Connect with us

Nasional

Hegemoni Amerika Serikat Memudar, GKB-NU: Prabowo Subianto Harus Pimpin Poros Global South

Memudarnya dominasi Amerika Serikat dalam sistem dunia menjadi sorotan serius dalam diskusi geopolitik yang digelar Forum Arus Dunia bersama Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) di Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026). Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa hegemoni Amerika Serikat tidak lagi berada pada puncaknya dan kini bergerak menuju tatanan dunia multipolar.

Ketua Umum GKB-NU Hery Haryanto Azumi, yang menjadi narasumber tunggal diskusi, menilai bahwa kemunduran hegemoni Amerika Serikat merupakan proses historis yang hampir tidak dapat dipulihkan kembali (irreversible). Menurutnya, dominasi global Washington saat ini terjebak dalam berbagai kontradiksi internal yang secara perlahan menggerogoti fondasi kepemimpinannya.

“Hegemoni Amerika tidak hilang sepenuhnya, tetapi sedang mengalami penurunan dan akan bertransformasi dalam sistem multipolar, di mana beberapa kekuatan global baru akan hadir berdampingan,” ujar Hery.

Dari Puncak Hegemoni ke Fase Penurunan

Hery menjelaskan bahwa dominasi Amerika Serikat mencapai puncaknya setelah Perang Dunia II. Saat banyak negara besar mengalami kehancuran ekonomi dan industri akibat perang, Amerika muncul sebagai satu-satunya kekuatan dengan kapasitas ekonomi dan industri yang relatif utuh.

Advertisement

Keunggulan tersebut menjadikan Amerika sebagai aktor utama dalam pembentukan tatanan dunia baru pasca Konferensi Yalta 1945, bersama Uni Soviet. Dalam pembagian pengaruh global saat itu, Uni Soviet menguasai sekitar sepertiga dunia, sementara wilayah lainnya berada di bawah pengaruh Amerika Serikat.

Dalam kerangka tersebut, Amerika meluncurkan Marshall Plan, program rekonstruksi besar-besaran untuk memulihkan ekonomi 16 negara Eropa Barat. Kebijakan serupa juga diterapkan di Asia Timur, termasuk Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Menurut Hery, sejak akhir Perang Dunia II, geopolitik global telah melewati tiga fase utama.

Pertama, periode 1945–1970, ketika Amerika Serikat berada pada puncak hegemoni global.

Advertisement

Kedua, fase 1970–2001, ketika dominasi tersebut mulai melemah dan Washington berupaya menunda dampak penurunan pengaruhnya.

Ketiga, sejak 2001 hingga sekarang, ketika Amerika mencoba memulihkan posisinya melalui kebijakan yang cenderung unilateral, namun justru mempercepat erosi kepemimpinannya di panggung dunia.

“Kebiasaan bertindak unilateral membuat Amerika semakin terisolasi dan kehilangan peluang besar untuk memimpin dunia secara kolaboratif setelah runtuhnya Uni Soviet,” kata Hery, yang juga mantan Ketua Umum PMII.

Global Chaos dan Kebangkitan Tiongkok

Dalam diskusi tersebut juga disoroti perubahan peta kekuatan global setelah tragedi 9/11 pada 2001. Amerika Serikat kemudian meluncurkan Global War on Terrorism (GWOT) yang memicu berbagai intervensi militer dan perubahan rezim di sejumlah kawasan, mulai dari Timur Tengah hingga Afrika Utara.

Advertisement

Menurut Hery, fokus Washington pada agenda keamanan global membuka ruang bagi kebangkitan kekuatan lain, terutama Tiongkok.

Momentum penting kebangkitan Beijing terjadi ketika Tiongkok resmi bergabung dengan World Trade Organization (WTO) pada 11 Desember 2001. Sejak saat itu, negeri tersebut perlahan memperluas pengaruh ekonomi dan geopolitiknya secara global.

Hery merujuk pada buku The Hundred-Year Marathon karya mantan pejabat pertahanan Amerika, Michael Pillsbury, yang menjelaskan strategi jangka panjang Tiongkok untuk menyaingi dominasi Amerika melalui langkah bertahap lintas generasi.

“Fenomena naik dan turunnya kekuatan besar adalah hukum sejarah. Tidak ada hegemoni yang bersifat permanen,” ujarnya.

Advertisement

Namun demikian, Hery menilai kebangkitan Tiongkok tidak serta-merta menjamin lahirnya hegemon baru yang sepenuhnya menggantikan Amerika. Menurutnya, dunia saat ini sedang memasuki fase transisi yang kompleks antara hegemoni lama dan kemungkinan munculnya konfigurasi kekuatan baru.

Peluang Indonesia di Tengah Transisi Global

Dalam konteks perubahan global tersebut, Hery menilai Indonesia memiliki peluang strategis sebagai middle power untuk memainkan peran lebih besar dalam membentuk tatanan dunia baru.

Menurutnya, negara-negara Global South seperti Brasil, India, Afrika Selatan, dan Indonesia memiliki posisi penting untuk menegosiasikan arah sistem dunia di tengah ketidakpastian global.

“Ketika hegemoni lama mengalami dekadensi dan hegemon baru belum sepenuhnya dipercaya, ruang bagi kekuatan menengah untuk berperan menjadi semakin terbuka,” katanya.

Advertisement

Hery juga menyinggung posisi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, terutama setelah keterlibatan Indonesia dalam forum internasional seperti BRICS dan kerja sama ekonomi global lainnya.

Ia menilai Indonesia memiliki modal historis untuk memimpin solidaritas Global South, merujuk pada peran strategis Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non-Blok.

“Presiden Prabowo memiliki peluang untuk memperbesar poros Global South dan menghidupkan kembali spirit kepemimpinan negara-negara Selatan,” ujar Hery.

Membangun Dunia Multipolar yang Lebih Setara

Di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik global, Hery menegaskan bahwa agenda Global South bukan untuk menciptakan konflik baru, melainkan untuk mendorong terciptanya sistem dunia yang lebih adil dan seimbang.

Advertisement

Menurutnya, peran negara-negara berkembang harus diarahkan pada upaya memperkuat perdamaian global, memperluas keadilan internasional, serta membangun tatanan multipolar yang lebih manusiawi.

“Global South tidak bertujuan menghapus eksistensi negara lain atau memperdalam konflik. Tujuannya adalah mengembalikan keseimbangan dunia, menegosiasikan perdamaian, dan membangun sistem global yang lebih setara,” pungkas Hery.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, publik kini menantikan langkah konkret Indonesia untuk kembali memainkan peran strategis sebagai penggerak solidaritas Global South di panggung dunia.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum2 hari ago

Dorong Generasi Muda Bijak dan Aman di Era Digital, Polres Tangsel Bekali Pelajar dengan Pemahaman AI

Nasional2 hari ago

Wapres Gibran Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana

Techno3 hari ago

Google Chrome Tidak Bisa Dibuka? Ini Cara Mengatasinya

Sport4 hari ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan4 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis5 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten6 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport1 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan1 minggu ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional1 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan1 minggu ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Populer