Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) bulan Agustus 2020 yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 88,9 persen penerima Kartu Prakerja menyatakan program tersebut meningkatkan keterampilan kerja mereka. Hal tersebut sesuai dengan harapan agar angkatan kerja Indonesia dapat bersaing di era kompetisi global sekarang ini.
“Ini yang kita harapkan. Karena dalam zaman yang penuh dengan kompetisi seperti ini kalau keterampilan kita, skill kita tiap hari tidak kita perbaiki, perbaiki, perbaiki, hilang kita. Lho tahu-tahu kok saya kehilangan pekerjaan,” ujar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan arahan kepada penerima Kartu Prakerja di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/3/2021) siang.
Peningkatan keterampilan sangat dibutuhkan terutama di era saat perubahan terjadi dengan sangat cepat. Untuk itu, Presiden berpesan agar para penerima Kartu Prakerja terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya.
“Jangan berhenti untuk belajar, jangan berhenti untuk meningkatkan skill, meningkatkan keterampilan kita, karena kita ini kejar-kejaran dengan perubahan,” pesannya.
Sejak diluncurkan pada April 2020 hingga gelombang ke-14, Kartu Prakerja sangat diminati oleh angkatan kerja di Indonesia, namun masih sedikit yang sudah berkesempatan memperoleh pelatihan.
“Tadi disampaikan oleh Pak Menko Perekonomian bahwa yang mendaftar di Kartu Prakerja ini ada kurang lebih 55 juta (orang), tetapi yang ikut di tahun 2020 5,6 juta (orang), dan tahun ini baru 1,8 juta orang. Memang belum tertampung semuanya,” ujar Presiden.
Lebih jauh, Kepala Negara menyampaikan, terdapat kurang lebih 1.700 pelatihan yang disiapkan oleh 165 lembaga penyedia. Peserta Kartu Prakerja pun bebas memilih pelatihan yang sesuai dengan minat dan talenta yang dimiliki.
Berdasarkan data, terdapat lima pelatihan yang paling banyak diminati, yaitu pelatihan pemasaran secara daring, makanan dan minuman atau food and beverage, teknologi informasi khususnya website, perkantoran, serta kewirausahaan (entrepreneurship). Presiden menilai, pelatihan-pelatihan tersebut memang sangat diperlukan baik dalam dunia kerja maupun dunia usaha.
“Saya memulai usaha dulu dari nol juga dimulai dari ikut pelatihan. Ikut pelatihan, dulu seminggu tapi. Kalau ini kan sekarang sudah zamannya zaman digital seperti ini Bapak-Ibu bisa belajar online, itu akan lebih mempercepat,” ujarnya.
Ditambahkan Kepala Negara, melalui peningkatan keterampilan dan pengetahuan akan terbuka semakin banyak peluang, baik peluang kerja maupun usaha.
“Saya berharap [program Kartu Prakerja] ini nanti akan menjadi sebuah model kita dalam meningkatkan skill, meningkatkan keterampilan kita semuanya. Inilah sebuah kesempatan besar yang kita harapkan betul-betul bisa membuka peluang kerja yang sebanyak-banyaknya. Dan kalau nantinya banyak yang masuk ke dunia usaha, banyak yang masuk ke dunia kerja, saya kira ekonomi kita akan lebih baik lagi,” pungkasnya. (sk/rls/red)
Event5 hari agoFestival Lebaran Betawi Tangsel ke-6 Digelar 23–24 Mei 2026 di Jurang Mangu Barat
Sport7 hari agoMoto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Start Posisi 20 Finis di Urutan ke-8
Bisnis3 hari agoAQUVIVA Berangkatkan Umrah 3 Marbot Masjid dan 6 Pemenang Kejutan Tutup Botol Ramadan ke Tanah Suci
Sport6 hari agoHasil Pertandingan PSM Makassar vs Persib Bandung 1-2
Jabodetabek3 hari agoDelapan SD Terbaik DKI Jakarta dan Banten Berkompetisi di DANCOW Indonesia Cerdas Season 2
Nasional5 hari agoRaker dengan DPR, Menteri Maman Abdurrahman Paparkan Evaluasi Anggaran dan Kinerja Kementerian UMKM Semester I 2026
Bisnis3 hari agoGoogle dan Terralogiq Bahas Masa Depan Geospatial AI untuk Bisnis Indonesia
Bisnis4 hari agoJobstreet by SEEK Dukung SV UGM Career Days 2026














