Connect with us

Lifestyle

Dampak Buruk Kesehatan ketika Kita Menghirup Udara Kotor

Tak kasat mata, paparan udara kotor di luar ruangan mengintai kesehatan kita setiap hari. Indonesia masih belum terbilang sebagai wilayah dengan kualitas udara bersih. Menurut laporan dari IQAir, Indonesia masuk enam besar negara dengan tingkat polusi udara yang tidak sehat.

Kita sering menganggap bila di dalam ruangan, pasti terbebas dari udara kotor. Jangan salah, di dalam ruangan pun, udara kotor tetap menghantui kita. 

Mungkin sebagian orang belum menyadari dampak buruk dari udara kotor bagi kesehatan. Untuk itu, ketahui penjelasan di bawah berikut ini.

Dampak buruk menghirup udara kotor

Polusi udara kotor memberikan dampak buruk untuk kesehatan, terutama untuk orang dengan mobilitas tinggi pada kesehariannya. Penyakit yang timbul dari polusi udara dapat berkembang dan bila tidak tertangani bisa berdampak pada kematian. 

Advertisement

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, 4,2 juta kematian prematur (kurang dari usia 75 tahun) di dunia pada 2016, disebabkan oleh polusi udara. Penyakit terkait yang timbul dari polusi udara kotor ini antara lain kardiovaskular, penyakit pernapasan, dan kanker.

Secara umum, polusi di luar ruangan timbul dari pembakaran mesin-mesin. Mulai dari kendaraan bermotor, industri, ataupun teknologi lainnya yang menghasilkan emisi atau hasil pembakaran kemudian menghasilkan polusi udara.

Sementara polusi di dalam ruangan ditimbulkan dari asap rokok, debu, ventilasi yang buruk, tungau, atau partikel kecil lainnya. Polusi udara di dalam ruangan menimbulkan ketidaknyamanan. Bahkan, secara tidak disadari, dampak udara kotor di dalam ruangan juga berpotensi menimbulkan efek kesehatan, misalnya penyakit pernapasan. 

Maka itu, setiap orang perlu langkah perlindungan diri agar terhindar dari penyakit yang mungkin mengintai akibat polusi udara. Berikut ini dampak menghirup udara kotor.

Advertisement

1. Rhinitis alergi

rhinitis alergi atau hay fever adalah satu jenis rhinitis (radang membran hidung) yang muncul ketika Anda menghirup alergen. Ini adalah reaksi berlebihan tubuh dalam merespons alergen.

Udara kotor di dalam ruangan bisa memicu gangguan pernapasan ringan, seperti rhinitis alergi (pilek alergi). Kondisi seperti ini bisa juga akibat dari adanya alergi. Rhinitis alergi terjadi ketika tubuh mengeluarkan reaksi berlebihan saat menghirup alergen, seperti debu ataupun tungau. Beberapa studi mengatakan, polutan udara di luar ruangan dan substansi kimianya memiliki kaitan kuat memperburuk kondisi alergi.

Rhinitis alergi biasanya bergejala seperti:

  • Bersin
  • Gatal pada hidung, mata, telinga, langit-langit mulut
  • Rhinorrhea (hidung berair)
  • Hidung tersumbat
  • Mata merah
  • Berkurangnya penciuman

Menurut studi yang dipublikasikan dalam Journal of Toxicologic Pathology, diesel exhaust particles (DEPs) merupakan partikel diesel yang terdiri dari senyawa karbon, unsur organik, serta unsur lainnya yang bersifat racun.

DEPs merupakan polutan yang turut membuat udara jadi kotor. Ketika terhirup, DEPs dapat memperburuk peradangan alergi, termasuk asma.

Advertisement

2. Sesak napas dan asma 

sesak napas

sesak napas

Sesak napas merupakan salah satu dampak menghirup udara kotor. Sesak napas juga menjadi gejala khas dari asma. Menurut American Academy of Allergy Asthma & Immunology, paparan dari polusi udara bisa menjadi racun ketika masuk ke dalam sistem pernapasan.

Saluran napas meradang dan menyempit pada penderita asma. Selain sesak napas, asma juga bergejala seperti mengi (napas berbunyi), sesak dada, serta batuk.

