Connect with us

Lifestyle

Bu, Ini Kunci Penting Kesehatan Sistem Pencernaan Anak

Tahukah Ibu, sebagian besar kesehatan anak dipengaruhi oleh sistem pencernaan yang sehat? Menjaga kesehatan sistem pencernaan sangat dipengaruhi oleh peran bakteri yang seimbang di dalam usus. Keseimbangannya dapat dijaga dengan asupan makanan bernutrisi. Lebih jauh lagi, mari ketahui peran bakteri di dalam usus untuk pencernaan dan pengaruhnya terhadap kesehatan anak secara keseluruhan.

Memahami kaitan sistem pencernaan dan kesehatan anak secara menyeluruh

Kesehatan pencernaan anak

Kesehatan pencernaan memiliki peran penting terhadap kesehatan anak keseluruhan. Mengutip salah satu penelitian dalam jurnal Clinical & Experimental Immunology, sistem pencernaan memegang peranan sebesar 70 persen dalam kesehatan tubuh manusia secara utuh.  

Usus adalah salah satu organ tubuh yang memiliki fungsi penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Di dalam usus terdapat mikroorganisme yang membentuk dan menjaga kesehatan lingkungan usus. Mikroorganisme merupakan kumpulan dari bakteri, virus, archaea (organisme sel tunggal yang bekerjasama dengan bakteri baik dalam mengurai makanan), dan eukaryotes (sel induk). Kumpulan mikroorganisme tersebut dinamakan mikrobiota usus. Komposisi mikroorganisme ini perlu dijaga keseimbangannya.

Advertisement

Apabila mikrobiota usus ini tidak terjaga keseimbangannya, kemungkinan besar sistem pencernaan dapat mengalami gangguan sehingga turut menghambat penyerapan nutrisi anak dan menyebabkan sakit perut sebagai gejalanya.  

Selain itu, peningkatan dan keseimbangan mikrobiota usus ditentukan pula dari makanan padat yang ia peroleh, hingga pemilihan nutrisinya. Mikrobiota ini secara bertahap akan mendukung pembentukan daya tahan atau imunitas anak.

Sistem pencernaan yang sehat dukung penyerapan nutrisi anak

Lalu bagaimana sistem kerja mikrobiota ini terhadap daya tahan tubuh si kecil? Secara mekanisme, mikrobiota menghasilkan asam lemak rantai pendek. Asam lemak rantai pendek ini merupakan hasil fermentasi bakteri baik di dalam usus besar yang berasal dari makanan anak, terutama makanan berserat dan makanan bertepung (starch).

Asam lemak rantai pendek ini berperan penting mendukung penyerapan nutrisi dan kerja neurotransmitter di dalam tubuh anak. Mari kita pelajari bagaimana asam lemak rantai pendek berperan terhadap penyerapan nutrisinya.

Advertisement

Asam lemak rantai pendek dapat menurunkan pH di dalam usus, sehingga menghambat perkembangan bakteri patogen yang bisa mencegah penyerapan nutrisi optimal. Dengan mekanisme tersebut, usus mampu meningkatkan penyerapan nutrisi anak. Maka, mikrobiota usus yang terjaga komposisinya pasti akan mengoptimalkan penyerapan nutrisi anak.

Dalam perannya lebih lanjut, asam lemak rantai pendek mampu meningkatkan metabolisme tubuh dari penyerapan nutrisi anak. Metabolisme merupakan mekanisme tubuh dalam mencerna dan menyerap makanan, sehingga menghasilkan energi di dalam tubuh. 

Proses metabolisme ini mampu tingkatkan kesehatan tubuh anak, terutama dalam mencegah risiko obesitas. Hal ini dilatarbelakangi oleh asam lemak rantai pendek (khususnya butirat dan propionat sebagai produk asam lemak rantai pendek) yang dapat merangsang produksi hormon di dalam usus guna meregulasi selera makan anak dan mencegahnya dari nafsu makan berlebih.

Kesehatan sistem pencernaan dukung daya tahan tubuh anak

kesehatan anak

kesehatan anak

Sebelumnya dikatakan bahwa asam lemak rantai pendek yang dihasilkan mikrobiota usus dalam proses fermentasi bermanfaat sebagai neurotransmitter. Neurotransmitter merupakan “alat komunikasi” pada sistem saraf yang menghubungkan mikrobiota usus dengan otak dalam tugas regulasi sistem imun tubuh.

Advertisement

Mikrobiota usus yang terjaga seimbang dapat mendukung kerja sel imun dalam melawan bakteri patogen penyebab penyakit. Mikrobiota ini juga mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen agar tidak mempengaruhi kesehatan sistem pencernaan.

Mikrobiota di dalam sistem pencernaan anak membantu meningkatkan kerja sel imun dalam menjaga daya tahan tubuh anak. Sel imun ini berperan dalam mengidentifikasi musuh di dalam tubuh, seperti bakteri patogen. Sistem imun dan mikrobiota bersinergi dalam melawan bakteri jahat. 

Melalui neurotransmitter, mikrobiota usus berkomunikasi dengan otak untuk memicu kerja imun dalam menekan perkembangan bakteri patogen. Dengan begitu, mikrobiota dapat mengaktifkan mekanisme imunomodulasi pada sistem imun. Imunomodulasi merupakan bentuk pertahanan tubuh untuk bereaksi melawan peradangan.

