Nasional
Cek Fakta: [BENAR] “Dugaan Pelanggaran Pemilu di Acara Singkawang Bersholawat”
![[BENAR] "Dugaan Pelanggaran Pemilu di Acara Singkawang Bersholawat"](https://kabartangsel.com/wp-content/uploads/2019/04/1554258919_421_Cek-Fakta-BENAR-Dugaan-Pelanggaran-Pemilu-di-Acara-Singkawang-Bersholawat.png)
“Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Singkawang, Kalimantan Barat, tengah menyelidiki dugaan pelanggaran pemilu dalam ceramah bertajuk “Singkawang Bersholawat” yang digelar di Halaman Stadion Kridasana Singkawang, Minggu (31/3/2019) malam”, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
======
KATEGORI
Klarifikasi.
======
SUMBER
Pesan berantai WhatsApp.
======
NARASI
Cek video pertama.
======
PENJELASAN
(1) Video ceramah (video pertama) beredar melalui pesan berantai WhatsApp .
——
(2) http://bit.ly/2Ue2kIP, video klarifikasi oleh Kapolres Singkawang.
——
(3) Beberapa artikel yang berkaitan:
- KOMPAS(dot)com: “Diselidiki, Dugaan Pelanggaran Pemilu di Acara Singkawang Bersholawat”, selengkapnya di (1) bagian REFERENSI.
- TRIBUNPONTIANAK(dot)co(dot)id: “Viral Ceramah Terkait Pemilu di Singkawang, Polres Singkawang Ambil Tindakan”, selengkapnya di (2) bagian REFERENSI.
======
REFERENSI
(1) http://bit.ly/2I7ba3z KOMPAS(dot)com: “Diselidiki, Dugaan Pelanggaran Pemilu di Acara Singkawang Bersholawat
KONTRIBUTOR PONTIANAK, HENDRA CIPTA
Kompas.com – 01/04/2019, 13:47 WIB
(foto)
Ilustrasi.(Thinkstock)
SINGKAWANG, KOMPAS.com – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Singkawang, Kalimantan Barat, tengah menyelidiki dugaan pelanggaran pemilu dalam ceramah bertajuk ” Singkawang Bersholawat” yang digelar di Halaman Stadion Kridasana Singkawang, Minggu (31/3/2019) malam.
Ketua Bawaslu Singkawang, Zulita saat dikonfirmasi mengatakan, belum mengetahui detail konten video tersebut, lantaran baru akan didalami. Termasuk siapa nama penceramahnya masih sedang dicari tahu.
“Masih kita selidiki. Sekarang kita mau lagi rapat Gakkumdu untuk mengumpulkan dan menganalisis dokumen-dokumen yang ada,” kata Zulita, saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/4/2019).
Namun dia memastikan, acara tersebut bukan kampanye karena tidak ada pemberitahuan awal kepada Bawaslu.
“Yang melapor pun tidak ada. Itu temuan Bawaslu di lapangan. Kita akan rapat dulu, lalu lihat masuknya di ranah mana ceramah ini,” ucapnya.
Sebelumnya beredar video ceramah berdurasi 2 menit 27 detik. Diduga konten ceramah bernada provokatif tersebut memuat pelanggaran kampanye, karena terang-terangan mengajak jemaah untuk memilih calon presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi.
Selain itu, Kapolres Singkawang AKBP Raymond Masengi mengatakan, pihaknya juga tengah mendalami konten video tersebut. Menurut dia, jika masuk ranah pemilu maka akan ditangani Gakkumdu. Sementara jika ada unsur ujaran kebencian, itu wewenang kepolisian.
“Kami bersama Polda Kalbar tengah mendalami unsur-unsurnya,” kata Raymond.
Menurut dia, kepolisian saat ini juga tengah menyelidiki siapa sosok penceramah dan akan memeriksa panitia penyelenggara acara. Raymond juga meminta masyarakat tenang, karena sedang dalam penanganan kepolisian.
“Belum terkonfirmasi nama (penceramah). Masih sedang diselidiki,” katanya.
Penulis: Kontributor Pontianak, Hendra Cipta
Editor: Farid Assifa”.
——
(2) http://bit.ly/2TL89Z2 TRIBUNPONTIANAK(dot)co(dot)id: “Viral Ceramah Terkait Pemilu di Singkawang, Polres Singkawang Ambil Tindakan
Selasa, 2 April 2019 13:00
(foto)
facebook/rizal lubis
Viral ceramah FPI di Kota Singkawang, Kalbar.
Viral Ceramah Terkait Pemilu di Singkawang, Polres Singkawang Ambil Tindakan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG – Viral ceramah seorang pria berpakaian putih, diduga terjadi di Stadion Kridasana, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, beredar di media sosial Facebook, Selasa (2/4/2019).
Polres Singkawang telah mengambil langkah-langkah bekerjasama dengan Panwascam dan Bawaslu karena ini domainnya pemilu.
Apa-apa yang disampaikan dalam ceramah yang viral berkaitan dengan pemilu serentak 2019.
“Kita sedang berkoordinasi dan sudah ditindaklanjuti dan diproses apakah ini masuk dalam ranah tindak pidana pemilu atau tidak,” kata Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi, Selasa (2/4/2019).
Selain itu ada juga kata-kata yang penceramah yang bisa mengandung ujaran kebencian
Polres sedang mendalami melalui penyidik bekerjasama dengan Polda Kalbar dan sedang diproses.
“Ini sudah diambil tindakan oleh kepolisian. Masyarakat diminta tenang karena kita melakukan penindakan sesuai aturan yang ada,” imbau Kapolres.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: madrosid
Sumber: Tribun Pontianak”.
======
Sumber: https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/866174950381708/




Techno5 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System
Pemerintahan5 hari agoPemerintah Kota Tangerang Selatan Luncurkan Tangsel One dan Asisten Virtual Helita
Kampus6 hari agoGelar Pertemuan dengan Duta Besar Türkiye, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Buka Peluang MoU Perkuat Kerja Sama Internasional Antar Kedua Negara
Pamulang6 hari agoSerah Terima Aset Rampung, Pilar Saga Ichsan Pastikan Jalan dan Drainase Villa Dago Pamulang Segera Diperbaiki
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Matangkan SPMB 2026/2027, Deden Deni: Persiapan Sudah Kami Lakukan Menyeluruh
Pemerintahan5 hari agoTangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan5 hari agoBenyamin Davnie: Lewat Tangsel One, Pemkot Tangsel Hadirkan Layanan Publik Berbasis AI Terintegrasi
Pemerintahan5 hari agoDiskominfo-BPS Tangsel Dorong Data Akurat Melalui Program Kelurahan Cinta Statistik





















