Connect with us

Lifestyle

Hernia Diafragmatika : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Definisi

Apa itu hernia diafragmatika?

Hernia diafragmatika atau hernia diafragma adalah kondisi cacat lahir bayi ketika ada lubang pada diafragma.

Diafragma adalah otot besar yang memisahkan antara organ-organ di dada (jantung dan paru-paru) dan organ di perut (lambung, usus, hati, limpa).

Hernia diafragmatika atau hernia diafragma adalah kondisi yang terjadi ketika ada satu atau lebih organ di perut yang bergerak naik ke bagian dada bayi.

Advertisement

Satu atau beberapa organ di perut bisa naik ke dada melalui lubang atau bukaan pada otot diafragma. Hernia diafragma pada bayi atau yang juga bisa disebutkan dengan hernia diafragmatika kongenital bisa mencegah paru-paru bayi berkembang sepenuhnya.

Hal ini tentu dapat menyebabkan bayi mengalami kesulitan bernapas saat lahir. Kondisi cacat lahir bayi yang satu ini bisa muncul saat bayi baru lahir maupun di kemudian hari.

Hernia diafragmatika pada bayi atau hernia diafragma adalah kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan secepat mungkin.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Hernia diafragma atau hernia diafragmatika kongenital pada bayi adalah kondisi cacat lahir yang terbilang jarang terjadi. Melansir dari U.S National Library of Medicine, angka kejadiannya adalah 1 dari 2500 kelahiran bayi, sedangkan 5%-10% bayi yang mengalami kondisi ini menunjukkan tanda dan gejala.

Advertisement

Gejala tersebut biasanya meliputi masalah pada pernapasan ataupun sakit perut karena usus menusuk ke rongga dada. Sementara pada 1% kasus, hernia diafragmatika atau hernia diafragma pada bayi tidak menunjukkan gejala tertentu.

Bahkan, sekitar setengah dari semua bayi yang baru lahir dengan kondisi hernia diafragmatika atau hernia diafragma juga memiliki kondisi medis lainnya.

Ambil contohnya bayi juga mengalami cacat lahir entah pada otak, jantung, maupun usus.

Tanda & Gejala

Apa saja tanda dan gejala hernia diafragmatika?

Menurut Stanford Children’s Health, gejala hernia diafragma bisa berbeda-beda pada setiap bayi. Beberapa gejala hernia diafragmatika atau hernia diafragma kongenital pada bayi adalah sebagai berikut:

Advertisement

Gejala hernia diafragma kongenital pada bayi mungkin terlihat serupa dengan gejala dari masalah kesehatan lainnya. Jadi, pastikan Anda memeriksakan diri si kecil ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang jelas.

Sementara tingkat keparahan gejala hernia bisa bervariasi sesuai dengan ukuran, penyebab, dan organ tubuh yang bermasalah.

Sulit bernapas (difficulty breathing)

Kondisi hernia diafragma pada bayi ini terbilang sangat parah. Ini terjadi saat perkembangan paru-paru terbilang tidak normal.

Takipnea (pernapasan cepat)

Paru-paru Anda dapat mencoba memperbaiki kadar oksigen yang rendah di dalam tubuh bayi. Hal ini dilakukan paru-paru dengan cara bekerja lebih cepat.

Advertisement

Kulit bayi berwarna kebiruan 

Ketika pasokan oksigen dari paru-paru bayi dengan kondisi hernia diafragmatika tidak mencukupi, kulit bayi akan tampak berwarna kebiruan (sianosis). 

Takikardia (detak jantung cepat)

Jantung bayi bisa saja berkerja lebih cepat dalam memompa darah. Hal ini bertujuan agar pasokan darah yang mengandung oksigen di sekujur tubuh bayi dengan kondisi hernia diafragmatika tercukupi dengan baik. 

Bunyi napas berkurang atau tidak ada

Bunyi pernapasan bayi yang berkurang atau tidak ada adalah gejala umum pada hernia diafragmati atau hernia diafragmatika kongenital pada bayi. 

Gejala ini bisa terjadi karena salah satu paru-paru bayi yang seharusnya terdiri atas dua organ belum terbentuk dengan sempurna. Kondisi ini kemudian membuat bunyi napas bayi pada paru-paru bayi yang belum terbentuk atau berkembang tersebut tidak terdengar.

Advertisement

Bunyi usus di area dada

Kondisi ini terjai saat usus bayi bergerak naik ke bagian rongga dada melalui lubang pada otot diafragma. Hal ini membuat suara usus bayi terdengar muncul dari area dada.

