TANGERANG – Gadis berusia 16 tahun berinisial MAP asal Desa Tanjung Burung, Teluknaga, Kabupaten Tangerang diperkosa delapan pria secara bergilir.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengatakan, kedelapan pria tersebut yakni AM (14), MSR (17), NW (17), Mandri (40), Endrik (25), Vijai (19) yang berhasil diamankan.
“Dua pelaku lagi bernama Tobing, dan Ajay masih dalam pengejaran kepolisian,” kata Kapolres, Jum’at (1/1/2020).
Kapolres menuturkan, peristiwa nahas tersebut bermula saat AM yang menyatakan cinta kepada korban, namun korban menolak. Saat itu, korban tengah bermain di sebuah warnet di Desa Tanjung Burung bersama temannya.
“Kemudian datang AM, tersangka pertama yang menyetubuhi MAP memaksa korban untuk ikut dengannya dengan penuh ancaman akan membunuh korban dan temannya,” ucapnya.
Menurut Kapolres, keduanya kenal pertama kali melalui sebuah aplikasi WhatsApp. Saat sudah saling berkirim pesan, AM sering menyatakan cinta kepada korban tapi korban selalu menolak.
AM sempat menggunakan senjata tajam berbentuk pedang panjang untuk mengancam yang membuat MAP ketar-ketir.
“Akhirnya MAP ini terpaksa mengikuti AM karena takut akan diancam dibunuh,” tegas Kapolres.
Tak berselang lama, AM membawa MAP ke sebuah semak-semak di bilangan Desa Tanjung Burung. Di sana, AM melancarkan niat bejatnya memperkosa korban.
“Pelaku AM ini saat tengah melakukan aksi bejatnya sambil menodongkan senjata tajam yang sudah berkarat tersebut ke leher korban, makanya korban takut,” tuturnya.
Setelah puas memerkosa korban, lanjut Sugeng, AM langsung membawa korbannya ke tongkrongannya dengan posisi masih mengancam korban dengan senjata tajam.
“Kemudian AM ini meninggalkan korban selama dua jam dan kembali membawa motor untuk boncengi korbannya,” ujar Kapolres.
Saat pelaku AM pergi, ketujuh pelaku tersebut membawa korban menuju Taman Teluknaga. Kemudian, MAP diberikan lima butir Eximer oleh salah satu pelaku yang kemudian kembali memperkosa korban secara bergilir di sebuah gubug di Taman Teluknaga.
“Di gubug itu korban diperkosa secara bergilir dan masih diancam untuk dibunuh apabila korban berteriak,” ungkap Sugeng.
Para pelaku pun kini telah mendekam di balik jeruji besi Mapolres Metro Tangerang Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Keenamnya pun disangkakan Pasal 81 Undang-undang RI nomor 17 tahun 2006 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (RIK/WT)
Bisnis3 hari agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan3 hari agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan4 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan4 hari agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Cek Fakta4 hari agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD
Sport4 hari agoPersib Bandung dan Borneo FC Samarinda Wakili Indonesia di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27
Sport4 hari agoMoto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Finish ke-8, Hakim Danish Amankan Podium ke-3
Sport4 hari agoKapten Persita Tangerang Minta Maaf Gagal Penuhi Target BRI Super League 2025/26













