Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan bantuan peralatan salon kepada 5 salon yang pemiliknya masuk dalam kelompok minoritas yaitu waria dan gay di wilayah Kecamatan Pamulang dan Ciputat, Jumat (20/7).
Kepala Dinas Sosial Kota Tangsel Wahyunoto Lukman mengatakan, bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian Dinsos terhadap kelompok minoritas. Kelompok tersebut diberikan bantuan setelah sebelumnya diberikan pelatihan salon oleh Dinsos Tangsel sekitar dua tahun lalu.
“Mereka pernah diberikan pelatihan kecantikan, dari peserta yang pernah mengikuti pelatihan ini, lima orang inilah yang berhasil membuka usaha hingga berlangsung selama dua tahun ini,” katanya.
Wahyu menambahkan, bantuan yang diberikan berupa cermin, alat pengering rambut, mesin pelurus rambut, meja dan kursi rias.
“Bantuan yang diberikan mudah-mudahan bermafaat dan ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada sesama kelompok mereka,” kata Wahyunoto.
Menurutnya, berdasarkan peraturan Permendagri, saat pemberian pelatihan tidak boleh langsung memberikan bantuan peralatan dan dalam hal ini peralatan salon kecantikan. Hal ini untuk mengantisipasi jika alat itu akan dijual oleh penerima.
“Setelah dilatih, mereka kita monitoring selama dua tahun, setelah menggunakan ilmu yang diperoleh barulah mereka kita beri bantuan peralatan salon kecantikan,” tambahnya.
Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial dan Tunasusila pada Dinsos Tangsel Hadiana mengatakan, lima salon yang diberikan bantuan merupakan hasil monitoring selama dua tahun.
“Saat pelatihan ada 20 peserta dari kelompok minoritas yang dilatih tapi, hanya lima yang terpilih karena memiliki kriteria,” ujarnya.
Lantaran setelah dilatih para kelompok minoritas tersebut takut dan menggunakan ilmunya untuk membuka salon, Dinsos akan mengajukan bantuan modal usaha ke Kementrian Sosial. Pemberian bantuan perlatan salon dan rencana pemberian bantuan modal usaha menurutnya tidak bisa langsung diberikan langsung kepada kelompok minoritas.
Untuk itu, Dinsos Tangsel menggandeng Karya Peduli Kita (Kapeta) Foundation dalam penyaluran bantuan.
“Kapeta merupakan lembaga swadaya yang bergerak di bidang penanggulangan narkoba, HIV dan Aids di Indonesia,” katanya.
Salah satu kelompok minoritas yang menerima bantuan adalah Vera Veriska warga Kedaung,Kecamatan Pamulang.
Kak Ve, sapaannya telah memiliki usaha salon dengan nama usahanya yakni Vera Salon bertempat di Jalan Kav Keuangan, Kedaung
“Terima kasih sudah memberikan bantuan ini, bantuan yang diberikan sangat bermanfaat,”ungkapnya.
Vera menambahkan, sudah menjalankan usaha sudah lima tahun. Selain bantuan peralatan salon ia berharap Dinsos juga memberikan bantuan permodalan untuk mengembangkan usahanya.
“Kalau kita mengajukan pinjaman ke bank sulit dan harus dandan layaknya pria, padahal sehari-hari saya sudah seperti perempuan,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Koordinator Waria Kota Tangsel dari Kapeta Foundation Vica Laura Imeliana mengatakan, di Tangsel Kapeta sudah berdiri selama tiga tahun.
“Kita menyambut baik bantuan yang diberikan, semoga tahun depan kita bisa mendapatkan bantuan berupa pemodalan,” pungkasnya.(rls/fid)
Bisnis4 hari agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan4 hari agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan4 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan4 hari agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Cek Fakta4 hari agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD
Sport5 hari agoPersib Bandung dan Borneo FC Samarinda Wakili Indonesia di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27
Sport4 hari agoMoto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Finish ke-8, Hakim Danish Amankan Podium ke-3
Sport5 hari agoKapten Persita Tangerang Minta Maaf Gagal Penuhi Target BRI Super League 2025/26