Perut bayi tidak penuh

Kondisi perut bayi mungkin kurang penuh seperti yang seharusnya. Hal ini bisa dideteksi saat melakukan palpasi atau pemeriksaan tubuh bayi dengan cara menekan area tertentu.

Perut bayi yang tidak penuh ini bisa disebabkan oleh organ di dalam perut yang masuk ke area rongga dada.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda melihat si kecil memiliki tanda-tanda di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang berbeda, termasuk bayi.

Advertisement

Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan bayi.

Penyebab

Apa penyebab hernia diafragmatika?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebagian besar penyebab hernia difragmatika atau hernia diafragma kongenital pada bayi tidak diketahui secara pasti.

Akan tetapi, beberapa kasus hernia diafragma dipercaya disebabkan oleh adanya kelainan genetik di dalam tubuh bayi.

Lebih lanjutnya, penyebab hernia diafragmatika kongenital adalah karena perkembangan diafragma tidak berjalan dengan normal selama masa pertumbuhan janin di dalam kandungan.

Advertisement

Kondisi cacat lahir pada bayi karena diafragma berlubang dapat membuat satu atau lebih organ yang ada di dalam perut bayi untuk bergerak naik ke dada. Berbagai organ di perut tersebut kemudian menempati ruang yang seharusnya merupakan area bagi paru-paru.

Akibatnya, paru-paru bayi tidak dapat berkembang dengan baik. Namun pada kebanyakan kasus, hernia diafragmatika biasanya hanya mengenai salah satu paru-paru bayi yang mengalami gangguan.

Faktor-faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena kondisi ini?

Meski penyebab hernia diafragmatika atau hernia diafragma kongenital pada bayi belum diketahui sepenuhnya, ada berbagai faktor yang meningkatkan risiko kondisi ini.

Ambil contohnya kelainan pada kromosom dan genetik bayi serta lingkungan sekitar dan masalah gizi ibu selama hamil turut andil dalam memicu hernia diafragmatika pada bayi.

Advertisement

Bukan hanya itu, peluang terjadinya hernia diafragmatika kongenital pada bayi juga dapat dipicu oleh adanya masalah atau gangguan pada organ tubuh lainnya.

Masalah pada organ tubuh bayi bisa meliputi gangguan terkait perkembangan organ jantung, organ pencernaan, maupun sistem genitourinari.

Sistem genitourinari atau sistem urogenital adalah organ yang berasal dari sistem reproduksi dan sistem kemih yang dikelompokkan menjadi satu karena posisinya saling berekatan.

Selain itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hernia diafragma atau hernia diafragmatika pada bayi adalah sebagai berikut:

Advertisement
  • Bayi mengalami cedera karena kecelakaan
  • Pernah melakukan prosedur operasi atau pembedahan di dada maupun perut
  • Pernah jatuh dan memengaruhi kondisi otot diafragma

Jika Anda sedang hamil maupun sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terkait kondisi kesehatan Anda dan bayi. Hal ini bertujuan agar peluang Anda lebih besar untuk melahirkan bayi yang sehat.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis hernia diafragmatika?

Dokter bisa mendiagnosis hernia diafragmatika atau hernia diafragma pada bayi di dalam kandungan dengan melakukan tes skrining.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendiagnosis kemungkinan adanya cacat lahir pada bayi di dalam kandungan.

Pemeriksaan selama masa kehamilan tersebut dilakukan dokter dengan menggunakan alat ultrasonografi (USG).

Advertisement

USG akan membantu menunjukkan gambaran kondisi organ tubuh bayi, misalnya diafragma dan paru-paru untuk mencari kemungkinan jika ada kelainan.

Meski begitu, dalam beberapa kasus lainnya, pemeriksaan USG yang dilakukan selama kehamilan tidak dapat menunjukkan kondisi hernia diafragmatika atau hernia diafragma.

Selanjutnya saat bayi sudah lahir, dokter dapat mendiagnosis kondisi hernia diafragmatika atau hernia diafragma dengan memerhatikan cara bayi bernapas.

Jika bayi mengalami kesulitan bernapas, dokter biasanya menyarankan pemeriksaan rontgen dada atau x-ray. Tujuan pemeriksaan ini yakni untuk menunjukkan apakah posisi organ-organ tubuh berada di posisi normalnya masing-masing.

Advertisement

Selain itu, berikut beberapa pemeriksaan yang dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis hernia diafragmatika:

  • USG scan, untuk menghasilkan gambaran mengenai rongga dada, perut, beserta isinya
  • CT-scan, memungkinan untuk melihat langsung kondisi organ perut
  • Analisa gas darah atau arterial blood gas, untuk mengambil darah dari saluran arteri kemudian menguji kadar oksigen, karbon dioksida, serta tingkat keasaman (pH)

Apa saja pilihan pengobatan untuk hernia diafragmatika?

Setelah bayi lahir, operasi atau pembedahan harus segera dilakukan untuk memperbaiki kondisi hernia diafragmatika atau hernia diafragma. Biasanya, pembedahan dilakukan sekitar 48-72 jam setelah bayi dilahirkan.

Tujuan pembedahan yakni untuk mengangkat organ perut dari dada dan menempatkannya kembali ke perut.

Pembedahan untuk memperbaiki kondisi bayi bisa dilakukan lebih awal dalam situasi darurat atau mungkin ditunda sesuai dengan kesehatan bayi.

Akan tetapi, langkah pertama yang penting dilakukan pada bayi yang mengalami hernia diafragmatika yakni menstabilkan kondisinya dengan meningkatkan kadar oksigen di dalam tubuh.

Advertisement

Jika kondisi bayi sudah stabil, selanjutnya dokter akan mengembalikan kondisi otot diafragma yang bermasalah agar bisa berfungsi kembali sedia kala melalui proses operasi atau pembedahan.

Bayi yang sudah menjalani operasi akan terus diberikan perawatan untuk membantunya mampu bernapas dengan baik sampai organ paru-parunya pulih.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Advertisement

Source

Sport4 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 30 Oktober 2026: Java United FC vs Bhayangkara FC dan Persebaya vs Persijap

Sport8 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan ke-8, 30 Oktober–1 November

Nasional12 jam ago

Konser Andrea Bocelli Digelar 31 Oktober di Borobudur dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran

Banten16 jam ago

Untirta Dorong Pengembangan Produk Lokal Banten untuk Ketahanan Pangan Nasional

Pemerintahan1 hari ago

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wali Kota Benyamin Davnie Ajak Pemuda Tanamkan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati

Pemerintahan1 hari ago

Pilar Saga Ichsan: Progres Venue Sepatu Roda Ciater Permai Capai 80 Persen, Siap untuk Porprov Banten 2026

Sport2 hari ago

Hasil Persib Bandung vs Melbourne Victory 2-0 di ACL Two, Balsa Sekulic Cetak Brace

Nasional2 hari ago

LSAK: Pengunduran Diri Anak Menteri Haji Tak Cukup, APH Harus Usut Tuntas

azerbaijan_stockers, Fresh milk in a mug and jug on wooden table (Magnific)
Lifestyle2 hari ago

Kandungan dan Manfaat Susu Sapi untuk Keluarga

Banten2 hari ago

Amal Jayabaya Siapkan 10 Program untuk Memajukan Pengusaha Banten

Pemerintahan2 hari ago

porprov2026.tangerangselatankota.go.id, Website Resmi PORPROV VII Banten 2026

Serba-Serbi2 hari ago

Prakiraan Cuaca Tangsel Hari Ini, Rabu 28 Oktober 2026: Setu Berpotensi Hujan Sedang

Serba-Serbi2 hari ago

Teks Sumpah Pemuda

Nasional3 hari ago

Hery Haryanto Azumi Apresiasi Konser Andrea Bocelli, Serukan Solidaritas Palestina dan Perdamaian Dunia

Banten3 hari ago

M Azzari Jayabaya Jadi Calon Tunggal Ketua Umum KADIN Banten

Serba-Serbi3 hari ago

Link Download Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Serba-Serbi3 hari ago

Logo Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026: Tema, Makna Simbolik, dan Filosofi

Nasional3 hari ago

Serap Aspirasi Nelayan Cilacap, Wapres Gibran Rakabuming Raka Pastikan Kendala Lapangan Segera Dituntaskan

Nasional3 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Inovasi Energi Ramah Lingkungan dan Pemberdayaan Perempuan

Nasional3 hari ago

Jaga Lingkungan dan Ciptakan Nilai Ekonomi, Wapres Gibran Rakabuming Raka Apresiasi Peran Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah

Sport2 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport2 minggu ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Nasional2 minggu ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Sport2 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Jabodetabek7 hari ago

Wakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Sport2 minggu ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport2 minggu ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Nasional2 minggu ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport2 minggu ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Sport2 minggu ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport4 hari ago

Hasil Persija vs Persik 2-1, Macan Kemayoran Tetap di Puncak Klasemen BRI Super League 2026/2027

Sport2 minggu ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Serba-Serbi3 hari ago

Link Download Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Sport2 minggu ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport2 minggu ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Populer