Informasi tersebut salah. Bukan kegiatan pemujaan setan. Kegiatan tersebut adalah bagian dari kegiatan “Jumat Seram atau “Jumat Senang Ramai-Ramai” yang diadakan pada November 2019 lalu.
Selengkapnya terdapat di penjelasan!
KATEGORI: FALSE CONTEXT
===
SUMBER: MEDIA SOSIAL TWITTER
===
NARASI:
Ieu mah itenas
===
PENJELASAN:
Ramai di media sosial Twitter terkait dengan beredarnya informasi sekte pemuja
setan di salah satu kampus swasta di Bandung, Jawa Barat. Dari informasi yang
dihimpun oleh sejumlah pengguna Twitter, kampus yang dijadikan sebagai tempat
pemujaan setan merujuk ke Institus Teknologi Nasional atau Itenas.
Menanggapi adanya informasi yang dirasa tidak sesuai dengan fakta, pihak terkait pun
akhirnya angkat bicara. Melansir dari media sosial Instagram @itenas.official,
dinyatakan bahwa informasi yang beredar terkait sekte pemujaan setan adalah
tidak benar. Itenas menjelaskan bahwa kegiatan pada foto atau video yang
beredar merupakan kegiatan “Jumat Seram” atau “Jumat Senang Ramai-Ramai”.
Berikut adalah klarifikasi yang disampaikan oleh Instagram @itenas.official:
“Sehubungan dengan beredarnya berita/informasi/video/postingan di media sosial Instagram, Twitter dan Youtube “Kampus Pemujaan Setan di Bandung” dengan hastag # Bandung # PemujaanSetan #
Kampus, kami menilai adanya penggiringan opini/persepsi bahwa kegiatan pemujaan
setan yang dimaksud terjadi di kampus kami, Institut Teknologi Nasional
Bandung. Hal ini terlihat dari pernyataan “di kampus It*n*s” yang terletak di
Jl. PHH Mustapa Bandung.
—
Berantas hoax dengan bijak menggunakan bersosial media”
Penjelasan
serupa juga dituturkan oleh Kepala Biro Kerja Sama, Hubungan Masyarakat dan
Pemasaran Itenas Yulianti Pratama. Dijelaskan bahwa informasi yang beredar dirasa
dapat menggigir opini bahwa kegiatan tersebut terjadi di kampus Itenas. Berdasar
pada hal tersebut, Yulianti menegaskan bahwa di kampus Itenas tidak ada sekte
pemuja setan ataupun dengan ditualnya.
“Kami meminta agar pihak-pihak yang dengan sengaja menyebarkan berita/narasi/fotopostingan
tersebut agar segera menghentikan dan menghapusnya. Atau pihak-pihak yang
menerima berita/narasi/foto/postingan tersebut agar tidak menyebarluaskannya,” jelas
Yulianti.
===
REFERENSI:
Sport2 minggu agoTiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID
Sport2 minggu agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Sport2 minggu agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport2 minggu agoJadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM
Sport2 minggu agoDaftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya
Sport2 minggu agoJadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga






