Lifestyle
Hal-hal yang Menjadi Pantangan Saat Diare

Gejala buang air besar terus-menerus saat diare pasti terasa sangat merepotkan, apalagi jika Anda sedang berada di luar rumah. Walau dapat hilang hanya dalam dua sampai tiga hari, pengobatan diare tentu tidak akan berhasil jika Anda tidak berhati-hati dalam pola hidup sehari-hari. Untuk mempercepat penyembuhan, berikut adalah berbagai pantangan yang harus Anda hindari saat terserang diare.
Pantangan yang harus dihindari saat diare
Makanan dengan bumbu yang terlalu kuat

Sudah banyak diketahui, makanan dengan bumbu yang kuat menjadi pantangan utama saat diare, terutama yang terlalu pedas. Makanan ini dapat memperparah dan memperpanjang diare yang Anda derita. Saat Anda mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, komponen yang terkandung di dalamnya akan menyebabkan iritasi pada lapisan perut Anda.
Anda juga mungkin harus mengurangi konsumsi pada makanan yang mengandung pemanis buatan karena efek pencahar yang akan ditimbulkan.
Selain itu, menurut Harvard Medical School’s Harvard Health, makanan yang terlalu manis juga menjadi pantangan karena dapat membuat usus memproduksi air dan menimbulkan kondisi elektrolit berlebih. Hal ini akan mendorong kerja pencernaan untuk buang air besar yang berujung pada diare.
Sebaiknya, makanlah makanan yang cenderung hambar dan memiliki kandungan serat yang rendah seperti pisang, nasi, dan roti panggang. Anda juga bisa mengonsumsi kentang rebus.
Minum produk susu saat diare


Berbagai produk susu termasuk mentega dan es krim sebaiknya dikurangi konsumsinya saat Anda terserang diare, terutama jika Anda memiliki intoleransi laktosa. Mengonsumsi produk susu mungkin juga akan menimbulkan gas yang membuat perut Anda terasa kembung.
Namun, konsumsi yogurt bukanlah pantangan bagi Anda yang sedang diare. Yogurt mengandung prebiotik yang membantu menyeimbangkan flora usus sehingga dapat memperpendek durasi diare.
Makanan yang mengandung gas tinggi


Beberapa makanan seperti kacang-kacangan, kol, dan jagung dikenal memiliki kandungan gas yang tinggi. Anda mungkin akan mendapat pantangan untuk mengonsumsi makanan ini dalam sementara waktu, karena kandungannya dapat memicu penumpukan gas dalam usus yang akan memperburuk kondisi diare.
Kurang minum air


Pantangan lainnya adalah tidak cukup minum air ketika Anda mengalami diare. Pada saat itu, tubuh akan mengeluarkan banyak cairan. Bahkan dalam kasus yang akut, diare yang sudah terjadi selama berhari-hari bisa saja menimbulkan dehidrasi.
Maka dari itu, tubuh tentunya memerlukan air lebih banyak untuk mengganti cairan-cairan yang hilang. Pastikan Anda minum air sebanyak satu cangkir setiap selesai buang air besar.
Tidak hanya air putih, Anda juga bisa mengonsumsi air kaldu. Garam yang terkandung di dalamnya dipercaya dapat membantu memperlambat berkurangnya cairan dalam tubuh.
Olahraga


Olahraga memang sehat dan bikin tubuh jadi bugar. Sayangnya, jika Anda sedang terkena diare, mungkin hal ini akan menjadi pantangan dalam beberapa waktu sampai kondisi Anda pulih.
Sama halnya dengan pantangan sebelumnya, olahraga merupakan kegiatan yang akan membuat tubuh Anda mengeluarkan keringat. Elektrolit yang keluar bersamaan dengan keringat tentu akan meningkatkan risiko terkena dehindrasi.
Selain itu, olahraga saat Anda kekurangan cairan akibat diare juga dapat menimbulkan rasa lemas, pusing, dan mual.
Bila Anda tetap ingin berolahraga, pastikan untuk tidak melakukan olahraga yang terlalu keras dan selalu minum air putih di setiap jeda.
Melewatkan cuci tangan


Cuci tangan mungkin merupakan hal yang sepele dan sering terlupakan. Tapi tahukah Anda, ternyata diare bisa ditularkan dari sentuhan tangan yang sudah terkontaminasi dengan bakteri pemicu diare.
Maka dari itu, melewatkan cuci tangan adalah pantangan untuk pasien diare. Cucilah tangan setiap setelah ke kamar mandi dan sebelum memasak wajib dilakukan untuk memastikan tangan bebas dari kuman.
Tambahannya, sebuah studi yang dipublikasikan pada Cochrane Database of Systematic Reviews juga memaparkan kebiasaan mencuci tangan akan menghindari Anda dari risiko terkena diare sebanyak 30%.
Menjalani pantangan selama diare, terutama pada konsumsi makanan tentu sulit. Namun, tetap tekankan pada pikiran Anda bahwa semua yang dilakukan akan berdampak baik untuk tubuh. Ingatlah untuk tetap menghubungi dokter jika terjadi masalah yang lebih serius akibat kondisi diare.
Kabartangsel.com
Tangsel4 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan4 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan4 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Tangerang Selatan4 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoBenyamin Davnie: Pemkot Tangsel Dukung LANTIP Perkuat Program Kesehatan dan Pemberdayaan Lansia
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku

