Paparan polusi udara juga berbahaya bagi anak-anak, karena meningkatkan kemungkinan mereka mengalami asma di kemudian hari. Paparan polusi udara ini dapat memengaruhi kesehatan paru-paru dan daya tahan tubuhnya.

3. Radang sistem saluran pernapasan 

batuk pilek asma

batuk pilek asma

Dampak lain menghirup udara kotor adalah meningkatnya risiko peradangan pada sistem saluran napas. Peradangan ini disebabkan masuknya partikel atau gas yang berbahaya ke dalam paru-paru.

Advertisement

Peradangan kronis ini banyak berkembang menjadi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Mengutip Science Daily, dikatakan bahwa Global Burden of Disease (GBD) menafsir bahwa PPOK adalah penyebab kematian terbesar ketiga di dunia. Diperkirakan kematian akibat PPOK akan meningkat dalam 10 tahun ke depan.

Bila tidak dilakukan langkah preventif, risiko peradangan paru-paru bisa meningkat dan berpeluang menimbulkan gejala PPOK. Gejala dari PPOK bisa diketahui sebagai berikut.

  • Mengi
  • Batuk konstan
  • Produksi lendir atau mukus meningkat
  • Sesak dada

Sebetulnya PPOK bukan satu-satunya penyakit yang berkembang pada peradangan sistem pernapasan akibat udara kotor. Peradangan pada sistem pernapasan juga bisa berkembang menjadi pneumonia, hipertensi paru-paru, maupun emboli paru-paru (terjadinya sumbatan pada arteri paru-paru).

Dalam kondisi yang lebih serius, polusi juga bisa menjadi faktor risiko gangguan kardiovaskular dan kanker paru-paru.

Cara mengurangi risiko di tempat yang berpolusi

dampak menghirup udara kotor

dampak menghirup udara kotor

Sudah banyak orang yang menyadari bahwa kualitas udara di Indonesia tidak baik. Mereka yang tinggal di kota-kota besar dengan tingginya lalu lintas kendaraan bermotor, kerap menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk meminimalkan dampak menghirup udara kotor pada sistem pernapasan. 

Advertisement

Upaya menutup hidung dan mulut dengan masker saat berada di lingkungan berpolusi udara sangat baik dilakukan. Selain itu, Anda bisa menggunakan nasal spray sebagai proteksi ekstra. Ada juga nasal spray yang memang diperuntukkan sebagai salah satu cara mengatasi hidung tersumbat dan masalah alergi.

Sebagai upaya preventif, Anda bisa memilih nasal spray yang khusus untuk melindungi hidung untuk mencegah paparan kotoran (polutan) masuk ke dalam hidung dan mengurangi risiko berkembangnya penyakit saluran pernapasan. 

Anda bisa memilih nasal spray dengan kandungan hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) dalam bentuk bubuk (powder). Berdasarkan jurnal Expert Review of Respiratory Medicine, kandungan ini mampu mencegah atau menghalangi paparan alergen.

Dengan begitu penggunaan HPMC pada nasal spray dapat mengurangi kekambuhan gejala alergi ataupun mencegah masuknya partikel yang meningkatkan risiko infeksi saluran napas.

Advertisement

Jika Anda memilih meminimalkan waktu di luar dan meluangkan lebih banyak di rumah, ada cara untuk mencegah efek buruk kesehatan polusi dalam ruangan. Misalnya, dengan memperbaiki ventilasi agar kualitas udara tetap terjaga. Selain itu, nasal spray powder bisa praktis digunakan untuk melindungi diri dari dampak menghirup paparan udara kotor di dalam ruangan.

Jangan lupa untuk memperhatikan prosedur pemakaian agar nasal spray dapat memberikan perlindungan optimal.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Hukum22 jam ago

Dorong Generasi Muda Bijak dan Aman di Era Digital, Polres Tangsel Bekali Pelajar dengan Pemahaman AI

Nasional22 jam ago

Wapres Gibran Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana

Techno2 hari ago

Google Chrome Tidak Bisa Dibuka? Ini Cara Mengatasinya

Sport3 hari ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan4 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis4 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten5 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport1 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan1 minggu ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional1 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan1 minggu ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport1 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport1 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer