Connect with us

Lifestyle

Dampak Mengerikan Bullying Terhadap Anak Dwarfisme atau Tubuh Kerdil

Jagat maya belakangan diramaikan oleh video seorang anak yang berkata ingin bunuh diri usai di-bully oleh teman-teman di sekolahnya. Usut punya usut, sang anak ternyata memiliki penyakit yang membuat tubuhnya tampak kerdil. Dampak bullying hingga kini memang masih menjadi masalah yang kerap dihadapi anak-anak dengan tubuh kerdil.

Tubuh kerdil atau dwarfisme dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi. Sebagian besar kasus dwarfisme berkaitan dengan kelainan genetik, tetapi ada pula kasus dwarfisme yang tidak diketahui penyebabnya. Pada kasus yang dialami anak berusia sembilan tahun tersebut, penyebabnya adalah kelainan genetik yang disebut akondroplasia.

Dampak bullying pada kesehatan jiwa anak dengan tubuh kerdil

korban bullying

Akondroplasia merupakan salah satu kelainan pertumbuhan tulang yang paling umum terjadi. Melansir National Organization for Rare Disorders, kondisi ini terjadi pada 1 dari 20.000-30.000 kelahiran, dan 80% kasus terjadi akibat mutasi genetik secara spontan.

Advertisement

Anak yang mengalami akondroplasia akan menunjukkan ciri-ciri yang mudah dikenali. Mereka biasanya memiliki kepala berukuran besar, lengan atas yang lebih pendek, dan tubuh dengan tinggi kurang dari 120 cm. Ciri inilah yang membuat anak dengan tubuh kerdil rentan terkena masalah psikologis, umumnya akibat dampak bullying.

Menurut salah satu studi dalam Orphanet Journal of Rare Diseases, anak-anak dengan tubuh kerdil biasanya sulit bersosialisasi serta memiliki kepercayaan diri yang rendah. Mereka juga berisiko lebih tinggi terkena depresi dibandingkan anak-anak sebayanya.

Studi lainnya yang dilakukan di Jerman turut menyebutkan bahwa anak-anak penderita akondroplasia merasa memiliki kualitas hidup yang lebih rendah dibandingkan anak yang lain. Mereka juga lebih sering mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan terkait bentuk tubuhnya.

Seiring bertambahnya usia, dampak psikologis yang dialami orang-orang dengan tubuh kerdil bahkan tidak hanya bersumber dari bullying saja. Sejumlah peneliti melaporkan terbatasnya lapangan kerja, pendapatan, pendidikan, dan beberapa aspek lainnya yang mendukung kualitas hidup di kemudian hari.

Advertisement

Akondroplasia, atau mungkin kondisi tubuh kerdil secara umum, tidak hanya membatasi gerak-gerik fisik orang-orang yang memilikinya. Berbagai aspek dalam hidup mereka pun sering kali ikut terkurung oleh batasan-batasan yang ada di lingkungan masyarakat.

Cara anak penderita dwarfisme mengatasi emosi negatif

beda stunting dan pendek

beda stunting dan pendek

Anak-anak yang memiliki tubuh kerdil rentan terkena dampak psikologis akibat bullying, diskriminasi, serta perilaku sejenisnya. Uniknya, beberapa studi menyebutkan bahwa mereka memiliki cara sehat untuk mengatasi emosi negatif akibat perlakuan tersebut.

Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penderita akondroplasia justru merasa lebih aman ketika memakai julukan yang diberikan orang lain. Mereka melihat julukan sebagai bagian dari humor dan ini membuat gaya komunikasi mereka menjadi lebih menyenangkan.

Pada penelitian yang dilakukan di Jerman, anak-anak dengan akondroplasia memang merasa mempunyai kualitas hidup yang lebih rendah. Namun, hal tersebut disebabkan karena gerak tubuh mereka terbatas sehingga aktivitas sehari-hari terasa lebih sulit.

Advertisement

Berdasarkan penelitian tersebut, tidak ada perbedaan besar antara kondisi emosional anak penderita akondroplasia dengan anak biasa. Para peneliti menduga, anak dengan kondisi medis kronis seperti akondroplasia memiliki cara sehat untuk mengatasi emosi negatif. Cara yang mereka gunakan pun terus berkembang seiring waktu.

Tips bagi orangtua yang memiliki anak penderita dwarfisme

agar anak tidak membully

agar anak tidak membully

Anak-anak dengan tubuh yang kerdil sangat rentan mengalami dampak psikologis, baik akibat bullying, terbatasnya ruang gerak, rendahnya rasa percaya diri, dan lain-lain. Jika anak Anda memiliki kondisi ini, berikut beberapa tips yang bisa meningkatkan kualitas hidupnya:

  • Anggaplah kondisi tubuh anak sebagai perbedaan, bukan masalah. Sikap Anda dapat meningkatkan kepercayaan dirinya.
  • Cobalah beradaptasi dengan keterbatasan anak, misalnya dengan menyediakan bangku pendek untuk membantunya meraih tempat tinggi.
  • Bersikaplah kepada anak sesuai usianya. Jika ia sudah cukup umur untuk membereskan kamar, biarkan ia melakukannya.
  • Saat ada yang melihat anak Anda dengan tatapan aneh, cobalah untuk tidak menanggapinya dengan amarah.
  • Bantu anak Anda belajar dengan dwarfisme, termasuk perawatan apa saja yang mungkin ia butuhkan kelak.
  • Dukung anak untuk menemukan hobi atau kegiatan apa pun yang ia sukai.
  • Jika anak Anda di-bully di sekolah, dukung ia dengan melaporkan kepada guru yang berwenang.
  • Mintalah bantuan profesional dari psikolog anak ataupun support group apabila diperlukan.

Akondroplasia maupun kelainan lainnya yang berkaitan dengan dwarfisme tidak hanya berdampak pada fisik, tapi juga kondisi psikologis. Sering kali, dampak psikologis yang dialami anak-anak dengan tubuh kerdil berasal dari perilaku bullying oleh orang-orang di sekitar mereka.

Video anak penderita dwarfisme yang belakangan ramai mungkin hanyalah satu dari beragam kasus yang belum terungkap. Sebagai orangtua, Anda dapat berperan aktif dengan mengajarkan anak agar tidak mem-bully.

Selain itu, ajarkan pula bahwa dwarfisme adalah kondisi medis dan bukan sesuatu yang perlu dianggap aneh. Ini adalah langkah sederhana yang akan membantu mengurangi dampak bullying terhadap kesehatan jiwa anak dengan tubuh kerdil.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Tangerang Selatan8 jam ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan8 jam ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional12 jam ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional12 jam ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional1 hari ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional1 hari ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Pemerintahan1 hari ago

Gantikan Mukroni, H Ika Resmi Jadi Plt Kepala Dispora Tangsel

Pemerintahan1 hari ago

Alasan Mukroni Mundur dari Jabatan Kadispora Tangsel

Pemerintahan1 hari ago

Kadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan

Pemerintahan1 hari ago

Ular Sanca Masuk Permukiman Warga di Rempoa, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Pemberitahuan2 hari ago

Perizinan Tangsel Makin Mudah, SIMPONIE V3 Hadir dengan Fitur Ramah Difabel dan Real-Time

Tangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan2 hari ago

Tangsel One Tambah Fitur Baru, Warga Tangsel Bisa Cari Loker hingga Cek Harga Pasar

Sport2 hari ago

FAM Tuntut Penjelasan FIFA soal Perubahan Waktu Tambahan Indonesia vs Bangladesh

Sport2 hari ago

Tamatlah Sudah Alkisah Kami: Malaysia Cetak 6 Gol ke Gawang Singapura, tapi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 hari ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport2 hari ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Otomotif2 hari ago

iCAR V27, SUV Listrik Bergaya Offroad untuk Perjalanan Kota dan Luar Kota

Opini2 hari ago

Anak Remaja Makin Jarang Bercerita? Jangan-Jangan yang Dibutuhkan Bukan Nasihat, tetapi Kehadiran

Nasional2 hari ago

Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

Otomotif2 hari ago

Motor Suzuki Access 125, Matic Klasik dengan Gaya Elegan dan Nyaman

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional3 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Obituari3 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional3 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional3 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Banten2 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Nasional3 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Nasional3 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Populer