Data privasi di dunia digital semakin tidak aman. Data itu, baik berupa email, kata sandi, hingga nomor ponsel. Data itu pun banyak yang dicuri peretas.
Tanpa kita sadari kebocoran data pribadi itupun dapat mengambil alih akun media sosial korbannya. Lebih parahnya lagi menguras isi rekening korban.
Nah, apakah email dan password kita pernah bocor dan diperjualbelikan di internet, begini cara mengeceknya dengan situs periksadata.com.
Sekadar diketahui, periksadata.com dibuat oleh pendiri komunitas ethical hacker, Teguh Aprianto, yang diklaimnya dapat mendeteksi data seseorang bocor atau tidak.
Ethical Hacker Indonesia berdiri 2017 lalu dan telah mengadakan serangkaian acara dan juga diskusi untuk mengedukasi untuk mengarahkan mereka yang memiliki skill agar menggunakan kemampuan tersebut untuk hal-hal yang positif.
Belakangan semenjak kasus serangan digital semakin ramai, Ethical Hacker Indonesia terlibat langsung mengedukasi masyarakat awam agar terhindar dari serangan digital.
Periksa Data
Website yang dilengkapi tools khusus ini dinamai periksadata.com.
Anda tinggal memasukkan email pada kolom yang tersedia. Situs itu akan langsung memberikan informasi mengenai data milik Anda, apakah pernah bocor atau tidak. (fajar)
Pemerintahan3 hari agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Pemerintahan4 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Serba-Serbi3 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport3 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Bisnis3 minggu agoMengenal Lebih Jauh Perseroda PITS: PAM Kota Tangsel
Hukum3 minggu agoIPW Sebut Kortastipidkor Polri Sedang Bongkar Kejahatan Besar, Diduga Libatkan Mafia Perkara
Pemerintahan4 minggu agoDipimpin Pilar Saga Ichsan, Tangsel Angkat Keberagaman Budaya Daerah di Karnaval APEKSI 2026
Nasional4 minggu agoKemenag Dorong PSGA Jadi Pusat Rujukan Nasional Gender dan Anak














