Perubahan kertas yang digunakan untuk mencetak KK dan Akte diatur dalam Permendagri Nomor 109 Tahun 2019. Perubahan ini pun dikatakan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif berhasil menghemat anggaran negara sekitar Rp. 450 miliar.
Lalu klaim negara bangkrut dari akun Facebook Nomost atau @nomost.nomost.1 juga dibantah oleh Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara dari Kementerian Keuangan, Brahmantio Isdijoso yang mengatakan pemberian kenaikan peringkat Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari Baa3/Outlook Positif menjadi Baa2/Outlook Stabil oleh Moody’s Investor Service (Moody’s) telah diputuskan pada 13 April 2018.
“Moody’s saja naikkan rating. Iya kan. Jadi jauh sekali. Orang berpersepsi bangkrut itu membingungkan,” ketus Brahmantio.
=====
KATEGORI: Misleading Content
=====
SUMBER: Media Sosial Facebook
=====
NARASI:
“negara sudah bangkrut gaesss….lembaran untuk KK dan AKTE kelahiran dicetak di kertas HVS..!!,” posting akun Facebook Nomost atau @nomost.nomost.1, Selasa (10/3).
=====
PENJELASAN:

Akun Facebook Facebook Nomost atau @nomost.nomost.1 membuat postingan yang berisi tulisan seabagi berikut. “negara sudah bangkrut gaesss….lembaran untuk KK dan AKTE kelahiran dicetak di kertas HVS..!!,” posting akun Facebook Nomost atau @nomost.nomost.1, Selasa (10/3).
Setelah ditelusuri melalui mesin pencari, postingan yang dibuat akun @nomost.nomost.1 dapat dikatakan tidak benar atau keliru.
Faktanya, memang kini untuk mencetak Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran tidak lagi menggunakan kertas khusus, tetapi menggunakan kertas HVS yang ketentuannya diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 109 Tahun 2019 tentang Formulir dan Buku yang Digunakan dalam Administrasi Kependudukan.
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif menerangkan meski dicetak melalu HVS, akan tetap disematkan QR Code pada kertas tersebut.
Zudan pun menambahkan dengan perubahan penggunaan kertas biasa ini, menurutnya bisa menghemat pengeluaran anggaran hingga Rp 450 miliar. “Seluruh Indonesia kita menghemat Rp 450 miliar kurang lebih setiap tahun dengan paradigma baru itu,” katanya.
Kemudian terkait klaim akun Facebook @nomost.nomost.1 yang menyatakan bahwa dengan kebijakan ini, artinya negara sudah bangkrut adalah tidak benar.
Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara dari Kementerian Keuangan, Brahmantio Isdijoso menjelaskan bahwa ciri-ciri kebangkrutan antara lain berkurangnya kepercayaan pemberi pinjaman terhadap pemerintah. “Bangkrut itu indikasi pertamanya tidak ada lagi orang yang mau memberikan pinjaman. Terus dianggapnya tidak kredibel,” jelasnya.
Brahmantio menegaskan bahwa indikasi ini dipatahkan dengan pemberian kenaikan peringkat Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari Baa3/Outlook Positif menjadi Baa2/Outlook Stabil oleh Moody’s Investor Service (Moody’s) pada 13 April 2018.
“Moody’s saja naikkan rating. Iya kan. Jadi jauh sekali. Orang berpersepsi bangkrut itu membingungkan,” ketus Brahmantio.
=====
REFERENSI:
1. https://archive.fo/WZe3S
2. https://www.facebook.com/groups/368080243748174/?_rdc=3&_rdr
3. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4932733/sekarang-cetak-kk-hingga-akta-pakai-kertas-hvs-negara-hemat-rp-450-m
4.https://www.hukumonline.com/pusatdata/detail/lt5e5734abeecd8/node/534/peraturan-menteri-dalam-negeri-no-109-tahun-2019-formulir-dan-buku-yang-digunakan-dalam-administrasi-kependudukan
5.https://www.merdeka.com/uang/kemenkeu-yakinkan-negara-tak-akan-bangkrut-meski-utang-menumpuk.html
https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1132267933772407/
Tangsel4 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan4 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan4 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Tangerang Selatan4 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoBenyamin Davnie: Pemkot Tangsel Dukung LANTIP Perkuat Program Kesehatan dan Pemberdayaan Lansia
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku














