari ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan6 hari ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan6 hari ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional6 hari ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional6 hari ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional6 hari ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional7 hari ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Nasional1 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Sport3 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Banten3 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Sport3 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Banten2 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Nasional1 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Nasional3 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport3 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport7 hari ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport3 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Bisnis1 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis1 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis2 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Populer