Connect with us

Cek Fakta

Cek Fakta: [SALAH] Virus Corona Katanya Ganas dan Mematikan, Tapi yang Mati Selalu di Rumah Sakit

[SALAH] Virus Corona Katanya Ganas dan Mematikan, Tapi yang Mati Selalu di Rumah Sakit

Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).

Tidak hanya meninggal di rumah sakit. Data dari Anggota komunitas LaporCovid-19, Yerikho Setyo Adi, menunjukkan 265 pasien Covid-19 meninggal saat isolasi mandiri di rumah. Selain itu, beberapa waktu lalu diberitakan korban Covid-19 yakni seorang pemilik warung ditemukan meninggal di dalam warung dan tukang becak yang positif Covid-19 meninggal di atas becaknya.

Selengkapnya baca di PENJELASAN dan REFERENSI.

Advertisement

====

KATEGORI: Konten yang Menyesatkan

====

SUMBER: Facebook
https://archive.vn/UPHuc

Advertisement

====

NARASI:

“KATANYA GANAS DAN MEMATIKAN”

Jika Memang “GANAS”, Kenapa tidak

Mati di Jalan, Kenapa Tidak Mati di Rumah,

Advertisement

Kenapa Tidak Mati di Sawah/Kebun, Kenapa Tidak Mati di Pasar-pasar?

Tapi SELALU MATI DI RS

“ADA APA DENGAN RS ??”

OPENYOURMIND | #PLEASEWAKEUP | #SALAMAKALSEHAT

Advertisement

====

PENJELASAN:

Beredar postingan di Facebook oleh akun bernama Yon Carlos di grup SUAYAN GROUP. Postingan yang berupa gambar tersebut terdapat narasi bahwa virus Corona ganas dan mematikan, namun korban tewas akibat Covid-19 selalu di rumah sakit, tidak ada yang meninggal di jalan, rumah, pasar, ataupun sawah.

Postingan Yon beredar di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda, dan dimaksudkan agar masyarakat skeptis terhadap rumah sakit yang dianggap memiliki motif tertentu.

Advertisement

Setelah dilakukan penelusuran terkait fakta, ditemukan bahwa tidak benar korban tewas akibat Covid-19 hanya meninggal di rumah sakit.

Dilansir dari Liputan6.com, anggota komunitas LaporCovid-19, Yerikho Setyo Adi, menunjukkan data bahwa sebanyak 265 pasien Covid-19 meninggal saat isolasi mandiri di rumah. Angka tersebut merupakan akumulasi dari bulan Juni 2021 hingga 2 Juli 2021.

Adapun rincian dari korban tersebut tersebar di 47 Kota dan Kabupaten dari 10 Provinsi yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung, Kepulauan Riau, Riau, dan Nusa Tenggara Timur. Provinsi yang terdata cukup banyak untuk kematian di luar rumah sakit adalah Jawa Barat yakni 97 kematian dari 11 kota/kabupaten.

Diberitakan dari Kompas.com, seorang pengayuh becak bernama Bilal (84) meninggal di atas becaknya di Jalan Magangan Kulon di Kelurahan Patehan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, Senin (19/7/2021). Hasil uji swab menunjukkan Bilal reaktif. Nyawa Bilal tidak tertolong karena tidak ada yang mengetahui Bilal positif Covid-19.

Advertisement

Korban lain juga ditemukan di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Melansir dari metrotvnews.com, seorang pemilik warung meninggal di dalam warung sekitar pukul 9 pagi. Sekitar jarak 15 meter, seorang tukang becak yang tidak diketahui identitasnya meninggal di atas becak pada pukul 10 pagi. Menurut warga, keduanya sempat melakukan kontak. Hasil tes swab jenazah dinyatakan keduanya positif Covid-19.

Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim Yon Carlos adalah HOAX dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.

====
https://m.liputan6.com/amp/4597727/laporcovid-19-265-pasien-meninggal-saat-isolasi-mandiri-di-rumah

https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/regional/read/2021/07/25/182800278/cerita-pilu-bilal-meninggal-dalam-sunyi-di-atas-becaknya-mengeluh-sakit

Advertisement

https://m.metrotvnews.com/play/b3JCVGDA-pemilik-warung-dan-tukang-becak-ditemukan-meninggal-terpapar-covid-19-hampir-bersamaan

[SALAH] Virus Corona Sangat Ganas Dan Menakutkan, Tapi Anehnya yang Mati Semua Di Rumah Sakit

 

Copyright ©

Advertisement

Populer