Connect with us

Lifestyle

Gejala Pneumonia yang Perlu Anda Ketahui

Pneumonia adalah infeksi yang membuat kantong udara paru-paru (alveoli) meradang. Dalam kondisi tersebut, kantong udara dapat terisi dengan cairan atau nanah dan menyebabkan berbagai gejala. Itu sebabnya, orang kadang menyebutnya sebagai paru-paru basah. Mengetahui gejala pneumonia penting untuk menentukan pengobatan yang tepat untuk pneumonia. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa saja gejala-gejala pneumonia?

Gejala pneumonia atau radang paru-paru dapat bervariasi, dari yang sangat ringan dan hanya memerlukan pengobatan rumahan, hingga sangat parah sampai membutuhkan rawat inap. Jenis kuman yang menginfeksi, usia, dan kondisi kesehatan Anda secara umum juga dapat memengaruhi gejala yang Anda rasakan.

Dikutip dari American Lung Association, tanda dan gejala pneumonia secara umum adalah:

Advertisement
  • Batuk, yang mungkin mengeluarkan cairan berwarna kehijauan, kuning, atau bahkan mengandung darah
  • Demam, berkeringat, dan menggigil
  • Kesulitan bernapas
  • Napas pendek
  • Nyeri dada seperti ditusuk dan terasa lebih sakit ketika mengambil napas dalam atau batuk
  • Kehilangan nafsu makan, tidak berenergi, dan kelelahan
  • Mual dan muntah, khususnya pada anak-anak
  • Linglung, khususnya pada orang lanjut usia

Gejala mungkin beragam pada berbagai kelompok orang. Bayi baru lahir dan balita mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi sama sekali. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan mereka memperlihatkan tanda, seperti muntah, demam, dan batuk. Mereka juga mungkin terlihat lemas, sakit, dan tidak berenergi.

Orang lanjut usia dan orang-orang yang memiliki penyakit serius atau sistem pertahanan tubuh yang lemah mungkin menunjukkan gejala lebih sedikit dan ringan. Mereka mungkin menunjukkan suhu tubuh yang lebih rendah dari normal.

Lansia yang menderita pneumonia terkadang mengalami perubahan mental secara tiba-tiba. Ciri-ciri pneumonia mungkin memburuk jika mereka sudah mengidap penyakit paru-paru kronis.

Gejala pneumonia bakteri

Pneumonia bakteri adalah jenis yang paling umum dan serius dibandingkan dengan yang lain. Pneumonia akibat bakteri biasanya menimbulkan gejala yang membutuhkan pertolongan medis. Ciri-ciri pneumonia bakteri dapat berkembang secara bertahap atau tiba-tiba.

Beberapa gejala pneumonia bakteri, antara lain:

Advertisement
  • Demam hingga 40,5°C disertai keringat
  • Peningkatan laju pernapasan dan denyut nadi
  • Bibir dan kuku dapat berwarna kebiruan tanda kekurangan oksigen dalam darah
  • Mungkin merasa linglung, kebingungan, hingga mengigau

Gejala pneumonia virus

Pneumonia juga ada yang disebabkan oleh virus. Gejala pneumonia virus biasanya muncul setelah beberapa hari terinfeksi. Gejala awal pneumonia virus mirip dengan gejala flu, seperti demam, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, dan lemas.

Dalam satu atau dua hari, tanda dan gejala pneumonia virus biasanya memburuk. Batuk yang Anda alami mungkin bertambah parah. Anda mungkin juga akan mengalami napas pendek dan nyeri otot. Demam tinggi serta bibir dan kuku yang membiru juga mungkin terjadi.

Bagaimana pneumonia didiagnosis?

Pneumonia terkadang sulit didiagnosis karena gejalanya sangat beragam dan mirip dengan pilek atau flu. Anda mungkin tidak menyadari tentang kondisi Anda hingga gejalanya berlansung lebih lama.

Untuk mendiagnosis pneumonia dan menentukan penyebabnya, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, melakukan pemeriksaan fisik, dan meminta Anda mengikuti sejumlah tes.

Dokter mungkin mendiagnosis kondisi Anda dengan jenis pneumonia tertentu berdasarkan pada bagaimana Anda mendapatkan infeksi dan jenis kuman apa yang menjadi penyebab infeksi Anda.

Advertisement

Berikut adalah hal-hal yang mungkin akan diperiksa dokter untuk mendiagnosis pneumonia:

1. Riwayat medis

Dokter akan mengajukan pertanyaan soal tanda dan gejala pneumonia yang Anda rasakan, bagaimana dan kapan gejala itu muncul. Untuk menemukan apakah penyebab pneumonia adalah bakteri, virus, atau jamur, Anda mungkin diberi pertanyaan, seperti:

  • Perjalanan terakhir
  • Pekerjaan Anda
  • Kontak dengan hewan
  • Kontak dengan orang sakit di rumah, tempat kerja, atau sekolah
  • Masalah kesehatan lain

2. Pemeriksaan fisik

Dokter akan mendengarkan suara paru-paru Anda menggunakan stetoskop. Jika Anda mengidap radang paru-paru, suaranya akan terdengar seperti berderak dan gemuruh, terlebih ketika Anda menarik napas.

3. Tes diagnostik

Jika menduga Anda mengalami pneumonia, dokter akan merekomendasikan beberapa tes untuk melakukan diagnosis dan mempelajari lebih lanjut soal jenis infeksi yang terjadi. Pemeriksaan tersebut meliputi:

Tes darah

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan infeksi dan menemukan kuman yang menjadi penyebab pneumonia.

Advertisement

Rontgen dada/thorax

Rontgen dada dilakukan untuk melihat lokasi dan penyebaran atau luas peradangan pada paru-paru Anda.

Oksimetri

Ini dilakukan untuk mengukur kadar oksigen dalam darah. Pneumonia dapat menghalangi paru-paru memindahkan oksigen yang cukup ke aliran darah Anda.

Dalam pemeriksaan ini, sensor kecil terpasang ke jari atau telinga Anda. Sensor menggunakan cahaya untuk memperkirakan berapa banyak kadar oksigen dalam darah Anda.

Tes dahak

Tes dahak dilakukan dengan mengambil sampel lendir (sputum) yang diambil setelah batuk. Gunanya untuk mencari sumber infeksi.

Advertisement

Jika Anda termasuk pasien yang risiko tinggi karena usia dan kesehatan Anda, atau jika Anda pernah dirawat di rumah sakit, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan tes tambahan. Berikut tes yang mungkin diminta dokter:

CT scan dada

Prosedur ini dilakukan untuk melihat tampilan paru-paru yang lebih jelas dan mencari abses serta komplikasi lainnya. CT scan dapat menunjukkan hasil yang lebih jelas dan menemukan kelainan-kelainan yang ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan rontgen dada.

Tes gas darah arteri

Pemeriksaan ini untuk mengukur jumlah oksigen dan perubahan kadar asam-basa tubuh dalam sampel darah yang diambil dari arteri, biasanya di pergelangan tangan. Tes ini lebih akurat daripada oksimetri nadi sederhana.

Kultur cairan pleura

Ini adalah prosedur pengeluaran sejumlah kecil cairan dari sekitar jaringan yang mengelilingi paru-paru. Bakteri yang ada dalam sampel cairan tersebut kemudian dibiarkan tumbuh dan dianalisis, sebelum akhirnya diputuskan bakteri mana saja yang paling mungkin menyebabkan pneumonia.

Advertisement

Kultur cairan pleura bisa juga digunakan untuk melihat antibiotik apa saja yang masih ampuh untuk membunuh bakteri-bakteri yang ditemukan.

Dalam pemeriksaan ini, sampel cairan diambil dari ruang pleural (ruang tipis antara dua lapisan jaringan yang melapisi paru-paru dan rongga dada). Dokter menggunakan prosedur yang disebut dengan thoracentesis untuk mengumpulkan sampel cairan.

Bronkoskopi

Ini adalah prosedur yang digunakan untuk melihat saluran udara paru-paru. Jika Anda dirawat di rumah sakit dan perawatan tidak bekerja dengan baik, dokter mungkin akan melihat apakah ada hal lain yang menyerang saluran udara Anda, seperti penyumbatan.

Dokter akan memasukkan tabung tipis dan lentur melalui hidung atau mulut, ke tenggorokan, dan ke saluran udara. Tabung ini memiliki kamera kecil dan ringan yang memungkinkan dokter melihat saluran pernapasan dan saluran udara, serta mengambil gambar.

Advertisement

Dokter dapat menggunakan prosedur ini untuk mengumpulkan sampel cairan dari pneumonia (disebut dengan bronchoalveolar lavage atau BAL) atau mengambil jaringan kecil (biopsi) pada paru-paru untuk membantu menemukan penyebab pneumonia.

Kapan sebaiknya periksa ke dokter?

Jika Anda atau anak Anda mengalami tanda dan gejala pneumonia, jangan menunggu hingga penyakitnya parah untuk pergi ke dokter.

Anda perlu memeriksakan diri atau anak ke dokter jika mengalami kesulitan bernapas, bibir dan kuku menjadi berwarna biru, nyeri dada, demam tinggi, atau batuk dengan lendir yang parah atau bertambah parah.

Penting untuk mencari pertolongan ketika pneumonia dialami orang-orang berisiko tinggi, seperti orang lanjut usia di atas 65 tahun, anak-anak berusia di bawah dua tahun, orang dengan masalah kesehatan lain atau daya tahan tubuh lemah.

Advertisement

Setelah menghubungi tenaga kesehatan, Anda mungkin akan bertemu dengan dokter umum atau dokter unit gawat darurat, atau Anda mungkin dirujuk ke dokter spesialis infeksi atau spesialis paru-paru.

Anda mungkin perlu mempersiapkan hal-hal di bawah ini sebelum ke dokter:

  • Catat gejala yang Anda rasakan, termasuk suhu tubuh Anda.
  • Catat informasi kunci soal kesehatan Anda, termasuk kapan terakhir Anda dirawat di rumah sakit dan kondisi medis yang Anda miliki.
  • Catat informasi personal, termasuk kontak dengan zat kimia atau beracun, atau perjalanan terakhir Anda.
  • Buatlah daftar obat-obatan, vitamin, dan suplemen yang Anda konsumsi, terutama antibiotik yang mengobati infeksi sebelumnya.
  • Ajak anggota keluarga atau teman, jika memungkinkan, untuk mengingatkan Anda tentang hal-hal penting yang perlu disampaikan ke dokter.
  • Catat pertanyaan apa saja yang Anda ingin tanyakan kepada dokter.

Berikut adalah pertanyaan yang bisa Anda tanyakan ke dokter:

  • Apa penyebab gejala yang saya rasakan?
  • Pemeriksaan apa yang perlu saya jalani?
  • Perawatan apa yang Anda rekomendasikan?
  • Apakah saya perlu dirawat di rumah sakit?
  • Saya memiliki masalah kesehatan lainnya, bagaimana kalau saya pneumonia?
  • Apakah ada pantangan yang harus saya ikuti?

Source

Hukum2 hari ago

Dorong Generasi Muda Bijak dan Aman di Era Digital, Polres Tangsel Bekali Pelajar dengan Pemahaman AI

Nasional2 hari ago

Wapres Gibran Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana

Techno2 hari ago

Google Chrome Tidak Bisa Dibuka? Ini Cara Mengatasinya

Sport4 hari ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan4 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis5 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten6 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport1 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan1 minggu ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional1 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan1 minggu ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport1 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport1 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Populer