Serba-Serbi
Honda akan Tutup Pabrik di Inggris, 3.500 Lapangan Kerja Terancam


Kabartangsel.com – Raksasa mobil Jepang Honda Selasa (19/2) mengumumkan akan menutup pabrik mobilnya di Inggris. Sebelumnya beberapa produsen mobil sudah menyatakan akan memangkas operasi di Inggris karena Brexit.
Industri mobil di Inggris kembali terpukul. Honda hari Selasa (19/2) mengumumkan akan menutup pabriknya di Swindon, Inggris, pada 2021. Honda menyebutkan adanya “perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam industri otomotif global” sebagai alasan.
Sebelumnya anggota parlemen Inggris dari Partai Konservatif Justin Tomlinson sudah mengatakan kepada kantor berita Reuters, Honda akan segera mengumumkan rencana penutupan pabriknya di Swindon dan ada 3.500 lapangan kerja di sana yang terancam.
Honda membuat lebih dari 160.000 kendaraan di Swindon, tempat produksi versi hatchback dari model Civic yang populer. Honda hingga kini menyumbang hampir 10 persen dari total produksi mobil Inggris.
Industri otomotif Eropa dalam beberapa tahun terakhir berjuang menghadapi sejumlah tantangan, termasuk tuntutan produksi ramah lingkungan. Di Inggris, rencana Brexit menjadi kendala bagi banyak perusahaan internasional untuk melanjutkan investasi.
Berita penutupan bocor sebelumnya
Justin Tomlinson, pendukung Brexit dari Partai Konservatif mengatakan ia telah bertemu dengan menteri perdagangan dan perwakilan dari Honda yang telah mengonfirmasi rencana penutupan pabrik di Swindon.
“Mereka akan membuat pernyataan besok pagi,” kata Tomlinson yang mewakili distrik North Swindon. “Ini tidak berhubungan dengan Brexit. Ini adalah cerminan dari pasar global. Mereka berusaha mengonsolidasikan produksi di Jepang,” tambahnya.
Honda Oktober 2017 mengumumkan penghentian operasi pabrik di pabrik Sayama Jepang untuk tahun 2022 dengan alasan permintaan pasar domestik yang menyusut.
“Hancur karena ketidakpastian Brexit”
Hampir tiga minggu lalu, pembuat mobil Jepang lainnya, Nissan, mengumumkan pembatalan rencana produksi kendaraan tipe SUV X-Trail di Inggris. Bulan Januari lalu, produsen mobil terbesar Inggris Jaguar Land Rover juga mengatakan akan memangkas 10 persen tenaga kerjanya, terutama di Inggris, karena penjualan yang menurun ke Cina dan kesulitan aturan ketat lingkungan di Eropa
“Industri mobil di Inggris selama dua dekade terakhir telah menjadi permata di sektor manufaktur – dan sekarang telah dihancurkan oleh ketidakpastian Brexit yang kacau,” kata Des Quinn, pengurus sektor otomotif di serikat buruh terbesar Inggris, Unite. Nissan, Honda dan Toyota menyumbang sekitar setengah dari semua produksi mobil di Inggris.
(JPC)
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta
Sport2 minggu agoPSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Nasional6 hari agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport2 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Sport2 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Politik7 hari agoWI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik
Nasional5 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya









