Di sini, mikrobiota berkomunikasi dengan sel imun untuk menstimulasi kerja sel T (bagian sel darah putih sebagai mekanisme imunitas tubuh) untuk memproduksi protein sitokin yang bekerja dalam meredam peradangan penyakit karena bakteri patogen yang masuk ke dalam tubuh.

Advertisement

Tak terlepas dari itu, mikroorganisme usus juga terdiri atas bakteri baik yang berperan besar dalam merawat mikrobiota usus. Bakteri baik ini biasanya hidup berkumpul (secara koloni) di dinding usus. Bakteri baik pemicu kerja sel darah putih di dalam usus, terutama dalam melawan inflamasi atau peradangan akibat infeksi. Ia bekerja dalam saluran pencernaan dan memicu perbaikan pada jaringan sel yang rusak.

Apabila keseimbangan mikrobiota tidak terjaga, hal ini menimbulkan risiko pada penyerapan nutrisi anak. Ketidakseimbangan mikrobiota dapat memberi peluang bakteri patogen untuk menginfeksi tubuh, karena sistem imun tidak terjaga kekuatannya. Patogen yang menginfeksi sistem pencernaan dapat mengganggu penyerapan nutrisi dalam tubuh anak. Bila kondisi ini tidak segera ditangani, ke depannya, anak mungkin saja mengalami masalah malnutrisi.

Keseimbangan mikrobiota usus memiliki efek yang berkesinambungan antara meningkatkan penyerapan nutrisi anak, mendukung metabolisme, serta meningkatkan sistem imun. Oleh karenanya, penting untuk menjaga sistem pencernaan dengan asupan prebiotik.

Cara menjaga mikrobiota usus anak

kesehatan sistem pencernaan anak

kesehatan sistem pencernaan anak

Kini Ibu sudah tahu betapa pentingnya menjaga mikrobiota untuk dukung kesehatan sistem pencernaan anak dan tubuhnya secara menyeluruh. Sekarang, Ibu perlu bantu si kecil merawat sistem pencernaannya, yakni dengan asupan kaya prebiotik. Prebiotik merupakan substansi yang tidak dicerna usus. Ia bekerja dengan menstimulasi pertumbuhan mikrobiota usus, untuk meningkatkan perkembangan bakteri baik di dalam usus.

Advertisement

Dalam fungsinya menjaga bakteri baik di dalam usus, prebiotik membantu pembusukan atau fermentasi makanan di dalam usus besar. Cara ini mendukung pertumbuhan bakteri di dalam usus, serta menekan pertumbuhan bakteri jahat, seperti E. coli dan C. difficile, yang dapat mengganggu kerja sistem cerna. Hasil fermentasi ini juga mendukung produksi asam lemak rantai pendek yang membantu kerja metabolisme dan penyerapan nutrisi pada tubuh anak.

Makanan mengandung prebiotik mudah ditemukan sehari-hari. Ibu bisa memberikan deretan makanan di bawah ini untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan anak.

  • Sayuran: kubis, jagung, asparagus, kacang polong, bawang putih
  • Biji-bijian: kacang merah, kacang kedelai (termasuk tempe dan tahu)
  • Buah-buahan: persik, rambutan, melon, delima, kurma, jeruk bali
  • Sereal atau roti: roti putih, gandum, pasta

Selain makanan di atas, berikan pula susu dengan kandungan prebiotik dan probiotik yang dapat membantu tingkatkan kesehatan sistem pencernaan anak. Prebiotik akan bekerja secara sinergis dalam meningkatkan kerja sistem imun tubuh. 

Tak hanya prebiotik dan probiotik, kandungan protein whey di dalam susu anak mampu meningkatkan fungsi imunomodulasi dalam menangani infeksi penyakit dan menjaga daya tahan tubuh.Dengan begitu, anak mampu mendapatkan tambahan asupan nutrisi, serta penyerapan nutrisinya jadi optimal karena mikrobiota ususnya pun terjaga dan sistem imunnya dapat bekerja dengan baik.

Bu, karena peranan sistem pencernaan anak yang begitu kompleks dapat berdampak pada kesehatannya secara utuh, selalu perhatikan asupan makanan yang terbaik untuk jaga kesehatan ususnya. Semoga si kecil sehat selalu.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan2 jam ago

DSDABMBK Tangsel Bangun Median dan Dua U-Turn di Jalan Rawa Buntu

Nasional4 jam ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport7 jam ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport9 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis10 jam ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis10 jam ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis10 jam ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis11 jam ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis11 jam ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis11 jam ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis11 jam ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Bisnis11 jam ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Bisnis11 jam ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis11 jam ago

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Didorong Naik Kelas, Kapasitas Ekspor-Impor Perlu Diperkuat

Bisnis11 jam ago

Jarwinn Solar Panel Dorong PLTS Hybrid dan BESS untuk Efisiensi Energi Dunia Usaha

Bisnis11 jam ago

Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

Bisnis11 jam ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakarta Utara

Bisnis11 jam ago

MPXL Berhasil Membalikkan Kinerja, Laba Bersih Tumbuh Menjadi Rp4,11 Miliar

Pemerintahan11 jam ago

Mengenal Tangsel Siaga 112, Layanan Darurat Terintegrasi untuk Masyarakat

Nasional11 jam ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Banten3 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional3 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer