Bukan ide Nadiem Makarim. Mendikbud Nadiem Makarim tidak pernah melontarkan gagasan untuk memangkas waktu pendidikan SD, SMP, dan SMA. Gagasan itu merupakan opini Johanis Malingkas melalui artikelnya di Kompasiana pada 19 November 2019 yang berjudul “Ide ‘Gila’ Buat Mendikbud Nadiem Makarim”.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
=============================================
Kategori : Konten Palsu
=============================================
Akun Umar Taufik Dado (fb.com/taufik.dado) mengunggah sebuah gambar tanpa narasi. Gambar tersebut memuat foto Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dan narasi sebagai berikut :
“Ide ‘gila’ Nadiem Makarim
Gagasan Nadiem Makarim (Mendikbud) ingin memangkas jumlah tahun pendidikan SD, SMP & SMA. Demi percepatan dan kualitas SDM Bangsa ini sesuai reformasi industri di era 4.0 ini. Untuk SD dari 6 th menjadi 4 th. SMP & SMA akan jadi 2 th. Agar menyesuaikan umur ketika melanjutkan kuliah sampai sarjana S1, S2, S3. Saya inginnya Umur 18 th sudah selesai S3. Saya tau ini akan jadi pro kontra. Makanya kita akan bicarakan secara nasional!?.
@buku_generasi_biru
Jangan cuma bicara lu punya ide… lu pikirin tuh Nasib & Jeritan Guru-guru Honorer!!”
Gambar yang sama diunggah oleh akun instagram buku_generasi_biru pada 20 November 2019.
Sumber :
https://perma.cc/DU8C-LLZZ (Arsip)
https://perma.cc/KZ3T-GGUA (Arsip)
=============================================
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh Tim CekFakta Tempo yang memasukkan kata kunci “Mendikbud Nadiem Makarim akan pangkas tahun pendidikan” ke mesin pencarian Google untuk menelusuri pemberitaan terkait. Hasilnya, Tempo menemukan satu artikel yang dimuat di situs Kompasiana dengan judul “Ide ‘Gila’ Buat Mendikbud Nadiem Makarim” yang dimuat pada 19 November 2019, sehari sebelum akun Buku Generasi Biru mengunggah gambar yang diunggah kembali oleh sumber klaim.
Artikel opini itu ditulis oleh Johanis Malingkas. Dalam profilnya di Kompasiana, Johanis menyebut dirinya sebagai dosen. Saat dibaca secara lengkap, paragraf empat dan lima artikel Johanis itu sama dengan tulisan dalam gambar unggahan akun Buku Generasi Biru.
Berikut isi lengkap paragraf empat dan lima artikel Johanis:
“Nah, seandainya jenjang itu dilakukan terobosan perubahan yang dapat di pertanggung jawabkan mengapa tidak? Perubahan disini disesuaikan dengan era kekininian, apa salah? Lama waktu di SD menjadi 4 tahun, SMP dan SMA masing-masing 2 tahun maka akan ada selisih 4 tahun lama studi. Seseorang akan menamatkan SMA pada usia 13 tahun. S2 dan S3 selama 5 tahun berarti kita akan produk SDM bergelar doktor pada usia 18 tahun.
Gagasan ini mengacu dari era “percepatan” dan jelang era revolusi industri 4.0 sehingga Indonesia akan menyiapkan tenaga profesional yang akan berkompetisi bukan hanya di negeri ini namun ke kancah internasional.”
Sebenarnya, konteks artikel Johanis itu adalah sebagai gagasan dan harapan agar Mendikbud Nadiem Makarim bisa mengubah pendidikan di Indonesia. Itu pula yang tercermin dalam judul artikel itu, “Ide ‘Gila’ Buat Mendikbud Nadiem Makarim”.
Hal tersebut juga ditegaskan dalam paragraf dua artikel Johanis yang berbunyi: “Saya maksud dengan istilah ide ‘gila’ disini adalah gagasan baru yang bisa dianggap kontroversil. Gagasan yang menerobos pola lama sistem pendidikan yang lazim saat ini. Gagasan yang dapat dijadikan bahan diskusi bersama untuk menemukan kegiatan yang dapat dilaksanakan disesuaikan dengan potensi sumber daya yang tersedia.”
Dengan demikian, gagasan soal pemangkasan waktu pendidikan SD, SMP, dan SMA tidak dilontarkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim, melainkan penulis artikel opini di Kompasiana, Johanis Malingkas.
REFERENSI:
https://cekfakta.tempo.co/fakta/491/fakta-atau-hoaks-benarkah-mendikbud-nadiem-makarim-ingin-pangkas-waktu-pendidikan-sd-smp-dan-sma
https://www.kompasiana.com/johanisalbertmalingkaspacaran/5dd367f2097f36658b00a2e2/ide-gila-buat-mendikbud-nadiem-makarim
Bisnis6 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Nasional6 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Nasional6 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional6 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Nasional5 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Jabodetabek5 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall
Banten6 hari agoMusrenbang RKPD 2027, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siap Dukung Penuh Arah Pembangunan Provinsi Banten
Techno2 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System













